Mutu Air Tanah Terancam karena Kebakaran Hutan

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 22 September 2021
Mutu Air Tanah Terancam karena Kebakaran Hutan

Air bersih di sekitar terjadinya kebakaran hutan, mengalami penurunan kualitas. (Foto: Pexels/Sourav Mishra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBAKARAN hutan bisa terjadi secara alamiah ataupun perbuatan manusia. Namun, ketika kebakaran itu berkali-kali melanda hutan, korban pertamanya bukanlah manusia, melainkan mutu air tanah. Demikian penelitian yang dilakukan oleh Environmental Protection Agency (EPA) tahun 2019.

Sumber penelitian lembaga itu berasal dari kebakaran yang selalu menimpa beberapa wilayah di Amerika. Dengan memanfaatkan data mulai dari tahun 1983. Kerusakan pada pohon, media tanam, satwa lokal, infrastruktur, sampai jatuhnya korban manusia, menjadi bayaran atas itu. Lebih dari itu EPA ternyata melihat bahwa terbakarnya hutan sangat berhubungan dengan turunnya derajat air tanah yang dipakai penduduk setempat.

Baca Juga:

Air Sulingan dan Jenis-jenis Pengolahan Air Minum

bakar
Lebih dari satu unsur bekas kobaran api bakal menuju ke dalam air tanah di lokasi sekitar hutan. (Foto: Unsplash/Fabian Jones)


Hasil penelitian itu memberikan hasil yang sangat mengkhawatirkan bagi kehidupan di lingkungan sekitar hutan, khususnya air. Sumber kehidupan manusia dan lingkungan ini dipastikan kehilangan kuantitas dan kualitasnya akibat kebakaran hutan berkelanjutan. Ini karena lebih dari satu unsur bekas kobaran api bakal menuju ke dalam air tanah di lokasi sekitar hutan.

Kemudian unsur sisa kebakaran itu akan bercampur bersama air dan mengalir ke sungai, danau, hingga waduk. Buruknya, minimnya tanaman yang hidup membuka peluang terjadinya erosi dan banjir oleh air hujan di hutan itu. Oleh karena itu, abu, sisa logam, sedimen, maupun nutrisi berjumlah banyak, berlanjut ke daerah aliran sungai (DAS).

Lalu, situasinya mulai berdampak kepada manusia, seperti air yang menjadi tidak layak minum, mengubah warna air di destinasi wisata air, dan mendorong ledakan populasi alga. Hasilnya, kualitas perairan juga mengalami kemerosotan drastis gara-gara kebakaran hutan itu.

Laman EPA menuliskan ada tantangan berat pada sistem utilitas air minum di wilayah yang hutannya terbakar. Mereka perlu mengembangkan strategi berupa gudang penyimpanan dan pengolahan terbarukan untuk meghindarkan dari air yang tercemar. Langkah ini merupakan antisipasi bila muncul kebakaran rimba yang tiba-tiba di masa yang akan datang.

Baca Juga:

Mengekstrak Air Bersih dari Udara, Solusi Krisis Air

bakar
Layanan pengolahan dan penyimpanan air saat ini tidak bisa mengakomodasi jumlah sedimen tertinggi ataupun terendah. (Foto: Unsplash/ilya kerig)


"Bagaimana kebakaran hutan mengubah jumlah air dan sedimen yang mengalir ke sungai? Jika seseorang menjadi pengelola air bersih di kota, sebaiknya dia yang paling peduli dengan perubahan besaran frekuensi dan waktu debit air serta sedimen yang ekstrem,” jelas Peneliti Post-Doctoral EPA, Dr. Mussie Beyene melalui laman EPA (13/08).

Bayene melanjutkan bahwa layanan pengolahan dan penyimpanan air saat ini tidak bisa mengakomodasi jumlah sedimen tertinggi ataupun terendah yang mengalir dari sungai pasca kebakaran. Dia bersama mitra peneliti lainnya, ahli Ekologi dari EPA, Dr. Scott Leibowitz, sudah mengecek data pra dan pasca kebakaran terhadap sungai di bagian barat Amerika.

Lokasi itu jadi opsi karena 65 persen pasokan air bersihnya berasal dari DAS hutan yang rentan terbakar. Sesudah kebakaran hutan, debit air bagian sungai barat mengalami peningkatan dari normalnya. Baik secara perlahan-lahan maupun meluap secara langsung.

Baca Juga:

Penyaringan Nanoteknologi, Inovasi yang Atasi Kekurangan Air Bersih

bakar
Terbakarnya hutan sangat berpengaruh pada sektor perairan. (Foto: Unsplash/Samuel Jerónimo)


Sayang, kualitas air sungai di daerah bagian itu, mempunyai endapan terlarang yang signifikan. Ini menjadi bukti bahwa terbakarnya hutan sangat berpengaruh pada sektor perairan di Amerika. Penelitian Beyene hanya satu dari seluruh proyek penelitian EPA.

Lembaga yang hadir sejak 1970 itu, melakukan penelitian terkait pola kebakaran hutan yang menjadi habitat hewan dan vegetasi, terhadap air sebagai kebutuhan pokok khalayak di negeri itu. Beruntung, mereka menemukan kiat melindungi mutu itu dengan mengatur kembali aliran sungainya melalui manajemen perairan.

Walau, ini hanya solusi sementara, karena kebakaran itu tidak akan berhenti kecuali ada kesadaran melindungi sumbernya supaya peristiwa serupa dapat dicegah. Jadi, bukan hanya hutan saja yang lestari, melainkan sumber air tanahnya juga terjaga. (Bed)

Baca Juga:

Kenali Sejumlah Penyebab Krisis Air Global

#Lipsus Bulan September #Kebakaran Hutan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
180 Personel Militer dan Heli CH-47 Chinook Jepang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Helikopter tersebut juga merupakan salah satu bantuan yang dikirim pemerintah Jepang kepada pemerintah Indonesia untuk menangani karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
180 Personel Militer dan Heli CH-47 Chinook Jepang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Dunia
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Peningkatan polusi udara akibat kebakaran hutan dan gelombang panas dapat menghambat upaya global memperbaiki kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Indonesia
Polisi Tetapkan 138 Tersangka Pembakar Hutan dan Lahan, Ada Sengaja Membakar dan Lalai
Penegakan hukum dapat menggunakan sejumlah ketentuan peraturan perundang-undangan, antara lain aturan mengenai kawasan hutan, perkebunan, serta perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Polisi Tetapkan 138 Tersangka Pembakar Hutan dan Lahan, Ada Sengaja Membakar dan Lalai
Indonesia
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan warga sekaligus menghambat aktivitas pendidikan, transportasi, hingga kegiatan ekonomi.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Indonesia
Kebakaran Gunung Semeru dan 4 Pegunungan di Jatim Makin Parah, Heli Pemadam Ngadat
Darurat karhutla Jawa Timur! Kebakaran Gunung Semeru makin meluas hingga ribuan hektare. Imbasnya, Kawah Ijen resmi ditutup. Cek update kondisi terkininya di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 04 September 2026
Kebakaran Gunung Semeru dan 4 Pegunungan di Jatim Makin Parah, Heli Pemadam Ngadat
Indonesia
Kebakaran di Kawasan Kawah Ijen Meluas, Jalur Pendakian Ditutup
Kebakaran hutan dan lahan telah merembet mendekati kawasan Pondok Bunder yang merupakan jalur pendakian menuju Kawah Ijen, sehingga jalur pendakian ditutup sementara.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Kebakaran di Kawasan Kawah Ijen Meluas, Jalur Pendakian Ditutup
Indonesia
Kemarau Semakin Panjang, MUI Serukan Warga Shalat Istisqa
Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) saat menghadapi musibah kekeringan yang berkepanjangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Kemarau Semakin Panjang, MUI Serukan Warga Shalat Istisqa
Indonesia
Hitungan Celios Dampak Kerugian Karhutla Capai Rp 123,1 Triliun, Izin Usaha Proyek PSN Perlu Dievaluasi
Celios juga memperkirakan dampak karhutla berpotensi mengurangi penerimaan negara dari pajak bersih daerah sekitar Rp 269,86 miliar akibat karhutla pada 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Hitungan Celios Dampak Kerugian Karhutla Capai Rp 123,1 Triliun, Izin Usaha Proyek PSN Perlu Dievaluasi
Indonesia
Heli Terlanjur Dikirim ke Kalimantan Cuma Andalkan Jalur Darat, Kebakaran Semeru Meluas 600 Hektar
Sejak helikopter water bombing dialihkan ke Kalimantan, penanganan karhutla Semeru menghadapi tantangan besar hanya bergantung jalur darat dan penyekatan.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Heli Terlanjur Dikirim ke Kalimantan Cuma Andalkan Jalur Darat, Kebakaran Semeru Meluas 600 Hektar
Indonesia
IGD di Pontinak Dipadati Warga Terkena Pneumonia Akibat Terpapar Asap Karhutla
Masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
IGD di Pontinak Dipadati Warga Terkena Pneumonia Akibat Terpapar Asap Karhutla
Bagikan