NasDem Ungkap Alasan Menonaktifkan Zulfan Lindan

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 13 Oktober 2022
NasDem Ungkap Alasan Menonaktifkan Zulfan Lindan

Anggota Komisi VII DPR RI Zulfan Lindan Foto : Hendra/mr/ DPR RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - DPP Partai NasDem resmi menonaktifkan Zulfan Lindan dari jajaran pengurus partai. Penonaktifan Zulfan Lindan tertuang dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Sekjen Partai NasDem Johnny Plate.

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengungkapkan alasan partainya menonaktifkan Zulfan Lindan. Menurutnya, alur pikiran Zulfan telah keluar dan tidak segaris dengan NasDem.

Baca Juga

Partai NasDem Nonaktifkan Zulfan Lindan

“Iya karena alur pikiran yang bersangkutan dan segmen segmennya sudah tidak segaris dengan platform partai itu yang paling prinsip,” kata Willy kepada wartawan, Kamis (13/10).

Zulfan sebelumnya menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan antitesa dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). NasDem diketahui telah mendeklarasikan Anies sebagai capres 2024.

Baca Juga

Bestari Barus Bilang Hasto tidak Suka dengan NasDem dan Anies

Willy menjelaskan, apa yang disampaikan Zulfan kontraproduktif. Pasalnya, NasDem sendiri sampai saat ini masih mempunyai garis yang jelas terhadap pemerintahan Jokowi.

“Karena partai NasDem kita punya garis yang jelas terhadap pemerintahan Pak Jokowi terhadap garis politik lain,” ujarnya.

Dengan demikian, kata Willy, alasan partainya menonaktifkan Zulfan dari jabatan Ketua DPP lantaran khawatir dapat merusak citra NasDem.

“Sekarang dinonaktifkan sebagai Ketua DPP. Yang kedua tidak boleh memberikan statement dan hadir di forum manapun mengatasnamakan partai,” pungkasnya. (Pon)

Baca Juga

PAN Ogah Ikut Campur soal Desakan Jokowi Reshuffle Menteri dari NasDem

#Partai Nasdem #Anies Baswedan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah soal isu merger dengan NasDem. Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, yang juga menjelaskan ada politisi yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Bagikan