Mulai Kebiasaan Ringan untuk Sehat di Tahun Baru

Febrian AdiFebrian Adi - Selasa, 03 Januari 2023
Mulai Kebiasaan Ringan untuk Sehat di Tahun Baru

Mulai olahraga ringan untuk buat tubuh lebih sehat. (Foto: Unsplash/Tirza)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK hal baik yang bisa dilakukan untuk menyambut tahun baru. Resolusi kesehatan mungkin menjadi salah satunya, mengingat pandemi masih belum berakhir mungkin memulai kebiasaan sederhana namun bermanfaat bisa dilakukan saat ini.

Dikutip dari CAN, aktivitas fisik yang sederhana sepanjang hari berkaitan penurunan risiko penyakit secara signifikan. Dalam penelitian yang dipubilikasikan dalam jurnal Nature Medicine, peneliti mengumpulkan data dari 25.000 orang yang tidak olahraga secara teratur. Dengan rata-rata usia 60 tahun, kemudian memantau perkembangan mereka selama hampir tujuh tahun.

Baca juga:

4 Olahraga Permainan ini Berasal dari Permainan Populer

Mulai olahraga dari yang sederhana. (Foto: Unsplash/Gabin)

Ternyata ada penurunan risiko kematian kardivaskular hampir 50 persen. Serta penurunan 40 persen risiko kematian akibat kanker pada orang yang berolahraga selama 1-2 menit sebanyak tiga kali sehari, dibandingkan mereka yang sama sekali tidak berolahraga.

Olahraga singkat yang dimaksud berkaitan dengan aktivitas sederhana sehari-hari. Seperti berjalan cepat saat berangkat kerja atau menaiki tangga dengan cepat. Studi pada 2020 menunjukkan empat menit olahraga mengaitkan dengan usia yang lebih panjang. Studi pada 2019 menemukan bahwa menaiki tangga selama 20 detika beberapa kali sehari meningkatkan kebugaran aerobic.

Intensitas sebuah olahraga bisa dibagi menjadi tiga kategori. Intensitas disebut ringan bila kamu bisa melakukannya sembari bernyanyi, jika tidak bisa bernyanyi tapi masih bisa bicara dengan nyaman, berarti intesitasnya menjadi sedang.

Baca juga:

5 Olahraga Favorit Masyarakat Indonesia Berikut Hajatannya

Menaiki tangga pun merupakan olahraga dalam intensitas rendah. (Foto: Unsplash/Clique)

Gerakan dengan intesitas tinggi yang membuat seseorang hanya bisa bicara satu dua patah kata, atau sama sekali tidak bisa bicara. Inilah hal yang direkomendasikan oleh penulis studi Emmanuel Stamatakis, professor di University of Sydney Charles Perkins Centre.

Tetapi bagi kamu yang rutin melakukan olahraga, mungkin bisa menambahkan sedikit intesitas saat lari atau bersepeda. Ada sejumlah cara dalam membuat aktivitas sehari-hari jadi olahraga yang bermanfaat.

Bila kamu kerap berjalan kaki dari rumah menuju satu titik lain, misalnya stasiun atau warung, bukan berarti kamu harus berlari dari awal sampai akhir. Coba dengan mempercepat langkahmu selama beberapa ratus meter.

Kemudian ketika ada pilihan tangga, tinggalkan dulu elevator dan pilihlah tangga. Itu bisa membawa beban sekitar lima persen dari berat tubuh selama satu atau dua menit yang bermanfaat bagi tubuh, misalnya dengan menggendong ransel besar. Berjalan cepat juga bisa dianggap sebagai olaharaga yang intensif. (Far)

Baca juga:

Konsumsi Makanan Ini Sebelum Olahraga

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan