Muncul Fenomena Rindu Soeharto, Ini Tanggapan Pengamat

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 29 Desember 2014
Muncul Fenomena Rindu Soeharto, Ini Tanggapan Pengamat

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Sebagian masyarakat Indonesia kembali merindukan sosok Presiden RI kedua  Soeharto. Kerinduan publik terhadap penguasa Orde Baru dipicu karena kondisi ekonomi saat ini  kurang baik serta adanya kegagalan dari cita-cita reformasi.

Kerinduan publik terhadap Jenderal bintang lima tercermin dengan munculnya kaos dan sticker  yang bergambar Soeharto. Kaos-kaos yang bertuliskan "Piye Kabare? Enak Jamanku To" mulai ramai  di dagangkan diberbagai pasar di seantoro Provinsi Jawa Tengah.

Di jagad dunia maya sendiri muncul akun twitter @SuaraCendana_RI. Akun tersebut bersama dengan  pengikutnya mendeklarasikan Komunitas Suara Cendana (KSC). Sejumlah tokoh nasional sebut saja  Mayjen Asril Hamzah Tanjung didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina. 

Sedangkan Putra mendiang  Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra melalui akun twitternya @TommySoeharto62  juga kerap  menuangkan ide bersama pengguna jejaring sosial untuk kembali membumikan ide gagasan dan  pikiran Presiden Soeharto.

Menanggapi hal tersebut, pemikir politik Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo  menilai kerinduan publik terhadap sosok Soeharto lebih disebabkan pada aspek stabilitas dan keamanan semata. 

"Publik tidak menggunakan pendekatan secara menyeluruh dan holistik," kata Karyono saat  dihubungi merahputih.com, Jakarta, Senin (29/12). 

Karyono yang juga mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) menambahkan  dalam era Odde Baru, Presiden Soeharto menerapkan doktrin Trilogi Pembangunan. Dengan titik  tumpu stabilitas politik, ekonomi dan keamanan. 

"Namun, menurut saya, masyarakat juga perlu secara lebih arif, obyektif dan komprehensif dalam  menilai kepemimpinan rezim orde baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Jangan hanya  mengingat sisi positifnya tetapi perlu diingat juga sisi negatifnya, yaitu sikap otoriter, fasis, dan menyumbat kran demokrasi yang terlalu lama," sambung Karyono. 

Selain itu,lanjut Karyono  masyarakat juga perlu mengetahui atau mengingat kembali sejarah lahirnya Orde Baru  tidak bisa dilepaskan dari kepentingan nekolim yang ingin menguasai  negeri ini dengan cara menjatuhkan presiden Soekarno yang menolak keras intervensi asing masuk  ke Indonesia.

Orde Baru adalah pintu masuk penjajahan dalam bentuk baru yang selama ini ditentang oleh  presiden Soekarno. Tetapi Soekarno akhirnya berhasil ditumbangkan oleh kekuatan neo  kolonialisme/imperialisme melalui kudeta merangkak para anasir orde baru.

"Setelah rezim orde lama berhasil ditumbangkan, maka lahirlah UU No.1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal. Sejak itulah modal asing membanjiri Indonesia dan menghisap sumber daya alam kita hingga saat ini," tutup Karyono. (MP/BHD)

 

#Orde Baru #Soeharto #Rindu Soeharto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Tanggal 21 Mei memperingati Hari Reformasi Nasional, Hari Teh Internasional, hingga sejarah berdirinya FIFA. Simak daftar peristiwa pentingnya lengkap di sini
ImanK - Rabu, 20 Mei 2026
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Indonesia
Warga Kedung Ombo, Boyolali, Gugat Presiden Prabowo soal Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Soeharto masih belum membayar ganti rugi tanah puluhan warga setempat akibat proyek negara Waduk Kedung Ombo Boyolali pada 1985-1989.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
Warga Kedung Ombo, Boyolali, Gugat Presiden Prabowo soal Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Indonesia
Prabowo Berbesar Hati Capaian Stok Beras Nasional Lampaui Era Soeharto
Saat ini stok beras nasional mencapai lebih dari 3 juta ton, melampaui rekor tertinggi sebelumnya sebesar 2 juta ton di era Presiden ke-2 RI Soeharto.
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Prabowo Berbesar Hati Capaian Stok Beras Nasional Lampaui Era Soeharto
Indonesia
Komnas HAM Kecewa Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Minta Kasus Dugaan Pelanggaran di Masa Lalu Tetap Harus Diusut
Komnas HAM menyatakan kecewa atas pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto. Menilai keputusan itu melukai korban pelanggaran HAM berat era Orde Baru dan mencederai semangat Reformasi 1998.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 November 2025
Komnas HAM Kecewa Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Minta Kasus Dugaan Pelanggaran di Masa Lalu Tetap Harus Diusut
Indonesia
Menteri HAM Ogah Komentar Detail Soal Gelar Pahlwan Soeharto
Pigai menjelaskan Kementerian HAM tidak memberikan rekomendasi nama apa pun untuk diusulkan menjadi pahlawan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Menteri HAM Ogah Komentar Detail Soal Gelar Pahlwan Soeharto
Indonesia
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Partai Golkar sejak awal telah mengusulkan dan mendukung beliau beserta tokoh-tokoh lainnya untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Kemudian tahun ini baru terwujud.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Indonesia
Ubedilah Badrun Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bukti Bangsa Kehilangan Moral dan Integritas
Tanda bahwa bangsa Indonesia tengah kehilangan ukuran moral dan integritas dalam bernegara. ?
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Ubedilah Badrun Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bukti Bangsa Kehilangan Moral dan Integritas
Indonesia
Soeharto & Marsinah Barengan Jadi Pahlawan Nasional, SETARA Institute Kritik Prabowo Manipulasi Sejarah
"Mana mungkin Marsinah dan Soeharto menjadi pahlawan pada saat yang bersamaan," kata Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi
Wisnu Cipto - Senin, 10 November 2025
Soeharto & Marsinah Barengan Jadi Pahlawan Nasional, SETARA Institute Kritik Prabowo Manipulasi Sejarah
Indonesia
Aktivis Reformasi Sebut Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Bentuk Pengaburan dan Amnesia Sejarah Bangsa
Gelar kepahlawanan bukan sekadar bentuk penghargaan individual, melainkan mekanisme moral kolektif sebuah bangsa.
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Aktivis Reformasi Sebut Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Bentuk Pengaburan dan Amnesia Sejarah Bangsa
Indonesia
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pimpinan Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru
Pimpinan Komisi XIII DPR menyinggung soal pelanggaran HAM Orde Baru. Hal ini buntut dari pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pimpinan Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru
Bagikan