MerahPutih.com - Pemerintah telah secara resmi melarang mudik lebaran di 2021. larangan mudik pada momentum Idul Fitri 2021 ini, diyakini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi
"Terjadi penurunan terhadap uang yang beredar iya, tapi seberapa besar pengaruhnya ke ekonomi mungkin relatif kecil karena putaran uang tetap ada,” kata Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Econimc and Finance (Indef) Tauhid Ahmad di Jakarta, Senin (29/3).
Baca Juga:
Gibran Akui Masyarakat Protes Pemerintah Larang Mudik Lebaran
Indef mencatat tambahan uang yang beredar selama 2 minggu masa Lebaran 2020 mencapai Rp114 triliun. Perputaran uang tersebut diprediksinya masih akan terjadi pada momentum Lebaran 2021, meski jumlahnya tidak sebesar tahun lalu jika implementasi larangan mudik lebih diperketat.
“Ada mudik yang level lokal, bersilaturahmi di kota terdekat antarkota di Jabodetabek, itu yang membuat uang berputar. Meskipun tidak ke tempat pariwisata, melainkan terjadi pada transfer sosial dari anak ke orang tua maupun ke kerabat,” ungkapnya.
Ia menyebutkan ada empat sektor yang akan terdampak dari larangan mudik Lebaran 2021, yakni sektor transportasi, hotel dan restoran, makanan dan minuman, dan sektor sandang.
“Kalau kita lihat grafik indeks penjualan riil BI (Bank Indonesia) yang paling rendah itu sandang, otomatis kalau mudik dilarang penurunannya akan lebih rendah lagi,” ujarnya dikutip Antara.
Pemerintah telah memutuskan untuk meniadakan libur panjang untuk perjalanan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi agar program vaksinasi COVID-19 dapat berlangsung optimal.
Keputusan tersebut berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021 bagi seluruh masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, BUMN, karyawan swasta maupun pekerja mandiri. (*)
Baca Juga:
Mudik Dilarang, Pemprov DKI Berlakukan Kembali SIKM?