Kesehatan

5 Cara Hindari Kanker Kulit

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 05 Februari 2021
5 Cara Hindari Kanker Kulit

Lakukan langkah pencegahan untuk terhindar dari kanker kulit. (foto: pixabay/miapowter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TINGGAL di negara tropis dengan sinar matahari setahun penuh, membuat kita memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker kulit. Menurut WHO, kanker kulit mengalami peningkatan selama beberapa dekade terakhir. Pengidap kanker kulit meningkat sangat terkait dengan kegiatan di luar ruang di mana paparan matahari bisa mengenai kulit secara langsung.

Paparan sinar matahari yang berlebihan dinyatakan sebagai penyebab yang mendasari munculnya berbagai teori mengenai bahaya paparan matahari untuk kulit, mata, dan sistem kekebalan tubuh. Para ahli percaya, empat dari lima kasus kanker kulit dapat dicegah, menurut para ahli kerusakan kulit akibat UV sebagian besar dapat dihindari.

Maka dari itu, WHO merekomendasikan berbagai macam tindakan pencegahan sederhana. Diadaptasi dari Program Sun Wise School, berikut beberapa tindakan preventif yang bisa kamu lakukan untuk meminimalkan risiko kanker berdasarkan rekomendasi Who.int (4/2).

BACA JUGA:

Hari Kanker Sedunia: Ladies, Jangan Takut Dulu dengan Kanker

1. Batasi Waktu Di Bawah Matahari

woman
Pukul 10.00-16.00 sinar UV paling berbahaya. (foto: 123RF/Askolds Berovskis)


Walau sudah menggunakan tabir surya, kamu tak bisa serta-merta bebas berkeliaran di bawah sinar matahari. WHO menyebutkan sinar UV paling berbahaya ada pada pukul 10.00 hingga pukul 16.00. Jika memungkinkan kurangi kegiatan di luar ruangan pada jam-jam tersebut.

2. Perhatikan UV Index

kanker kulit
Gunakan ponsel pintar untuk mengecek UV Index. (foto: 123RF/Gordana Sermek)


Sebelum memutuskan melakukan kegiatan di luar ruangan, ada baiknya kamu melakukan pencegahan terlebih dahulu dengan selalu rutin mengecek UV Index yang bisa dilihat dari ponsel pintar. Jika UV Index tercatat tinggi, ada baiknya gunakan perlindungan yang maksimal atau justru jangan keluar pada siang hari. Standar Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengategorikan indeks radiasi ultraviolet 11 atau lebih sebagai radiasi ultraviolet yang ekstrem sehingga membahayakan kesehatan.

3. Menggunakan Payung dengan Bijak

sun
Selalu proteksi kulit dari sinar matahari. (foto: pixabay/chezbeate)


Menggunakan payung saat matahari sedang terik-teriknya merupakan salah satu langkah preventif yang patut di apresiasi. Namun, benda-benda ini tidak memiliki proteksi yang cukup baik. Tetap gunakan tabir surya sebelum keluar ruangan.

4. Gunakan Pakaian yang Dapat Melindungi Kulit

kanker kulit
Pakai pakaian yang melindungi kulit. (foto: 123RF/Olga Yastremska)


Saat keluar ruangan topi jadi salah satu barang penting yang mampu melindungi area mata, kuping, dan wajahmu. Menggunakan kacamata hitam juga dapat membantu melindungi mata dari sinar UVA dan UVB. Tah hanya itu, menggunakan pakaian longgar dinilai lebih baik untuk melindungi kulit dari sinar matahari.

5. Tabir Surya Hukumnya Wajib

sunblock
Selalu pasang tabir surya. (foto: pixabay/chezbeate)


Sebelum keluar rumah, pastikan kamu menggunakan tabir surya dengan minimal SPF 15. kamu juga disarankan untuk kembali menggunakannya setelah dua jam sekali usai bekerja, berenang, dan kegiatan lainnya.(aru)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan