MRT Tetap Beroperasi Normal Meski Ada Demo Ricuh di Pusat Jakarta
MRT Jakarta bakal pecat pegawai yang pakai ijazah palsu. Foto: MerahPutih.com/Didik Setiawan
MerahPutih.com - MRT Jakarta memastikan operasional kereta tetap berjalan normal meski adanya aksi unjuk rasa hingga berakhir ricuh di sekitar kawasan pusat Jakarta.
Operasi itu sesuai jadwal reguler hari kerja pada jam sibuk adalah 5 menit dan pada jam non-sibuk 10 menit.
Namun pemantauan dilakukan secara intensif agar dapat segera merespons setiap perkembangan situasi di lapangan.
Plt Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo mengatakan, MRT juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna menjaga kelancaran pelayanan dan kenyamanan penumpang.
Langkah tersebut meliputi penambahan personel di beberapa stasiun, baik petugas keamanan maupun layanan pelanggan, untuk memperkuat crowd management.
"Koordinasi intensif juga dilakukan dengan moda transportasi publik lainnya, dan instansi keamanan terkait," tuturnya.
Baca juga:
Imbas Demo Ricuh Depan MPR/DPR, Pengguna Tol Dalam Kota Cawang - Pluit Diminta Putar Balik
KAI Commuter Tutup Operasional Stasiun Palmerah, Kamis (28/8), Antisipasi Aksi Demo Buruh di MPR/DPR
Rekayasa arus penumpang disiapkan bila terjadi kepadatan, termasuk pengaturan jalur antrian, pembukaan gate manual tambahan, distribusi penumpang di peron, hingga kemungkinan penutupan sementara akses masuk tertentu serta evakuasi penumpang bila dibutuhkan.
MRT Jakarta berkomitmen untuk memastikan layanan tetap kondusif, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna meskipun terdapat potensi peningkatan penumpang imbas situasi eksternal. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Demo di Iran Tewaskan Sekitar 500 Orang, DPR: Siapkan Rencana Evakuasi WNI, Jangan Tunggu Situasi Memburuk
Simak Nih! Ini Rekayasa Lalu Lintas Fase 2A MRT Jakarta Segmen Glodok-Kota, Dimulai Besok
Hakim Tolak Eksepsi, Perkara Penghasutan Demo Delpedro Marhaen Cs Masuk Pokok Perkara