Ogah Mundur, Pengamat Sebut Novanto Egois
Peneliti senior CSIS J Kristiadi. (MP/Fadhli)
MerahPutih.com - Tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto ngotot tidak akan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR hingga praperadilannya diputus.
Menanggapi sikap pimpinan DPR tersebut, peneliti senior CSIS J Kristiadi menyebut Novanto egois, dikarenakan hanya ingin menyelamatkan diri sendiri dan menggali kuburan bagi partainya.
"Jangan hanya menyelamatkan diri sendiri mengorbankan partainya dengan mengatakan surat itu benar bahwa sampai ada MKD dulu, malah memberikan kepercayaan kepada plt. Jangan begitu," tegas Kristiadi kepada awak media di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (24/11).
Menurutnya, sebagai seorang pemimpin partai dan lembaga terhormat, seharusnya Novanto sadar dengan posisi tersebut, bukan justru menyelamatkan diri sendiri. "Jangan memikirkan keselamatan sendiri. Yang harus diselamatkan adalah institusi DPR dan Golkar itu sendiri," kata dia.
Karena itu, lanjut dia, Novanto harus mundur guna menjaga kehormatan partai dan lembaga DPR.
"Kalau dia bisa menderita atas perbuatan yang dia perbuat, saya kira ini akan bisa menjadi pupuk yang akan menyuburkan Golkar sebagai partai besar. Tapi kalau dia bertahan, berarti dialah yang menggali kubur untuk menguburkan golkar itu sendiri," tandasnya. (Fdi)
Baca berita terkait kasus Novanto lainnya: Sang Anak Mangkir, Papa Novanto Kembali Digarap KPK
Bagikan
Berita Terkait
Gandeng BPK, KPK Mulai Telusuri Kasus Korupsi Kuota Haji Tambahan
Tersangka Gus Alex Irit Bicara Usai Diperiksa KPK, 3 Pertanyaan Kasus Haji Dijawab Sama
Eks Direktur SMA Kemendikbud Akui Terima USD 7.000 dari Vendor Chromebook
Susah Dapat Kuota Haji, Bos Maktour: Terpaksa Berangkatkan Jemaah Pakai Furoda
KPK Periksa Pemilik Maktour terkait Kasus Korupsi Kuota Haji di Kemenag
KPK: Keterangan Eks Menpora Dito Perkuat Dugaan Korupsi Kuota Haji
Diperiksa KPK soal Kuota Haji, Eks Menpora Dito Ungkap Isi Pertemuan di Arab Saudi saat Dampingi Jokowi
Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK, Akui Ikut Rombongan Jokowi ke Arab Saudi
KPK Restui Tanah Koruptor untuk Perumahan Rakyat, DPR Sebut Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat
Mantan Menpora Dito Dipanggil KPK di Kasus Kuota Haji