Kesehatan Mental

BPD, Kondisi Mood Sering Berubah

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 17 September 2020
BPD, Kondisi Mood Sering Berubah

Borderline Personality Disorder adalah gangguan mental. (Foto: Unsplash/Gianfranco Grenar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAH bertemu dengan orang yang suka berubah-ubah suasana hatinya? Enggak mood dan bikin males kalau sampai kita ketemu seseorang dengan karakter itu.

Bahkan enggak cuma suasana hati mereka yang berubah-ubah, tapi terkadang mereka melakukan perilaku-perilaku yang impulsif.

Baca juga:

4 Cara Mengatasi Masalah Kesehatan Mental

Entah itu bertemu di lingkungan pekerjaan atau di kehidupan sehari-hari. Ternyata itu adalah bentuk dari sebuah gangguan mental yang ada ketika seseorang beranjak dewasa.

Dilansir dari Alodokter gangguan mental ini disebut dengan Borderline Personalitiy Disorder (BPD). Kondisi ini membuat cara pikir, cara pandang, dan perasaan yang berbeda dengan orang lain pada umumnya.

Nah ada beberapa gejala yang muncul ketika seseorang mengalami BPD yang biasanya terjadi ketika seseorang tidak mengalami remaja menuju dewasa. Apa saja?

1. Suasana hati tidak stabil

Suasana hati yang berubah-ubah gejala dari BPD. (Foto: Unsplash/Mathilde lmd)

Biasanya kondisi seperti ini bisa berlangsung sampai berjam-jam. Bahkan seseorang bisa mengalami rasa hampa atau kekosongan. Tidak hanya mood yang berubah-ubah, tetapi orang dengan gejala ini sering kali tidak bisa mengendalikan amarahnya.

2. Gangguan pola pikir

Gangguan pola pikir dan persepsi buruk ciri-ciri dari BPD. (Foto:Unsplash/Jose Aljovin)

Pada gejala ini seseorang bisa tiba-tiba memikirkan hal buruk tentang dirinya. Tidak hanya itu, beberapa dari mereka juga memiliki ketakutan akan diabaikan sampai melakukan hal-hal yang ekstrem. Hal ini juga memengaruhi cara pandang seseorang tentang dirinya sendiri.

Baca juga:

Memulai Menulis Jurnal untuk Kesehatan Mental

3. Perilaku impulsif

Memiliki perilaku yang impulsif dan membahayakan diri mereka sendiri. (Foto: Unsplash/Christopher Ott)

Perilaku impulsif, menjadi salah satu perilaku yang membahayakan diri mereka sendiri. Salah satunya tindakan yang ceroboh dan tidak bertanggung jawab. Mereka juga bisa melukai diri mereka sendiri bahkan sampai mencoba bunuh diri.

4. Hubungan yang tidak stabil

Menjalani hubungan yang intens, tapi tidak stabil. (Foto: Unsplash/Henri Pham)

Pengidap BPD akan menjalankan hubungan tidak stabil dengan seseorang. Terkadang dia akan mengidolakan pasangannya. Tapi di satu sisi, dia akan berpikir pasangannya dapat berbuat kejam terhadapnya.

Meski begitu, tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bahkan beberapa di antaranya hanya mengalami sebagian gejala saja.

Gejala itu bisa terjadi pada frekuensi yang sangat parah sampai dan durasi yang berbeda. Tergantung dari kondisi dari gangguan yang mereka alami. (ren)

Baca juga:

Jangan Abaikan Kesehatan Mental di Tempat Kerja

#Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan