Sains

Nicole Oliveira, Astronom Termuda Dunia yang Direkrut NASA

annehsannehs - Senin, 04 Oktober 2021
Nicole Oliveira, Astronom Termuda Dunia yang Direkrut NASA

Nicole menjadi ahli astronomi termuda di dunia. (Foto France 24)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NICOLE Oliveria menggemparkan dunia astronomi. Di usianya yang masih delapan tahun, ia bergabung bersama program yang berafiliasi dengan NASA yang bertugas untuk mencari asteroid di angkasa.

Gadis asal Fortaleza, Brasil, ini terlibat dalam proyek yang disebut sebagai Asteroid Hunters. Program itu dibuat untuk memperkenalkan anak muda terhadap sains dengan membantu mereka membuat penemuan mereka sendiri.

Asteroid Hunters merupakan program yang dijalankan oleh International Astronomical Search Collaboration, program sains warga yang berafiliasi dengan NASA. Keterlibatan Oliveira juga didukung kerja sama antara Kementrian Ilmu Pengetahuan Brasil dan beberapa organisasi sains, termasuk NASA.

Ia terlibat dengan program yang berafiliasi dengan NASA. (Foto PHYS.ORG)

Ia terlibat dalam program yang berafiliasi dengan NASA. (Foto PHYS.ORG)

Seperti dikabarkan Daily Mail, Oliveira telah menemukan 18 asteorid dan berencana menamai asteorid-asteorid tersebut dengan nama ilmuwan Brasil dan nama anggota keluarganya, termasuk ibu dan ayahnya.

Penemuan asteroid itu pun akan membutuhkan beberapa tahun untuk dikonfirmasi sebagai batu ruang angkasa. Jika semua asteroid itu sudah terkonfirmasi, Oliveira akan menjadi orang termuda di dunia yang secara resmi menemukan asteroid. Ia akan memecahkan rekor yang diraih oleh astronom amatir bernama Luigi Sannino yang menemukan dua asteroid pada 1998 dan 1999 pada usia 18.

Saat ini, Oliveira menikmati beasiswa di sekolah privat di Kota Fortaleza, di Brasil bagian Utara.

Ahli astronomi yang menjadi guru Oliveira, Heliomarzio Rodrigues Moreira, mengatakan kepada AFP bahwa Nicole memiliki 'mata' yang baik di dunia astronomi. "Ia bisa langsung melihat titik-titik pada gambar yang terlihat seperti asteroid dan sering memberi tahu teman-teman sekelasnya ketika mereka tidak yakin benar-benar menemukan asteroid," ungkapnya.

Kecintaan Oliveira pada dunia astronomi terlihat sejak dini. Ibunya, Zilma Janaca, mengatakan Oliveira meminta sebuah teleskop sebagai hadiah ulang tahunnya yang keempat. Kejadian itu membuat keluarga Oliveira menyadari bahwa ia memiliki passion yang serius di dunia astronomi.

Nicole Oliveira. (Foto phys.org)
Nicole Oliveira. (Foto phys.org)

Gadis berusia delapan tahun ini mengaku telah jatuh cinta dengan dunia angkasa luar sejak masih balita. Ia bahkan sering berusaha untuk meraih bintang dengan tangannya saat belajar berjalan. Ketertarikannya yang telah terlihat sejak usia muda itu pun bisa dilihat dari kamarnya yang dipenuhi dengan poster tata surya, miniatur-miniatur roket, dan beberapa action figure film Star Wars.

Oliveira memiliki mimpi untuk menjadi aerospace engineer dan merancang roket ketika ia sudah dewasa nanti. Ia juga berhadap bisa mengunjungi Kennedy Space Center di Florida, AS, untuk melihat roket-roket. (SHN)

#Sains #NASA
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
ShowBiz
NASA Ungkap Kru Artemis III, Siap Balik ke Bulan
Kru yang dijadwalkan meluncur paling cepat pada akhir 2027 itu terdiri dari tiga astronaut NASA dan satu astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA).
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
 NASA Ungkap Kru Artemis III, Siap Balik ke Bulan
Tekno
Your Name in Landsat NASA: Begini Cara Buat Nama dari Satelit yang Viral
Your Name in Landsat NASA viral! Simak cara membuat nama dari citra satelit Landsat lengkap dengan langkah mudah dan penjelasannya.
ImanK - Jumat, 24 April 2026
Your Name in Landsat NASA: Begini Cara Buat Nama dari Satelit yang Viral
Dunia
Astronaut Artemis II Kembali Selamat ke Bumi, Misi Bersejarah NASA Berakhir Sukses
Astronaut Artemis II kembali dengan selamat ke Bumi. Kapsul Orion mendarat sempurna di Samudra Pasifik dekat lepas pantai San Diego, Amerika Serikat.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Astronaut Artemis II Kembali Selamat ke Bumi, Misi Bersejarah NASA Berakhir Sukses
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Dunia
Artemis II Kembali ke Bumi, Bawa Oleh-Oleh Pengetahuan Baru tentang Bulan
Mereka memiliki jauh lebih banyak foto dan lebih banyak cerita untuk dibagikan kepada dunia saat mereka bersiap kembali ke bumi.
Dwi Astarini - Kamis, 09 April 2026
Artemis II Kembali ke Bumi, Bawa Oleh-Oleh Pengetahuan Baru tentang Bulan
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Bagikan