Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Parenting

Obesitas Menghantui Anak-Anak Akibat Penutupan Sekolah

Leonard Leonard - Rabu, 17 Juni 2020
Obesitas Menghantui Anak-Anak Akibat Penutupan Sekolah

Satu dari lima anak sekolah mengalami obesitas (Foto: Unsplash/Larm Rmah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GENERASI anak-anak berisiko mengalami obesitas karena penutupan sekolah imbas COVID-19. Pakar kesehatan anak mengklaim satu dari lima murid sekolah saat ini kelebihan berat badan karena kurangnya olahraga.

Laman Mail Online menuliskan jutaan siswa dari usia pertama kali masuk sekolah sampai siswa tahun 10 berada di rumah sejak lockdown. Aturan ini berlaku dari bulan Maret sampai September.

Baca juga:

Kegelisahan dan Depresi Meningkat Karena Pandemi COVID-19

anak
Anak-anak berisiko mengalami obesitas bila tidak ada penyaluran energi. (Foto: Unsplash/Egor Myznik)

Profesor Russell Viner, yang memimpin Royal College of Pediatri dan Kesehatan Anak mengatakan anak-anak perlu kembali ke sekolah sesegera mungkin.

Dia melihat anak-anak menjadi kurang gerak dan berolahraga. Anak-anak tidak lagi berjalan kaki ke sekolah, beraktivitas di sekolah, atau berolahraga. Ini adalah cara anak-anak membakar energi mereka.

Viner mengatakan saat ini umumnya orang berbicara tentang risiko penularan virus Corona, dan itu sangat penting. Namun itu bukan satu-satunya masalah yang harus dihadapi saat ini.

Di sisi lain harus memperhatikan anak-anak yang memiliki risiko lainnya. Seperti kesehatan mental, kurang tidur dan berpotensi kurang olahraga dan obesitas.

Baca juga:

Lockdown Pengaruhi Berat Badan?

anak
Anak-anak perlu secepatnya kembali ke sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. (Foto: Unsplash/Himesh Kumar Behera)

Dia menambahkan bahwa kebiasaan olahraga apapun yang dimiliki keluarga pada awal lockdown dapat membantu menurunkan risiko pada si kecil. Namun juga harus diimbangi dengan pemberian makanan yang sehat selama di rumah. Membeli makanan yang tidak sehat karena harganya yang lebih murah tidak baik.

Menurut angka NHS, lebih dari seperlima anak-anak Kelas enam yang berusia 10 dan 11 tahun sudah mengalami obesitas secara klinis. Sayangnya angka pastinya belum didapatkan, lembaga yang mensurvei ini masih belum beraktivitas karena pandemi.

Profesor Jonathan Valabhji, kepala NHS untuk diabetes dan obesitas, mengatakan lockdown akan menimbulkan potensi obesitas kepada setiap warga dunia.

Caroline Cerny dari Obesity Health Alliance, mengatakan jika terdapat bukti bahwa obesitas anak meningkat selama liburan musim panas selama enam minggu, bisa jadi memberikan efek yang sama seperti dalam masa lockdown. (lgi)

Baca juga:

70 Kasus Terbaru COVID-19 Pasca Pembukaan Sekolah di Prancis

#Anak #Anak-anak #Anak Kecil #Obesitas #Sekolah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Indonesia
Prabowo Buka Peluang Kantin Sekolah Jadi Alternatif MBG, Minta Dikaji Dulu
Presiden RI, Prabowo Subianto, membuka opsi kantin sekolah jadi alternatif MBG. Ia pun meminta hal itu dikaji.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Prabowo Buka Peluang Kantin Sekolah Jadi Alternatif MBG, Minta Dikaji Dulu
Indonesia
Ancol Gratiskan Tiket Unit Rekreasi Saat Hari Anak, Tapi Ada Kuota
Pemberian tiket gratis hanhya bagi anak-anak untuk menikmati pengalaman rekreasi wisata edukatif dan hiburan dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ancol Gratiskan Tiket Unit Rekreasi Saat Hari Anak, Tapi Ada Kuota
Indonesia
Banyak Sekolah Kekurangan Murid Baru, Puan Desak Pemerintah Lakukan Pemetaan
Pemerintah perlu terlebih dahulu memetakan penyebab fenomena tersebut sebelum menentukan langkah penanganan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Banyak Sekolah Kekurangan Murid Baru, Puan Desak Pemerintah Lakukan Pemetaan
Indonesia
Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Amankan Siswa Berinisial R dan Sejumlah Barang Bukti
Ledakan diduga bom rakitan terjadi di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Densus 88 menyebut pelaku merupakan siswa berinisial R (17).
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Amankan Siswa Berinisial R dan Sejumlah Barang Bukti
Indonesia
Komisi X DPR Ingatkan MPLS 2026 Harus Bebas Perploncoan dan Perundungan
Anggota Komisi X DPR RI Dedi Wahidi meminta pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 bebas dari perploncoan, kekerasan, dan perundungan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Komisi X DPR Ingatkan MPLS 2026 Harus Bebas Perploncoan dan Perundungan
Indonesia
Kondisi SDN Srengseng Sawah 15 Setelah Ancaman Bom, Sekolah Kembali Normal
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aktivitas belajar di SDN Srengseng Sawah 15 kembali normal setelah ancaman bom dipastikan tidak terbukti.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Kondisi SDN Srengseng Sawah 15 Setelah Ancaman Bom, Sekolah Kembali Normal
Indonesia
Pelaku Teror Bom SDN 15 Srengseng Sawah Ditangkap, Polisi Dalami Motif dan Keterlibatan Pihak Lain
Polisi menangkap MY (34), pria yang diduga mengirim ancaman bom ke SDN 15 Srengseng Sawah, Jagakarsa. Pelaku mengaku melakukan aksi tersebut karena iseng.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Pelaku Teror Bom SDN 15 Srengseng Sawah Ditangkap, Polisi Dalami Motif dan Keterlibatan Pihak Lain
Indonesia
Usai Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Masuk Sekolah Seperti Biasa
Disdik DKI Jakarta memastikan KBM dan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 tetap berlangsung normal pada Selasa (14/7) usai ancaman bom.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Usai Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Masuk Sekolah Seperti Biasa
Indonesia
Polisi Periksa 3 Saksi, Kantongi Nomor Pengirim Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
Polisi memeriksa tiga saksi dan telah mengantongi nomor pengirim ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Polisi Periksa 3 Saksi, Kantongi Nomor Pengirim Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
Bagikan