Nama-Nama 13 Bakal Calon Rektor UI, 4 dari Eksternal

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 23 Agustus 2024
Nama-Nama 13 Bakal Calon Rektor UI, 4 dari Eksternal

13 bakal calon Rektor UI (ANTARA/ Foto: Humas UI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sebanyak 13 nama bakal calon rektor Universitas Indonesia (UI) lolos proses seleksi Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR)

Mereka yang lolos terdiri 9 orang yang berasal dari internal UI dan 4 orang lainnya berasal dari luar UI. Nama-nama itu telah diserahkan P3CR kepada panitia khusus (Pansus) Pemilihan Rektor dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI.

“Proses penjaringan dimulai dengan pendaftaran 17 bakal calon Rektor UI," kata Ketua P3CR UI Prof Dr Sigit Pranowo Hadiwardoyo di Kampus UI Depok, dilansir Antara, Jumat (23/8).

Ke-13 nama calon rektor UI itu yang berasal dari internal adalah Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N, dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), Prof Dr Ari Fahrial Syam dari Fakultas Kedokteran (FK), Prof Dr Ario Sunar Baskoro dari Fakultas Teknik (FT), Prof Dr Heri Hermansyah.

Baca juga:

72 Tahun yang Lalu Universitas Indonesia Memulai Perkuliahannya

Lalu, ada nama Prof Kemas Ridwan Kurniawan dari FT, Padang Wicaksono, Ph.D., dari Program Pendidikan Vokasi, Prof Dr. Riri Fitri Sari, dari FT, Prof Dr Ibnu Hamad dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Teguh Dartanto, Ph.D., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Sedangkan, bakal calon rektor dari luar UI adalah Dr. Ir. H Baskoro Abie Pandowo dari PT PUCO, Dr Iwan Adhicandra dari Universitas Bakrie, Prof Khreshna Imaduddin Ahmad Syuhada dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Prof Dr Yuwono, pensiun PNS Dosen Universitas Sriwijaya.

Sementara itu, Ketua MWA UI Dr (H.C.) K.H. Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, mengatakan ke-13 bakal calon rektor ini nantinya menjalani serangkaian asesmen yang dilakukan lembaga profesional, kredibel, dan independen yang telah ditentukan dan dipilih MWA UI.

Proses ini, lanjut Yahya, bertujuan untuk mengerucutkan jumlah calon menjadi 7 bakal calon rektor. MWA UI juga telah menyiapkan beberapa tahapan seleksi lebih lanjut untuk memilih tiga bakal calon rektor dan akhirnya terpilih Rektor UI yang baru melalui proses voting oleh MWA UI.

Baca juga:

Harta Rektor UI Meroket Rp 34 Miliar

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam proses ini dan berharap agar pemilihan Rektor UI yang baru dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa UI ke arah yang lebih baik,” ujar Gus Yahya. (*)

#Universitas Indonesia #Rektor #UI
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Indonesia
Jadwal Lengkap SIMAK UI 2026, Impian Pakai Jaket Kuning Belum Pupus Meski Gagal SNBT
Universitas Indonesia membuka jalur mandiri 2026 lewat SIMAK UI, SJP, PPKB, dan KKI. Catat jadwal pendaftaran, ujian, pengumuman, serta syarat peserta.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Jadwal Lengkap SIMAK UI 2026, Impian Pakai Jaket Kuning Belum Pupus Meski Gagal SNBT
Indonesia
UI Luluskan Mahasiswa Doktor Program Double Degree Pertama Kedokteran Gigi
Melalui promosi doktor ini, FKG UI menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu kedokteran gigi yang adaptif terhadap perkembangan bioteknologi.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
UI Luluskan Mahasiswa Doktor Program Double Degree Pertama Kedokteran Gigi
Indonesia
Kemendiktisaintek Diminta Rombak Total Aturan Kekerasan Seksual Kampus Buntut Dosen Garap Mahasiswa Hingga Pelecehan Verbal di UI
Habib Syarief menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan aksi asusila terus merusak marwah dunia pendidikan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 April 2026
Kemendiktisaintek Diminta Rombak Total Aturan Kekerasan Seksual Kampus Buntut Dosen Garap Mahasiswa Hingga Pelecehan Verbal di UI
Indonesia
16 Mahasiswa Fakultas Hukum UI Diskors, Kasus Dugaan Pelecehan Digital Jadi Sorotan Polda Metro
Budi menegaskan kepolisian siap memproses hukum jika pihak korban memutuskan untuk menempuh jalur pidana
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
16 Mahasiswa Fakultas Hukum UI Diskors, Kasus Dugaan Pelecehan Digital Jadi Sorotan Polda Metro
Indonesia
Kampus Kekerasan Seksual di Berbagai Kampus Bermunculan, Kemendiktisaintek Wajib Lakukan Evaluasi
Penanganan kekerasan seksual tidak dapat dilakukan secara parsial dan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing kampus.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 April 2026
Kampus Kekerasan Seksual di Berbagai Kampus Bermunculan, Kemendiktisaintek Wajib Lakukan Evaluasi
Indonesia
Kasus FH UI Jadi Sorotan Publik, Puan: Kekerasan Seksual Harus Ditindak Tegas
Puan Maharani menegaskan tak boleh ada kekerasan seksual di kampus. Ia soroti kasus dugaan pelecehan di FH UI dan minta penanganan adil serta transparan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
Kasus FH UI Jadi Sorotan Publik, Puan: Kekerasan Seksual Harus Ditindak Tegas
Indonesia
Status Mahasiswa 16 Pelaku Pelecehan FHUI Nonaktif Hingga 1 Mei, UI Janji Bukan Sanksi Akhir
UI menetapkan penonaktifan akademik sementara terhadap 16 mahasiswa FHUI terduga pelaku kekerasan verbal selama periode 15 April hingga 30 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 April 2026
Status Mahasiswa 16 Pelaku Pelecehan FHUI Nonaktif Hingga 1 Mei, UI Janji Bukan Sanksi Akhir
Indonesia
Marak Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Desak Kemendiktisaintek Bertindak Tegas
Kasus pelecehan di UI jadi sorotan DPR. Habib Syarief mendesak pemerintah ambil langkah tegas dan reformasi sistem penanganan kekerasan seksual di kampus.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
Marak Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Desak Kemendiktisaintek Bertindak Tegas
Indonesia
Kasus Pelecehan FH UI, 16 Mahasiswa Dibekukan dan Dilarang Masuk Kampus
Universitas Indonesia menonaktifkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum terkait dugaan pelecehan seksual. Berlakukan larangan masuk kampus.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
Kasus Pelecehan FH UI, 16 Mahasiswa Dibekukan dan Dilarang Masuk Kampus
Indonesia
Buntut Kasus Dugaan Peleceha Seksual di FH UI, UU TPKS Harus Segera Masuk Kurikulum Pendidikan
Ia menolak keras praktik menyalahkan korban (victim blaming) yang seringkali memperparah trauma
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 April 2026
Buntut Kasus Dugaan Peleceha Seksual di FH UI, UU TPKS Harus Segera Masuk Kurikulum Pendidikan
Bagikan