Ngemil Enggak Selamanya Berbahaya Kok

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 05 Februari 2021
Ngemil Enggak Selamanya Berbahaya Kok

Ngemil ternyata bermanfaat bagi tubuh. (Foto: Pixabay/the5th)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NIATNYA sih diet, tapi enggak kuat kalau sudah melihat camilan di depan mata. Kalau sudah begini, timbul deh rasa-rasa bersalah setelah ngemil. Diet jadi semakin sulit karena ngemil menjadi salah satu larangan yang wajib dipatuhi. Jangan khawatir, tubuh sebenarnya butuh camilan untuk mengisi energi yang hilang setelah beraktivitas asalkan camilan yang dikonsumsi tetap tinggi serat dan rendah kalori.

Melansir dari blog.mercy.com, sebagian orang menghindari ngemil karena kebiasaan tersebut dianggap membuat tubuh semakin gemuk. Ngemil tetap bisa memberikan manfaat jika kamu bisa disiplin dalam memilih jenis makanan serta menetapkan jadwal rutin untuk ngemil. Simak ulasan berikut ini.

Baca juga:

Jangan Menggunakan Lip Balm Terlalu Sering

1. Mengontrol berat badan

Sebagai salah satu cara mengontrol berat badan. (Foto: Pixabay/stevepb)
Sebagai salah satu cara mengontrol berat badan. (Foto: Pixabay/stevepb)

Kata siapa ngemil akan selalu meningkatkan berat badan? Selama kamu memilih camilan sehat, dijamin diet akan terasa lebih menyenangkan. Ngemil camilan sehat seperti sayur dan buah justru bisa mengontrol berat badan. Dengan mengonsumsi makanan yang rendah kalori di jam ngemil, kamu tetap bisa mengontrol seberapa banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh setiap hari.

2. Terhindar dari penyakit lambung

Mencegah penyakit lambung. (Foto: Pixabay/nastya_gepp)
Mencegah penyakit lambung. (Foto: Pixabay/nastya_gepp)

Bagi penderita penyakit lambung, sulit rasanya untuk memulai defisit kalori. Tetapi kamu bisa mencoba diet dengan tetap ngemil sehat demi menjaga kesehatan lambung. Pssttt... Ada berbagai camilan sehat yang justru bisa menyembuhkan penyakit lambung seperti yoghurt, apel, ubi, brokoli, dan oatmeal lho. Yuk dicoba!

Baca juga:

5 Tanda Hand Sanitizer Tidak Efektif

3. Mencegah stres

Terhindar dari stres. (Foto: Pixabay/RobinHiggins)
Terhindar dari stres. (Foto: Pixabay/RobinHiggins)

Terlalu memikirkan defisit kalori berisiko membuat stres. Apalagi jika kamu sudah berusaha diet ketat tetapi timbangan tak kunjung turun juga. Solusinya adalah dengan defisit kalori sambil ngemil. Usahakan untuk disiplin dalam memilih bahan-bahan makanan yang tinggi serat dan rendah kalori baik untuk makan besar mau pun camilan. Dengan begitu tubuh akan merasa kenyang lebih lama.

4. Tambahan energi

Mengganti energi yang hilang. (Foto: Pixabay/EliasSch)
Mengganti energi yang hilang. (Foto: Pixabay/EliasSch)

Seringkali tubuh kekurangan asupan gizi hanya karena menghindari camilan. Padahal di saat-saat tertentu ketika kamu melakukan aktivitas yang lebih berat dari biasanya, tubuh justru membutuhkan makanan tambahan untuk mengisi energi yang terkuras. (mar)

Baca juga:

5 Cara Hindari Kanker Kulit

#Diet #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan