Nasdem Sentil PDIP: Kalau Mau Revisi UU Pemilu Ya Total!

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 25 Februari 2021
Nasdem Sentil PDIP: Kalau Mau Revisi UU Pemilu Ya Total!

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota DPR Fraksi Partai Nasdem Willy Aditya menegaskan, konsistensi partainya dalam pembahasan Rancangan Undang-undang tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu). Hal tersebut disampaikan Willy menyikapi langkah sejumlah parpol koalisi pemerintah di DPR yang mengusulkan untuk kembali membuka opsi RUU Pemilu namun tidak mengubah jadwal pilkada.

"Kalau Nasdem prinsipnya kemarin untuk menjaga keutuhan koalisi ya konsisten, kalau tidak revisi ya tidak sama sekali. Kalau mau revisi ya revisi total seperti usungan komisi II. Jangan mempermainkan aspirasi rakyat," kata Willy kepada wartawan, Kamis, (25/2).

Baca Juga:

PPP Nilai UU Pemilu Tidak Perlu Direvisi

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR ini menagih konsistensi para parpol di DPR yang sebelumnya menolak untuk membahas RUU Pemilu dengan sejumlah alasan.

"Kemarin alasannya ini undang-undang belum di jalankan, harus konsisten dong. Kalau Nasdem sudah mengambil keputusan, ya itu lah konsistensi yang dibutuhkan," ujarnya.

Anak buah Surya Paloh ini memastikan, sikap partainya yang mengedepankan persatuan dan keutuhan koalisi dalam pembahasan RUU Pemilu. "Kalau kita kemudian lari-lari kecil itu kan namanya lucu-lucuan saja mempermainkan rakyat itu namanya," tegasnya.

Ilustrasi Pilkada
Ilustrasi Pilkada. (Foto: Antara)

Willy kembali mengingatkan, alasan partainya kala itu setuju untuk membahas RUU pemilu. Menurutnya, keinginan Nasdem untuk membahas RUU Pemilu lantaran ingin mematangkan demokrasi.

"Tapi sejauh ini kita ikut apa yang diminta oleh pemerintah, tidak perlu revisi ya tidak. Kemarin kita kenceng minta revisi yang lain tidak mau. Ini kan kadang-kadang yang kaya gini. Kita harus jaga saling hormat dan harus pro satu sama yang lain, itu kan inisiasi bersama revisi ini," pungkasnya.

Baca Juga:

Alasan PAN Tolak Revisi UU Pemilu

Sebelumnya, sejumlah parpol koalisi pemerintahan mendadak kembali membuka opsi untuk melakukan revisi UU Pemilu. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan mendukung kembali dilanjutkanya revisi namun tanpa mengubah jadwal Pilkada. (Pon)

#NasDem #Partai Nasdem #Pemilu #Pilkada Serentak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Viral Surat Pemakzulan Wapres Gibran, Bos-Bos Senayan Heboh Cari Klarifikasi!
Pimpinan DPR gempar usai beredarnya draf pemakzulan Wapres Gibran berpelat NasDem. Saan Mustopa janji cek keaslian surat!
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
Viral Surat Pemakzulan Wapres Gibran, Bos-Bos Senayan Heboh Cari Klarifikasi!
Indonesia
NasDem Bantah Gagas Pemakzulan Wapres Gibran, Belum Ada Arahan Surya Paloh Mungkin Dibahas di Fraksi
Beredar dokumen pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka berpelat Fraksi NasDem di DPR. Simak penjelasan detailnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
NasDem Bantah Gagas Pemakzulan Wapres Gibran, Belum Ada Arahan Surya Paloh Mungkin Dibahas di Fraksi
Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Dunia
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Seusai menang besar dalam pemilu di negara bagian Sachsen-Anhalt, Jerman bagian timur, partai kanan ekstrem Alternatif untuk Jerman (Alternative Fur Deutschland/AfD) kini mengincar kemenangan dalam pemilu federal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Bagikan