Nico Berpotensi Melakukan Penyerangan Terhadap Novel Baswedan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 18 Mei 2017
Nico Berpotensi Melakukan Penyerangan Terhadap Novel Baswedan

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa tim khusus untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan telah mengamankan seorang bernama Nico.

Nico jadi viral di media sosial setelah mengaku pernah memberikan kesaksian palsu atas dasar tekanan dari Novel dan pihak komisi pemberantasan korupsi (KPK). Nico bahkan mengaku mendapat uang dari hasil memberikan keterangan palsunya.

"sudah dicek semua apa yang dia (Nico) sebutkan itu. Dicek bukti-buktinya, kalau dia mengatakan ada tekanan atau ada keterangan palsu sudah dicek juga saksi-saksi," kata Tito di PTIK, Jakarta, Kamis (18/5).

Penyidik juga telah mencocokkan dokumen dari Nico, termasuk bukti transfer yang dibawa oleh Nico dalam video yang beredar. Namun, Kapolri enggan membeberkan mengenai hasil pemeriksaan terhadap Nico.

"isinya saya kira bisa disampaikan oleh Kadiv Humas atau Kabid Humas Polda Metro secara detilnya nantinya," kata Tito.

Tito beralasan, hasil pemeriksaan terhadap Nico baru akan dipresentasikan kepada pihak KPK secara resmi besok oleh pihak Polda Metro Jaya.

"Besok dari Dirkrimum Polda akan menyampaikan paparan kepada ketua KPK, mengenai hasil temuan ini," ucap Tito.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Nico, video itu dibuat dan diviralkan sendiri oleh Nico. Tujuannya adalah karena ingin menetralisir situasi keluarga yang mengalami perpecahan setelah memberikan kesaksian palsu.

"Terutama dengan pamannya yang bernama Muchtar Efendi, kalau tidak salah, yang sudah divonis hakim. Yang saat itu ditangani oleh timnya Novel Baswedan," kata Tito.

Dari sudut pandang kasus penyiraman, penyidik melihat bahwa Nico berpotensi untuk melakukan penyerangan terhadap Novel.

"Kita tentunya mengklarifikasi keterangan yang bersangkutan di media sosial dan itu juga kami sudah berkoordinasi dengan ketua KPK," katanya.

Tito menjelaskan, jajaranya telah melakukan pengembangan tak hanya informasi dari lokasi kejadian dan keterangan-keterangan saksi. Motif dugaan balas dendam dan sakit hari dari pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh keahlian Novel mengusut kasus korupsi juga didalami penyidik.

"Kasus pun kita pecah menjadi 2 macam, ada yang kasus untuk saat ini seperti e-ktp dan lain-lain atau yang sudah berlalu, tapi orang-orangnya sakit hati," tandasnya. (Ayp)

Baca berita terkait kasus penyiraman Novel lainnya di: Polisi Kantongi Identitas Penyiram Novel Baswedan

#Tito Karnavian #Kasus Penyerangan #KPK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Sejumlah Langkah Tangani Karhutla, dari Surfaktan hingga Dry Ice
Tito Karnavian menjelaskan penggunaan surfaktan dan modifikasi cuaca untuk menangani karhutla di lahan gambut. Dry ice dimanfaatkan untuk bantu mengurangi asap.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Sejumlah Langkah Tangani Karhutla, dari Surfaktan hingga Dry Ice
Indonesia
KPK OTT Bupati Klaten, Ruangan Bupati, Wakil dan Sekda Disegel
Ada sejumlah 20 orang yang diamankan KPK di wilayah Klaten dan Jakarta. Para pihak yang diamankan di Klaten diperiksa di Mapolresta Klaten
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK OTT Bupati Klaten, Ruangan Bupati, Wakil dan Sekda Disegel
Berita Foto
KPK Pamerkan Barang Bukti OTT Bupati Klaten, Gentong Biru Berisi Uang Rp1,2 Miliar
Petugas menunjukkan barang bukti OTT korupsi dugaan suap Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK Pamerkan Barang Bukti OTT Bupati Klaten, Gentong Biru Berisi Uang Rp1,2 Miliar
Berita Foto
KPK Pamerkan Barbuk Rp5,47 Miliar Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB
Petugas menunjukkan barang bukti hasil OTT terkait dugaan korupsi dana siap pakai BNPB di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK Pamerkan Barbuk Rp5,47 Miliar Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB
Berita Foto
KPK Resmi Tetapkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Tersangka Dugaan Suap
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (209) berjalan menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jum'at (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK Resmi Tetapkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Tersangka Dugaan Suap
Berita Foto
Momen Bupati Klaten Terjaring OTT Tiba di Gedung KPK Jakarta
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyotiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
Momen Bupati Klaten Terjaring OTT Tiba di Gedung KPK Jakarta
Indonesia
Bupati Klaten Kena OTT KPK, Wabup Yulindha Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Pemkab menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan ditangani KPK.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Bupati Klaten Kena OTT KPK, Wabup Yulindha Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Indonesia
Nusron Wahid Mangkir Panggilan Kedua, KPK Kaji Strategi Jemput Paksa
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dua kali mangkir dari panggilan KPK kasus korupsi pertanahan. KPK buka peluang jemput paksa dan telah sita Rp 106,3 Miliar!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Nusron Wahid Mangkir Panggilan Kedua, KPK Kaji Strategi Jemput Paksa
Indonesia
Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjaring OTT KPK, dari Reporter TV hingga Jadi Tersangka Suap
Dikenal sebagai salah satu tokoh politik muda di Jawa Tengah.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjaring OTT KPK, dari Reporter TV hingga Jadi Tersangka Suap
Indonesia
Bupati Klaten Tiba di Jakarta, Penyidik KPK Bawa Tong Diduga Berisi Duit Suap
Jumlahnya sampai saat ini mencapai Rp 1 miliar.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Bupati Klaten Tiba di Jakarta, Penyidik KPK Bawa Tong Diduga Berisi Duit Suap
Bagikan