Orang Dewasa Rentan Merasa Kesepian?

P Suryo RP Suryo R - Senin, 06 November 2023
Orang Dewasa Rentan Merasa Kesepian?

Ketidakpastian di berbagai bidang kehidupan, berkontribusi pada tingkat kesepian yang lebih tinggi. (freepik/rawpixel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBENARNYA kesepian itu dapat melanda semua kalangan, usia, bahkan starata sosial. Menurut survei yang dibuat Meta-Gallup di tahun ini pada responden di lebih 142 negara. Dalam satu negara mereka mengambil sekitar seribu responden.

Mereka mengambil responden individu berusia 15 tahun ke atas. Ini untuk membuktikan bahwa usia-usia itu mengalami tingkat kesepian yang tidak biasa. Temuan ini menjelaskan mengenai dampak kesepian yang luas, yang dialami berbagai tingkatan usia dan pada perbedaan budaya.

Baca Juga:

Studi Ungkap Kesepian Sama Mematikan Dengan Merokok 15 Batang Per Hari

kesepian
Menurut survei itu ada sekitar 27% individu berusia 19 hingga 29 tahun merasa sangat atau cukup kesepian. (Pexels/Lukas Rychvalsky)

Data tersebut memberikan gambaran yang memprihatinkan, tercatat 24% responden mengakui perasaan kesepian saat ditanya, “Seberapa kesepian yang Anda rasakan?”. Yang mengejutkan, beban kesepian tampaknya paling berat dialami oleh orang dewasa muda. Menurut survei itu ada sekitar 27% individu berusia 19 hingga 29 tahun merasa sangat atau cukup kesepian. Sebaliknya, orang dewasa yang lebih tua, yang berusia 65 tahun ke atas, tampaknya lebih tangguh, dengan hanya 17% yang menyatakan kesepian.

Hasil penelitian ini mematahkan kesalahpahaman bahwa kesepian terutama menimpa para lansia, dan menggugurkan anggapan yang selama ini ada. Ellyn Maese, konsultan riset senior di Gallup, menekankan melalui CNN, "Survei ini merupakan pengingat yang baik bahwa kesepian bukan hanya masalah penuaan; kesepian adalah masalah yang dapat mempengaruhi semua orang di segala usia."

Dikutip dari laman Cedars Sinai, mendapat bahwa sudah ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa anak muda lebih cenderung merasa kesepian daripada orang dewasa yang lebih tua. Ada sejumlah faktor yang berperan. “Kamu tidak harus sendirian untuk merasa kesepian,. Hal ini dapat terjadi jika kamu tidak dapat menumbuhkan rasa keterlibatan dan rasa memiliki atau tidak merasa diterima dan dihormati oleh orang-orang yang berinteraksi dengan kamu,” kata dokter layanan primer Dr. Michelle Blain.

Selain itu, perbedaan gender dalam hal kesepian juga terlihat jelas, dengan negara-negara tertentu yang menunjukkan kesenjangan yang nyata, yang mencerminkan konteks budaya mereka yang unik. Meskipun hanya ada sedikit perbedaan dalam kesepian antara pria dan wanita dalam skala global, 79 dari 142 negara yang disurvei mencatatkan tingkat kesepian lebih tinggi pada perempuan.

Baca Juga:

Pernah Kesepian di Tengah Keramaian? Ini Cara Mengatasinya!

kesepian
Ternyata orang dewasa tua tak berpengaruh banyak pada kesepian. (Pixabay/danielkirsch)

Responden ini dilakukan dengan menggunakan telepon dan tatap muka. Negara-negara ini secara kolektif mewakili 77% populasi orang dewasa global. Penting untuk dicatat bahwa kesepian bukan hanya perjuangan emosional; kesepian memiliki konsekuensi yang signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik, seperti yang ditunjukkan oleh laporan bulan Desember 2020 dari Organisasi Kesehatan Dunia dan nasihat bulan Mei dari ahli bedah umum AS.

Psikolog klinis Dr. Ami Rokach, seorang profesor di Pusat Studi Akademik di Israel, mengungkapkan bahwa angka yang dicatat mungkin sebenarnya meremehkan tingkat kesepian global, terutama di kalangan orang dewasa muda. Dia percaya bahwa fase transisi menuju kedewasaan, yang ditandai dengan ketidakpastian di berbagai bidang kehidupan, berkontribusi pada tingkat kesepian yang lebih tinggi.

Temuan global yang mengkhawatirkan ini akan dieksplorasi lebih lanjut dalam laporan Gallup yang akan datang, telah dirilis pada tanggal 1 November lalu. Laporan tersebut akan menggali variasi spesifik negara, perbedaan usia, dan tren terkait gender, mendorong penelitian mendalam tentang masalah ini. Pada akhirnya, survei ini menekankan bahwa perang melawan kesepian adalah tanggung jawab bersama. Kemudian membina hubungan sosial dapat menjadi alat yang ampuh untuk meringankan epidemi kesepian. (nda)

Baca Juga:

Bisnis-Bisnis Main Hati untuk Orang Kesepian

#Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan