Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Nekat Pergi ke Zona Merah, Satu Keluarga Positif Corona

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 14 April 2020
Nekat Pergi ke Zona Merah, Satu Keluarga Positif Corona

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa (ANTARA/Hery Sidik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gara-gara nekat ke daerah zona merah, satu keluarga di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta DIY positif virus Corona. Satu keluarga yang terdampak adalah ayah (53 tahun), ibu (50 tahun), dan anak (22 tahun)

Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul Sri Wahyu Joko Santoso menjelaskan, kejadian ini bermula saat sang ayah berobat ke Jakarta karena menderita suatu penyakit.

Baca Juga:

Dapat Donasi Rp196 Miliar, Pemerintah Mulai Lakukan Pemeriksaan 27 Ribu Sampel Pakai PCR

Tak beberapa lama kemudian, sang istri turut menyusul ke Jakarta untuk merawat suaminya. Kemudian sang anak juga turut pergi ke Jakarta. Kepergian sang ayah terjadi saat virus corona sudah merebak di ibu kota.

"Mereka kemudian pulang ke Bantul dan tidak berapa lama kemudian merasakan gejala COVID-19 seperti demam, batuk, dan meriang," jelas Sri Wahyu yang biasa disapa Dokter Oki.

Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 di gedung bekas Puskesmas Bambanglipuro Bantul, DIY (Foto Humas Bantul)
Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 di gedung bekas Puskesmas Bambanglipuro Bantul, DIY (Foto Humas Bantul)

Mereka kemudian melakukan pemeriksaan di Jogjakarta International Hospital (JIH), Kabupaten Sleman. Pemeriksaan yang dilakukan adalah sampel darah serta tes swab. Sang ayah pun sempat dirawat di rumah sakit tersebut.

Usai dinyatakan positif kedua, ketiganya dipindahkan ke ke Rumah sakit Panembahan Senopati Bantul dan PKU Muhammadiyah Bantul. Belum didapat data rinci kapan ketiganya pulang dari Jakarta.

Oki pun tak bosan-bosannya mengingatkan kepada warga untuk tidak berpergian keluar daerah terutama ke zona merah. Selain itu, para perantau juga dihimbau untuk tidak mudik pulang kampung.

Baca Juga:

NASA Hadirkan Pelatihan Astronot Online di Tengah Pandemi Corona

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih menegaskan bahwa hingga saat ini kasus positif yang ditemukan masih berhubungan dengan kasus di luar daerah. Di mana pasien positif memiliki riwayat perjalanan dari luar Wilayah DIY atau luar negeri.

Catatan tim Gugus Tugas Convid-19 DIY, orang dalam pemantauan (ODP) di DIY hingga Senin (13/4) mencapai 3.364 orang.

Selanjutnya, total pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah diperiksa terkait dengan COVID-19 (dengan swab) tercatat 527 orang.

Dari jumlah PDP tersebut, 194 orang dinyatakan negatif corona dengan 9 di antaranya meninggal. Sementara 55 orang positif di mana 17 orang di antaranya sembuh dan enam meninggal. Sedangkan yang masih menunggu hasil 278 orang dengan 11 di antaranya telah meninggal. (Teresa Ika)

Baca Juga:

Anies Tak Akan Tindak Pengendara Roda Dua Bawa Penumpang Satu Alamat KTP

#Yogyakarta #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Presiden Prabowo Subianto mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan di DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Untuk relasi Gambir–Yogyakarta, tersedia KA tambahan kelas eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 05.15 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.11 WIB, serta keberangkatan pukul 17.15 WIB dan tiba pukul 00.43 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Bagikan