Kesehatan

Air Sulingan dan Jenis-jenis Pengolahan Air Minum

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 16 September 2021
Air Sulingan dan Jenis-jenis Pengolahan Air Minum

Air sulingan berbeda dengan air biasa. (Foto: Pexels/Sourav Mishra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERBICARA tentang air putih, ternyata banyak pilihannya lho. Ada air mineral dalam kemasan, sparkling water, tap water atau air keran, dan satu lagi air distilasi atau air suling. Tap water jika di negara-negara Eropa atau Amerika biasanya bisa langsung diminum, tapi di Indonesia biasanya air keran direbus terlebih dahulu hingga mendidih baru dikonsumsi.

Jenis air minum yang kurang umum bagi kamu bisa jadi air suling. Air minum jenis ini tidak jauh berbeda dari apa yang mengalir keluar dari keran dapurmu. Namun, air suling melewati proses yang membedakannya dari jenis H2O lain.

Baca Juga:

Senjata Rahasia Turunkan Berat Badan: Air

air
Proses penyulingan menghilangkan lebih dari 99,9 persen mineral yang larut dalam air. (Foto: cloudwaterfilters)

Air suling adalah uap dari air mendidih yang didinginkan dan dikembalikan ke wujud cairnya. Proses ini disebut penyulingan atau distilasi. Beberapa orang mengklaim air suling adalah air paling murni yang dapat kamu minum.

Semua air, tidak peduli apakah itu berasal dari mata air alami, sumur artesis, atau keran biasa, mungkin memiliki mineral, bakteri, pestisida, dan kontaminan lainnya dalam jumlah yang aman. Penyulingan membersihkan air dari semua kotoran itu. Namun, proses juga menghilangkan lebih dari 99,9 persen mineral yang larut dalam air.

Perbedaan jenis-jenis air minum adalah sebagai berikut:

1. Seperti namanya, tap water atau air keran adalah air yang keluar dari keran. Kemungkinan telah didesinfeksi dengan klorin, ditambah disaring untuk menghilangkan sedimen dan diolah dengan bahan kimia untuk menetralisir kotoran. Fluoride juga telah ditambahkan untuk mencegah kerusakan gigi.

2. Air saring adalah air keran yang telah dialirkan melalui penyaring untuk menghilangkan klorin (zat yang meningkatkan rasa) dan hal-hal lain seperti bakteri dan beberapa bahan kimia. Berbagai jenis filter menghapus hal yang berbeda. Teknik ini biasanya digunakan oleh perusahaan air dalam kemasan. Sebagianbesar air kemasan disaring dengan cara tertentu.

3. Air yang dimurnikan atau purified water adalah air yang pada dasarnya bebas dari mikroba dan bahan kimia. Hal ini dicapai dengan reverse osmosis (memaksa air melalui membran untuk menyingkirkan bahan kimia, mineral dan mikroba), ozonisasi (mendisinfeksi air menggunakan ozon daripada bahan kimia), atau distilasi. Untuk mendapatkan label purified water, air minum harus tidak mengandung lebih dari 10 bagian per juta dari total padatan terlarut untuk diberi label air murni.

4. Air suling adalah jenis air murni. Garam, mineral, dan bahan organik lainnya dihilangkan dengan mengumpulkan uap dari air mendidih.

Baca Juga:

Kenapa Sebagian Negara Masih Krisis Air Bersih?

Tingkat Keamanan Air Suling

air
Air suling atau distilasi biasa digunakan untuk mobil karena tidak membuat mesin berkarat. (Foto: 123RF/chaiketsiam)


Air suling aman untuk diminum. Namun, kamu mungkin akan merasa hambar. Itu karena mineral penting seperti kalsium, natrium, dan magnesium yang membuat air keran memiliki rasa yang familiar, sudah tidak ada. Yang tersisa hanyalah hidrogen dan oksigen dan tidak ada yang lain.

Air suling sangat ideal untuk saat kemurnian penting. Penggunaan umum meliputi:
- Rumah sakit membersihkan peralatan dengan air suling untuk membantu menghindari kontaminasi dan infeksi. Mesin dialisis ginjal menggunakan air ultra murni untuk menyaring limbah dari darah.
- Laboratorium menggunakan air suling karena tidak bereaksi dengan atau mempengaruhi keakuratan percobaan yang dilakukan.
- Jika air adalah bahan dalam pelembab, deodoran, atau sampo, hampir selalu air disuling yang digunakan.
- Air suling digunakan untuk mobil, karena kekurangan mineral, air suling tidak akan menimbulkan korosi pada bagian logam mesin atau mengganggu baterai.

Air suling juga bisa digunakan di rumah. Kamu bisa menggunakan air suling ini untuk memasak dan beberapa alasan lain, termasuk:
- Campurkan dengan susu formula jika bayi memiliki kekebalan yang lemah. Jika tidak, air keran tetap bisa digunakan.
- Isi air suling untuk humidifier CPAP jika kamu menggunakannya untuk sleep apnea. Banyak produsen merekomendasikan air suling untuk membuat kelembapan lebih tahan lama.
- Gunakan dengan neti pot untuk membersihkan sinus.
- Gunakan di setrika uap untuk mencegah noda pada pakaian dan penumpukan kerak pada setrika.
- Gunakan untuk keramas. Fluorida, klorin, dan zat tambahan lain dalam air dari keran dapat membuat rambut kusam.

Risiko pakai air suling

air
Jenis air ini juga dapat digunakan di rumah, misalnya untuk setrika uap. (Foto: 123RF/herraez)


Jika kamu memilih untuk mengonsumsi air suling, ketahui risikonya. Air suling kekurangan elektrolit seperti potasium dan mineral lain yang dibutuhkan tubuh. Jadi, kamu akan kehilangan sedikit mikronutrien ini jika hanya minum air suling.

Beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara air minum rendah kalsium dan magnesium dan kelelahan, kram otot, kelemahan, dan penyakit jantung. Juga, air suling mungkin tidak membantumu tetap terhidrasi dibanding jenis air lain.

Selain itu, air suling membutuhkan penyimpanan khusus. Air suling botolan yang belum dibuka dari toko pada dasarnya bertahan selamanya. Namun, hindarkan dari sinar matahari langsung. Dan setelah dibuka, pastikan untuk menutupnya dengan baik setelah digunakan. Kuman tertentu dapat tumbuh bahkan dalam air suling yang miskin nutrisi. (aru)

Baca juga:

Kenali Sejumlah Penyebab Krisis Air Global

#Kesehatan #Air Putih #Lipsus Bulan September
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan