Kesehatan

Nonton Film Horor Bantu Sembuh dari Flu

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 18 Oktober 2022
Nonton Film Horor Bantu Sembuh dari Flu

Nonton film horor bantu redakan flu. (foto: pexels-andrea-piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APAKAH kamu sedang flu karena cuaca yang tak menentu? Jika iya, saatnya mencoba resep alternatif pengusir flu: nonton film horor. Dengan film-film horor tengah berseliweran di platform streaming, mencoba resep ini amat mudah.

Film horor nan mencekam, meski bikin merinding, ternyata memberi manfaat kesehatan, di antaranya membakar kalori dan membentuk mood yang bagus.

BACA JUGA:

Hal-Hal Kecil yang Bikin Gampang Terkena Flu

Besarnya manfaat yanmg bisa kamu dapat dari menonton film horor tergantung dari seberapa seram kamu menilai film itu. Terlebih daripada itu, seberapa ingin kamu ditakut-takuti.

flu
Menonton film horor bisa bantu redakan flu. (foto: pexels-andrea-piacquadio)

Dalam sebuah studi di 2012, peneliti dari Universitas Westminster di Inggris meminta 10 orang menonton 10 film horor berbeda. Selama menonton, detak jantung para relawan dipantau. Masukan oksigen dan pelepasan karbon dioksida mereka juga dimonitor.

Studi yang disponsori penyedia langganan video itu menempatkan film The Shining (1980) yang dibintangi Jack Nicholson dalam daftar teratas film pembakar kalori tertinggi. Film itu membuat penonton melompat dan menjerit ketakutan. Hal itu membuat mereka kehilangan 184 kalori. Jumlah itu setara kalori yang hilang untuk berjalan selama 40 menit.

Film Jaws dan The Exorcist ada di urutan kedua dan ketiga, dengan jumlah kalori yang dibakar mencapai 161 kalori dan 158 kalori.

Richard Mackenzie, penulis studi tersebut, mengatakan hormon adrenalin yang dilepaskan akibat stimulus stres yang timbul dari film horor menyulut sistem saraf yang mengontrol respons 'melawan atau lari'.

BACA JUGA:

Nonton Film Horor di Bioskop Buat Modus ke Gebetan? Valid No Debat

Selain membuat jantung kamu terpacu, respons tersebut mengambil simpanan energi di tubuh sehingga kamu siap untuk bereaksi melawan atau lari.

Sementara itu, penelitian dalam skala yang lebih besar yang digelar Coventry University di Inggris pada 2003 mengungkap manfaat lain menonton film horor.

Studi yang dimuat di jurnal Stress tersebut menyatakan menonton film horor secara signifikan meningkatkan sel darah yang berperan dalam melawan penyakit dan infeksi. Senada, penelitian itu juga menyebut kemampuan film horor untuk membangkitkan respons 'melawan atau lari' seseorang ialah kunci peningkatan fungsi imun dalam waktu singkat.

Bisa dikatakan, fim horor merupakan 'stres yang baik' buat kamu. Meskipun stres biasanya dihubungkan dengan penyakit jantung hingga depresi, stres dalam durasi singkat sering kali diasosiasikan dengan perbaikan fungsi dan aktivasi sistem imun. Demikian disebutkan Firdaus Dhabhar, seorang profesor psikiatri dan ilmu perilaku di University of Miami’s Miller School of Medicine.

Ketakutan dalam kadar yang bagus juga meningkatkan mood. "Penelitian yang saya jalankan bersama kolega menemukan bahwa rangsangan tinggi stimulus negatif meningkatkan mood secara signifikan," ujar Margee Kerr, sosiolog dan peneliti rasa takut yang juga pengarang Scream: Chilling Adventures In the Science of Fear. Untuk itu, Kerr menyarankan untuk menonton film seram atau wahana rumah hantu.

Kerr berpendapat, setelah merasakan pengalaman menakutkan, kamu akan merasa kurang gelisah, tidak terlalu frustrasi, dan menjadi lebih bahagia. "Neurotransmitter dan hormon yang berbeda yang dilepaskan selama merasakan pengalaman mengerikan tersebut menjadi penyebabnya," ujar Kerr.

Dengan memilih secara sukarela menjalani aktivitas menyeramkan atau yang membuat tertekan, kamu akan merasakan perasaan pencapaian yang memuaskan setelahnya. Meskipun demikian, Kerr mengingatkan bahwa hal itu hanya berlaku bagi mereka yang memang suka menonton hal seram dan sengaja menontonnya. Hal sebaliknya akan terjadi pada mereka yang justru membenci film horor.

Selain itu, film horor dapat memberi pengaruh 'trauma berlanjut' pada anak-anak. Oleh karena itu, resep nonton film horor demi usir flu sebaiknya tak dicoba ke anak-anak, ya.(*)

BACA JUGA:

Atasi Kecemasan dengan Film Horor

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan