New Normal di Solo, Anak dan Pelajar Dilarang ke Mal dan Tempat Wisata

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 05 Juni 2020
New Normal di Solo, Anak dan Pelajar Dilarang ke Mal dan Tempat Wisata

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal melarang anak-anak dengan usia SMA/SMK ke bawah untuk pergi ke tempat-tempat keramaian seperti mal dan tempat wisata. Larangan tersebut akan diatur dalam peraturan wali kota (perwali) yang akan diterbitkan dalam waktu dekat untuk kesiapan pelaksanaan new normal.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, kebijakan larangan anak-anak dengan usia SMA/SMK ke bawah untuk pergi ke tempat-tempat keramaian ini didasari atas masukan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Anak-anak dan pelajar tersebut rawan tertular virus corona atau COVID-19.

Baca Juga:

PBNU Gembira Masjid Terapkan Protokol Kesehatan Saat Salat Jumat

"Larangan itu akan saya tuangkan dalam perwali tentang protokol kesehatan new normal di Solo. Jadi dengan adanya dasar hukum ini bagi yang melanggar bisa ditindak tegas," ujar Rudy, Jumat (5/6).

Rudy mengatakan, dalam perwali tersebut, anak-anak dan pelajar dilarang untuk masuk mal atau pasar, toserba, tempat wisata atau tempat bermain. Tujuan larangan itu tidak lain untuk melindungi anak dari virus corona.

 Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memberikan pembinaan pada puluhan kepala sekolah untuk persiapan menyambut new normal, Selasa (2/6). (MP/Ismail)
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memberikan pembinaan pada puluhan kepala sekolah untuk persiapan menyambut new normal, Selasa (2/6). (MP/Ismail)

"Termasuk nanti sekolah juga bisa saja dibuka bulan Desember atau Januari. Jangan sampai seperti di Korea, masuk sekolah ditutup lagi karena ada yang terpapar Covid-19," ungkapnya.

Terkait larangan ke pusat keramaian, Rudy menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri dan satpol PP yang nanti akan melakukan patroli rutin dan razia gabungan. Kalau menemukan ada yang melanggar maka akan dikenai sanksi.

Baca Juga:

Selama Masa Transisi, Anies Minta Warga Tetap Tak Keluar Rumah

"Sanksinya hanya berupa sanksi sosial. Jadi nanti kalau misal ada anak-anak nongkrong di mal, ya akan dibawa petugas ke kantor Satpol PP dilakukan pembinaan dan pulangnya dijemput orang tuanya," kata dia.

Ia menambahkan, penegakan sanksi juga bisa diberlakukan bagi warga yang nekat berkerumun di tempat umum untuk alasan apa pun termasuk olahraga bersepeda atau tempat fitnes. Perwali akan disahkan pekan depan saat new normal di Solo mulai diterapkan. (Ism)

Baca Juga:

DPR Nilai PSBB Masa Transisi DKI Jadi Contoh Penanganan COVID-19 Secara Terukur

#Kota Solo #Virus Corona
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Pihaknya optimis dengan upaya-upaya ini dapat memperkuat citra Kota Solo sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan antar umat beragama.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Indonesia
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Lokasi apel yang tidak biasa ini dipilih sebagai simbol bahwa persoalan sampah di Kota Surakarta adalah tantangan nyata yang harus ditangani serius.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Indonesia
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Sekda Kota Solo tegaskan pemotongan TKD bersifat sementara dan akan disesuaikan kembali mengikuti perkembangan ekonomi nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Oktober 2025
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Indonesia
UEA Resmi Hibahkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Senilai Rp 417,3 Miliar ke Pemkot Solo
RS Kardiologi dibangun menggunakan dana hibah UEA nilai mencapai Rp 417,3 miliar atau setara USD 25 juta saat pemerintahan Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka.
Frengky Aruan - Selasa, 30 September 2025
UEA Resmi Hibahkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Senilai Rp 417,3 Miliar ke Pemkot Solo
Indonesia
Rudy Jabat Plt DPD PDIP Jateng, Teguh Gantikan Jadi Ketua PDIP Solo
“Dalam rapat yang digelar Jumat malam dihadiri anggota dewan, Pengurus DPC dan PAC, saya dipilih menjadi Plt Ketua DPC PDIP Kota Solo menggantikan FX Hadi Rudyatmo yang ditunjuk Ketum Megawati Soekarnoputri menjadi Plt Ketua DPD PDIP Jateng,” kata Teguh
Frengky Aruan - Sabtu, 23 Agustus 2025
Rudy Jabat Plt DPD PDIP Jateng, Teguh Gantikan Jadi Ketua PDIP Solo
Indonesia
501 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Solo Dapat Remisi
Remisi ini dapat mengurangi angka penghuni di Rutan Kelas 1 Surakarta.
Frengky Aruan - Selasa, 19 Agustus 2025
501 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Solo Dapat Remisi
Indonesia
Rumah Kecil Pahlawan Nasional Slamet Riyadi Memprihatinkan, DPRD Solo Ajukan Dana Revitalisasi APBD
Rumah kecil Slamet Riyadi terakhir direhab tahun 1937.
Frengky Aruan - Senin, 18 Agustus 2025
Rumah Kecil Pahlawan Nasional Slamet Riyadi Memprihatinkan, DPRD Solo Ajukan Dana Revitalisasi APBD
Indonesia
SDN Masih Kurang Siswa, DPRD Solo Pertanyakan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD
Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto mengatakan sampai saat ini mendapatkan penjelasan resmi terkait mekanisme seleksi, rekrutmen siswa, kurikulum, hingga dampak terhadap keberadaan SD reguler yang sudah eksis di Kota Solo.
Frengky Aruan - Jumat, 25 Juli 2025
SDN Masih Kurang Siswa, DPRD Solo Pertanyakan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD
Indonesia
Terlempar dari Daftar 10 Besar Kota Toleransi, Walkot Solo: Kami Sedang Menyusun Perda
Pemkot Solo akan membuat program supaya Solo masuk lima besar kota paling toleransi di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Mei 2025
Terlempar dari Daftar 10 Besar Kota Toleransi, Walkot Solo: Kami Sedang Menyusun Perda
Indonesia
Demo Hari Buruh Internasional Solo, Massa Soroti Gelombang PHK Massal
Massa mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tidak prorakyat.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Mei 2025
Demo Hari Buruh Internasional Solo, Massa Soroti Gelombang PHK Massal
Bagikan