Prabowo Sentil Fenomena Gontok-gontokan di Tingkat Atas, Tak Masalah Beda Partai
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di PBB. (Foto: Instagram/Partai Gerindra)
Merahputih.com - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kedewasaan dalam berpolitik dan menunjukkan bahwa kerja sama antarpartai, bahkan yang berbeda koalisi, sangat mungkin terjalin demi kepentingan bangsa.
“Politik kita harus politik yang dewasa. Politik kita harus politik Indonesia, demokrasi kita harus demokrasi Indonesia, demokrasi kita harus demokrasi yang santun, demokrasi yang penuh persaudaraan. Berbeda partai enggak ada masalah, ya kan?,” ujar Prabowo, Senin (29/9).
Baca juga:
Prabowo: Setiap Warga Otomatis Akan Jadi Anggota Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
Menurut Prabowo, demokrasi harus dipandang sebagai arena persaingan sehat yang batasnya hanya selama periode pemilihan umum (Pemilu, Pilkada, atau Pileg). Setelah itu, persaingan harus berakhir dan tidak boleh berlanjut menjadi permusuhan atau dendam.
Prabowo menilai rakyat menginginkan pemimpin yang tulus, ikhlas, dan mampu bekerja sama sebagai satu tim, bukan pemimpin yang saling menjatuhkan atau bertikai.
“Rakyat kita tidak suka pemimpin yang penuh dendam saudara-saudara sekalian. Rakyat kita tidak suka pemimpin di atas itu gontok-gontokan,” sambungnya.
Presiden juga berpendapat bahwa paradigma politik lama yang berfokus pada perang ideologi sudah tidak relevan karena seluruh komponen bangsa telah sepakat menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara.
Sebagai contoh konkret, Prabowo menyebutkan bahwa ia dapat bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang merupakan kader PDI Perjuangan, partai yang tidak tergabung dalam koalisi pemerintahannya.
“Gubernur DKI, partai lain enggak ada masalah. Saya bisa kerja sama sama Pramono Anung, benar enggak? Kalau beliau enggak mau kerja sama, beliau sendiri rugi rakyatnya malah sama beliau, benar enggak?,” kata Presiden.
Baca juga:
Setelah Jabat RI 1, Prabowo Kaget Tahu Koruptor Tilep Duit Negara Tiap Tahun Rp 2-3 T
Sikap profesionalitas ini berlaku dua arah. Prabowo juga menegaskan bahwa ia tidak akan segan memberi teguran atau peringatan keras kepada kader partainya sendiri, seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jika terbukti menunjukkan sikap arogan dalam bertugas.
"Gubernur Jawa Barat kebetulan Gerindra, tapi kalau brengsek saya usut kau. Tapi saya yakin kau tidak brengsek," ucap Prabowo.
"Tapi jangan salah, saya tahu ada kader-kader Gerindra yang begitu jadi bupati, walikota apa itu istilahnya itu petantang-petenteng,” samung dia.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
YLBHI Soroti KUHP dan KUHAP Baru, Prabowo Diminta Turun Tangan Terbitkan Perppu
Prabowo Minta Masyarakat Hadapi Musibah dengan Ikhlas, Janji Tak Pernah Lari dari Rakyat
Natal 2025 Jadi Momentum Solidaritas Sosial, Prabowo: Hati Kita Tertuju Pada Sumatera
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Perintahkan Semua Kantor Desa Diaudit, Menkeu Purbaya Didemo Para Kades
Momen Presiden Prabowo Subianto Saksikan Penyerahan Denda Kehutanan dan Korupsi
Prabowo Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan: Kita Lawan Penyimpangan Puluhan Tahun!
Satgas PKH Rebut 4 Juta Hektare Hutan, 20 Perusahaan Sawit dan 1 Tambang Ditagih Denda Rp 2,3 Triliun
Kejagung Selamatkan Rp 6,6 Triliun, Prabowo: Bisa Bangun 100 Ribu Rumah untuk Korban Bencana
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Pecat Bahlil karena Ketahuan Bohong Listrik di Aceh Sudah Menyala
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Sebut 95 Persen Kepala Desa Tidak Berguna, Jabatannya Layak Dihapuskan