Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Isu Banteng Vs Celeng Berpotensi Digoreng Lawan Politik PDIP Sampai Kering

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 13 Oktober 2021
Isu Banteng Vs Celeng Berpotensi Digoreng Lawan Politik PDIP Sampai Kering

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memantau percepatan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Grobogan, Rabu (13/10). ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bursa pencalonan presiden di internal PDI Perjuangan (PDIP) sudah ramai meski Pilpres 2024 masih jauh. Persaingan secara tak langsung kerap terjadi antara Ketua DPR RI Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Narasi banteng versus celeng muncul di tengah memanasnya internal PDIP. Hal itu bermula dari langkah Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo Albertus Sumbogo mendeklarasikan diri siap mendukung Ganjar Pranowo maju Pilpres 2024.

Baca Juga

Kader PDIP Berhak Dukung Ganjar Meski Tidak Direstui Megawati

Merespons deklarasi itu, Ketua DPD PDIP Jateng Bambang 'Pacul' Wuryanto menyebut soal banteng dan celeng. Ia menegaskan, PDIP adalah partai yang mengikuti satu arahan dari pimpinan. Seluruh kader wajib mengikuti aturan dari ketua umum.

Bambang menyebut oknum kader PDIP yang mendeklarasikan capres mendahului arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah keluar dari barisan. Untuk itu, pimpinan dari oknum tersebut harus memberikan sanksi.

Kemudian Bambang bicara sebuah adagium yang ada di partai berlogo banteng moncong putih itu. Menurutnya, kader yang keluar dari barisan bukanlah banteng, melainkan celeng.

Pengamat politik Karyono Wibowo menilai perseteruan antara Bambang Pacul dan pendukung Ganjar kontraproduktif. Menurutnya, hal tersebut akan merugikan PDIP. Apalagi, konflik tersebut dipertontonkan terbuka di media massa.

"Ini dapat dimanfaatkan oleh lawan politik PDIP dan bisa digoreng sampe kering isu ini," kata Karyono saat dihubungi MerahPutih.com, Rabu (13/10).

Seluruh kader PDIP, kata Karyono, harus memiliki kesamaan visi dalam menyongsong Pemilu 2024. Pemilu 2024 harus dipandang sebagai pertarungan ideologis bukan sekadar pertarungan kekuasaan.

Paradigma kader dan pimpinan PDIP terhadap Pilpres 2024, jangan semata-mata hanya sekedar pertarungan kekuasaan, tetapi pertarungan untuk mewujudkan cita-cita ideologi dan memenangkan aspirasi rakyat.

"Kalo paradigmanya itu, ada kearifan dan kebijaksanaan, maka syaratnya kemudian adalah kasih ruang yang sama kepada putra putri terbaik yang ada di PDIP," ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memimpin Rapat Evaluasi Penanganan COVID-19 di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (11/10). ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memimpin Rapat Evaluasi Penanganan COVID-19 di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (11/10). ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng

Dengan begitu, kata Karyono, kader-kader terbaik PDIP akan turun ke masyarakat, membuat terobosan untuk memajukan negara dan mensejahterakan rakyat, sehingga mengharumkan nama partai besutan Megawai Soekarnoputri tersebut.

"PDIP seharusnya lebih mementingkan aspek platfrom perjuangan berlandaskan pada ideologi partai. Kalau paradigmanya dalam memandang Pilpres itu sekedar kekuasaan maka yang terjadi adalah ego," kata dia.

"Saya kira jika paradigmanya seperti itu ada kearifan, nah baru bicara siapa yang paling layak (jadi capres)," sambung Karyono.

Untuk itu, ia mengingatkan agar elite PDIP tidak mengunci satu nama untuk dijadikan tokoh nasional dalam kontestasi politik 2024. Konsekuensinya, jika respons pasar rendah terhadap satu nama tersebut maka yang rugi adalah PDIP sendiri.

"Nantinya PDIP akan kalah pilpres dan legislatif. Harapan untuk menang hattrick buyar. Biarkan bunga itu tumbuh mengharumkan semerbak bangsa. Jadi siapa figur yang paling banyak didukung oleh masyarakat itu terserah masyarakat," ujarnya.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute ini melanjutkan, untuk menentukan figur yang potensial memenangkan Pilpres parameternya adalah hasil survei. Pasalnya, prefrensi masyarakat terhadap capres dan cawapres itu dipotret melalui suvei.

"Kalau memang si A yang paling banyak dipilih masyarakat, si B harus legowo, jadi syaratnya harus legowo. Figur dengan elektabelitas partai itu sangat memiliki keterkaitan erat, mempunyai korelasi antara figur dengan elektebelitas partai," imbuhnya.

Berkaca dari pengalaman, figur Jokowi mampu mendongkrak suara PDIP pada Pemilu 2014. Tak hanya figur Jokowi, Tri Rismaharini juga dianggap sukses memimpin Surabaya dan itu berdampak positif terhadap elektoral PDIP.

"Jadi rumusnya itu, tebarkan kebaikan biarkan kader itu turun ke masyarakat untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat, partai dan negara," kata dia.

Karyono meyakini, Megawati Soekarnoputri akan sangat hati hati dalam membuat keputusan tentang siapa calon presiden yang akan diusung oleh PDIP. Megawati, kata Karyono, sudah teruji membawa PDIP dan Jokowi dua kali berturut-turut memenangkan Pileg dan Pilpres.

"Ibu Mega tentu ingin memiliki legacy di usianya yang sudah lanjut. Beliau sudah banyak berkiprah di republik ini sejak di DPR, wakil presiden, presiden kemudian jadi playmaker ketua umum partai yang memenangkan Pilpres dua kali berturut turut. Saya yakin ingin memiliki legacy hattrick memenangkan Pileg dan Pilres 2024," tutup Karyono. (Pon)

Baca Juga

Ganjar Pranowo Sulit Didukung PDIP karena Masih Dikuasai Trah Soekarno

#PDIP #Ganjar Pranowo #Karyono Wibowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Di Harlah PKB Prabowo Sebut PDIP ; Hatinya Sebetulnya Sama Dengan Kita
Seluruh partai politik dan elemen bangsa pada dasarnya memiliki cita-cita yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 Juli 2026
 Di Harlah PKB Prabowo Sebut PDIP ; Hatinya Sebetulnya Sama Dengan Kita
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ajak Publik Berani Bersuara
Menyebut sejarah mungkin tidak pernah berulang secara persis, tapi polanya sering kali memiliki irama yang senada (rhyme).
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ajak Publik Berani Bersuara
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
PDIP kirim surat setelah adanya pernyataan dari petinggi BGN yang menyebut hampir seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
Indonesia
BBHAR PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik terkait Tudingan Kerusuhan Agustus
Gugatan tersebut diajukan setelah pihaknya terlebih dahulu menempuh mekanisme penyelesaian sengketa pers melalui Dewan Pers.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
BBHAR PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik terkait Tudingan Kerusuhan Agustus
Indonesia
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka, PDIP: kalau OTT, ya Langsung Dipecat
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus mengatakan partainya memiliki aturan yang jelas terhadap kader yang tertangkap melalui OTT.
Dwi Astarini - Minggu, 12 Juli 2026
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka, PDIP: kalau OTT, ya Langsung Dipecat
Indonesia
Puan Tegaskan Sikap PDIP Tidak Abu-Abu, Jelas!
Partai politik yang berada di barisan pemerintah menghormati semua pendapat dan pandangan yang berbeda. Karena itu, dia menilai posisi PDIP sebaiknya harus jelas.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Puan Tegaskan Sikap PDIP Tidak Abu-Abu, Jelas!
Indonesia
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
PDIP tidak akan ikut mengomentari ataupun mencampuri urusan internal partai politik lain.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
Indonesia
PKB Tepis Tudingan Deddy Sitorus PDIP, Sebut Koalisi Kompak dan Solid
Partai-partai yang tergabung dalam koalisi saat ini tengah bekerja keras untuk memastikan berbagai program pemerintah berjalan sesuai harapan masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
PKB Tepis Tudingan Deddy Sitorus PDIP, Sebut Koalisi Kompak dan Solid
Bagikan