New Normal, Debitur Mulai Percaya Diri Bayar Utang
Ilustrasi Uang. (Foto: Antara).
MerahPutih.com - Permintaan restrukturisasi dari debitur kepada perbankan atau lembaga keuangan mulai mereda seiring dengan penerapan normal baru atau new normal. Para penguasaha atau orang pribadi yang memiliki utang pada lembaga keuangan mulai percaya diri membayar cicilan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana menyebutkan pada setiap pekan, perbankan melaporkan bahwa restrukturisasinya mulai melandai seiring dengan dimulainya penerapan new normal yang dilakukan sejak awal Juni.
Baca Juga:
Alasan Baleg Tarik RUU PKS Dari Pembahasan
Selain itu, sudah banyak debitur yang justru membatalkan permintaan restrukturisasinya karena merasa telah mampu memenuhi kewajibannya. Artinya, jika pelonggaran PSBB memberikan nilai positif pada para debitur.
Data 22 Juni 2020, menunjukan restrukturisasi yang dilakukan oleh perbankan telah mencapai Rp695,34 triliun yaitu terdiri dari Rp307,8 triliun sektor UMKM dan Rp387,52 triliun sektor nonUMKM.
Perbankan, kata ia masih optimis bahwa kredit tetap dapat tumbuh positif hingga mencapai 4 persen sejalan dengan penerapan normal baru yang menyebabkan permintaan kredit mulai meningkat karena sektor riil mulai tumbuh.
Baca Juga:
Pedagang Tanah Abang Tak Tahu Aturan Anies
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Pejabat Otoritas Bursa dan Keuangan Mundur, Ini Kata Pengamat
Susul Dirut BEI, Mahendra Siregar dan Sejumlah Petinggi OJK Mengundurkan Diri
Keseruan Fun Mini Soccer Konten Kreator Dukung Jersey Produk UMKM Lokal
DPR Tagih Janji OJK Buat Perizinan Selevel Platform Global
Biaya Admin E-Commerce Bagi UMKM Bakal Diatur, Dilarang Juga Utamakan Produk Impor
Scam dan Fraud Marak, DPR Desak OJK Perkuat Sistem Pengawasan
Bareskrim Naikkan Status Perkara Gagal Bayar PT Dana Syariah Indonesia ke Penyidikan
Rakernas I PDIP: Prananda Prabowo Gagas Balai Kreasi untuk Berdayakan UMKM Lokal
TVRI Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026, Cak Imin Nilai Bisa Jadi Penggerak Ekonomi UMKM