Ojek Daring tak akan Dapat Subsidi BBM, Begini Dampaknya ke Perekonomian

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 29 November 2024
Ojek Daring tak akan Dapat Subsidi BBM, Begini Dampaknya ke Perekonomian

Pengamat Kebijakan Publik Achmad Nur Hidayat. (Dok. Pribadi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH sedang merumuskan skema baru penyaluran subsidi energi termasuk bahan bakar minyak (BBM). Namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengatakan ojek online (ojol) tak menjadi target subsidi BBM tepat sasaran.

Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan penghapusan subsidi BBM untuk ojol berpotensi menciptakan efek domino yang merugikan perekonomian. “Selain meningkatkan biaya transportasi, penaikan harga layanan ojol dapat berdampak pada harga barang dan jasa lainnya,” kata dia lewat pernyataan tertulisnya, dikutip Jumat (29/11).

Achmad mencontohkan biaya logistik dari ojol yang mengantarkan barang atau makanan. Jika tidak lagi disubsidi, biaya bahan bakar yang dikeluarkan bakal lebih mahal. Hal itu akan berdampak pada kenaikan harga di tingkat konsumen. “Pada akhirnya dapat menciptakan tekanan inflasi tambahan,” jelas Achmad.

Kebijakan itu, kata Ahmad, berisiko mendorong pengemudi ojol keluar dari pasar karena tidak mampu menanggung beban biaya operasional yang tinggi. “Ini dapat memicu peningkatan pengangguran sektor informal yang selama ini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di perkotaan,” ujarnya.

Baca juga:

Penasehat Ekonomi Prabowo Beri Sinyal Perubahan Subsidi BBM Jadi BLT



Achmad menambahkan subsidi BBM bagi ojol bukan hanya untuk pengemudi, melainkan juga untuk masyarakat luas yang menggunakan layanan ini. “Tanpa subsidi, biaya operasional pengemudi ojol akan meningkat drastis yang akan diteruskan ke konsumen dalam bentuk kenaikan tarif,” tutur Achmad.

Wacana penghapusan subsidi BBM bagi ojol ini diungkap Bahlil kepada media seusai melakukan pencoblosan pilkada, 27 November lalu. “Ojek (online) kan dia pakai untuk usaha, masa usaha disubsidi?" ujarnya soal rencana kebijakan baru subsidi BBM tersebut.

Menurut Bahlil, tidak semua pengemudi ojol menggunakan motornya sendiri untuk menarik penumpang. Ada juga pengusaha yang memiliki sejumlah unit kendaraan bermotor dan menyewakannya kepada masyarakat untuk menjadi ojol.

Bahlil mengatakan yang berhak menerima subsidi BBM ialah kendaraan berpelat kuning, seperti angkutan umum. Tujuannya agar tarif transportasi umum tidak naik, sehingga masyarakat yang mengandalkan angkutan umum untuk mobilitasnya, tidak terbebani biaya tambahan.(knu)

Baca juga:

Subsidi BBM Rp 100 Triliun Tidak Tepat Sasaran, Pemerintah Buka Opsi Jadi BLT

#Subsidi Bbm #Demo Ojol
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Perpres Ojol 8 Persen Disambut DPR, Pendapatan Driver Diprediksi Naik
Komisi IX DPR mengapresiasi Perpres ojol 8 persen. Pendapatan driver berpotensi naik menjadi 92 persen.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
Perpres Ojol 8 Persen Disambut DPR, Pendapatan Driver Diprediksi Naik
Indonesia
Pengawasan Penjulan BBM Bersubsidi Bakal Diperketat, Inidikasi Terjadi Jual Beli Barcode
Salah satu praktik yang menjadi perhatian adalah pelansiran, yaitu pengisian BBM subsidi berulang oleh kendaraan tertentu untuk kemudian diperjualbelikan kembali.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Pengawasan Penjulan BBM Bersubsidi Bakal Diperketat, Inidikasi Terjadi Jual Beli Barcode
Indonesia
Harga BBM Tak Bisa Terus Dipertahankan, DEN: Tidak Ada Pilihan Selain Naik
DEN menilai harga BBM tak bisa terus ditahan. Subsidi dinilai membebani APBN di tengah krisis energi global dan konflik geopolitik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
Harga BBM Tak Bisa Terus Dipertahankan, DEN: Tidak Ada Pilihan Selain Naik
Indonesia
DPR Tolak Kenaikan Harga BBM: Jangan Sampai Daya Beli Rakyat Tergerus
DPR menilai APBN masih mampu menahan tekanan subsidi energi di tengah isu kenaikan BBM. Respons ini muncul usai usulan Jusuf Kalla soal harga BBM.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Tolak Kenaikan Harga BBM: Jangan Sampai Daya Beli Rakyat Tergerus
Indonesia
DPR Ingatkan Risiko Finansial Pertamina akibat Penahanan Harga BBM
DPR mengingatkan risiko finansial Pertamina akibat kebijakan penahanan harga BBM. Pemerintah diminta transparan soal kompensasi dan subsidi energi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
DPR Ingatkan Risiko Finansial Pertamina akibat Penahanan Harga BBM
Indonesia
BBM Enggak Naik Pas Krisis Global, Pengamat Unpad Sebut Pemerintah Tengah Jaga Inflasi
Pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina
Angga Yudha Pratama - Selasa, 31 Maret 2026
BBM Enggak Naik Pas Krisis Global, Pengamat Unpad Sebut Pemerintah Tengah Jaga Inflasi
Indonesia
Cegah Orang Mampu Serobot Subsidi, DPR RI Siapkan Jurus Teknologi Canggih Amankan APBN dari Kebocoran
Persoalan utama yang menjadi sorotan adalah tingginya angka exclusion error dan inclusion error
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Maret 2026
Cegah Orang Mampu Serobot Subsidi, DPR RI Siapkan Jurus Teknologi Canggih Amankan APBN dari Kebocoran
Indonesia
Pengakuan Jujur Bahlil Soal Cadangan Minyak 21 Hari, Alarm Keras Bagi Ketahanan Energi Nasional di Tengah Konflik Global
Salah satu solusi jangka panjang yang didorong adalah percepatan investasi pada pembangunan kilang (refinery) dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT)
Angga Yudha Pratama - Senin, 09 Maret 2026
Pengakuan Jujur Bahlil Soal Cadangan Minyak 21 Hari, Alarm Keras Bagi Ketahanan Energi Nasional di Tengah Konflik Global
Indonesia
Tahun Ini BBM Subsidi Dipangkas, Pertalite Diturunkan 6,28 Persen
Tahun ini, BPH Migas memangkas kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk 2026, dengan kuota untuk Pertalite turun 6,28 persen dan solar bersubsidi turun 1,32 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Januari 2026
Tahun Ini BBM Subsidi Dipangkas, Pertalite Diturunkan 6,28 Persen
Indonesia
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2) Cecep Saripudin menyebut pihaknya menentang aksi Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Bagikan