Mukernas PPP Bahas Isu Aktual Umat Islam

Rendy NugrohoRendy Nugroho - Jumat, 12 Desember 2014
Mukernas PPP Bahas Isu Aktual Umat Islam

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik - Selain membahas soal politik dan kepengurusan partai periode 2014-2019, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga membahas banyak hal, salah satunya soal polemik dalam sistem pendidikan di tanah air.

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Fernita Darwis mengatakan, dalam Mukernas perdana kali ini pihaknya juga membahas wacana penghapusan doa bagi siswa sekolah dasar (SD), kemudian wacana penghapusan kolom agama, dan pembahasan materi khutbah.

"Dalam Mukernas ini kita akan membahas persoalan dan isu terkini yang tengah dihadapi umat Islam. Hasil pembahasan itu akan menjadi menjadi sikap resmi partai," kata Fernita ketika ditemui di sela Mukernas dihari ketiga, Jumat (12/12).

Menurutnya, pokok isu utama yang dibahas dalam komisi-komisi terutama menyikapi kebijakan pemerintah menaikan harga BBM. "Isu utama yang akan kita bahas (kenaikan) BBM, penghapusan kolom agama, termasuk wacana penghapusan doa bagi pelajar SD oleh Mendiknas," sambung Fernita.

Ia menambahkan, untuk membahas persoalan-persoalan itu, peserta Mukernas membentuk beberapa komisi. Namun sayangnya, pembahasan komisi itu berlangsung tertutup bagi kalangan media.

Selain diikuti oleh pengurus harian, Mukernas PPP versi Muktamar di Jakarta ini juga diikuti oleh 28 pengurus DPW, majelis syariah, dan majelis pertimbangan partai, serta ketua dan sekretaris badan yang ada dibawah partai berlambang Ka'bah tersebut.

Selanjutnya keputusan hasil Mukernas ini akan dibawa untuk ditindak lanjuti pada Muswil dan Muscab ditingkat bawah. Fernita mengatakan, hajat nasional ini juga sebagai ajang konsolidasi para pengurus partai.

Hingga berita ini diturunkan para perwakilan DPW PPP masih fokus membahas isu-isu aktual tersebut.

Rencananya Mukernas PPP akan resmi ditutup pada pukul 17.00 WIB. Dan dalam penutupan tersebut PPP akan menyampaikan hasil Mukernas serta sikap PPP dalam menghadapi dinamika politik aktual.

#Nasional #Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
peningkatan ambang batas juga dinilai bakal memberi tantangan berat bagi partai politik yang meraih suara di kisaran 1 - 3 perse
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
Indonesia
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
“Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget. Jadi, pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana? Rakyat kita suka joget kok,” kata Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
Berita Foto
Nyatakan Sikap, Gerakan Pemuda Islam Tolak Aksi yang Memecah Belah
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP - GPI) Khoirul Amin menyampaikan pernyataan sikap dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (25l6/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Nyatakan Sikap, Gerakan Pemuda Islam Tolak Aksi yang Memecah Belah
Indonesia
Advokat Prabu Sutisna Imbau Tokoh Publik Jaga Persatuan, Sampaikan Pengaduan ke Bareskrim Polri
Advokat Prabu Sutisna mengimbau tokoh publik lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan agar tidak memicu polemik di masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Advokat Prabu Sutisna Imbau Tokoh Publik Jaga Persatuan, Sampaikan Pengaduan ke Bareskrim Polri
Olahraga
Timnas Argentina Terancam Sanksi FIFA Akibat Bentangkan Spanduk Politik Kontroversial Usai Kalahkan Inggris
Hukuman masa lalu tersebut jatuh setelah sejumlah pemain berpose menggunakan spanduk politik serupa menjelang laga persahabatan melawan Slovenia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Juli 2026
Timnas Argentina Terancam Sanksi FIFA Akibat Bentangkan Spanduk Politik Kontroversial Usai Kalahkan Inggris
Indonesia
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Politik Fadia Arafiq dalam Kasus Outsourcing Pemkab Pekalongan
KPK mengungkap dugaan intervensi politik dalam kasus outsourcing di Pemkab Pekalongan. Pegawai outsourcing disebut diduga diarahkan mendukung Fadia Arafiq dalam pilkada.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Politik Fadia Arafiq dalam Kasus Outsourcing Pemkab Pekalongan
Indonesia
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Putusan MK soal kewajiban 30 persen caleg perempuan mendapat dukungan dari Sufmi Dasco Ahmad. DPR memastikan aturan tersebut akan masuk dalam revisi UU Pemilu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat: Qodari Geser, Hasan Nasbi Kembali Masuk
Isu reshuffle Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin santer terdengar.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat: Qodari Geser, Hasan Nasbi Kembali Masuk
Indonesia
Kumpulan Mantan Pegawai KPK, Dukung Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi
Ketua IM57+ Institute periode 2021-2024 ini menilai, usulan KPK tersebut memiliki dasar yang kuat, baik secara teori maupun praktik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Kumpulan Mantan Pegawai KPK, Dukung Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi
Bagikan