Sains

Monolit Ketiga Muncul di California

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 04 Desember 2020
Monolit Ketiga Muncul di California

Monolit ketiga muncul di puncak Gunun Pine, California. (Foto: Twitter/ConnorCAllen)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DUNIA kembali diramaikan dengan penemuan monolit logam. Setelah muncul di gurun Utah, tonggak logam misterius tersebut kini ditemukan di puncak Gunung Pine, California, AS, pada Rabu (2/12) pagi. Para pendaki pun berbondong-bondong untuk melihat benda logam berkilau itu.

Struktur logam itu tampak tiba-tiba muncul di Gunung Pine di kota Atascadero. Temuan ini diunggah oleh salah satu pendaki, Connor Allen, di akun Twitternya. Allen bersama teman-temannya saat itu tengah melakukan pendakian untuk menyaksikan temuan aneh itu.


“Saat ini ada sebuah monolit di puncak Gunung Pine di Atascadero,” cicit Allen seperti dilansir Cnet.

Baca juga:

Sempat Viral, Monolit Logam di Utah Kini Menghilang

Monolit Ketiga Muncul di California
Penampakan monolit logam di Romania. (Foto: The Independent)


Mengutip laman Atascadero News, monolit logam ini tampaknya terbuat dari baja tahan karat dengan tinggi tiga meter, lebar 400 centimeter, dan berat 90 kilogram. Uniknya, monolit yang satu ini berbeda dengan monolit di Utah. Objek logam ini tampak dilas di setiap sudut dengan paku keling yang tertancap di panel samping rangka baja.

“Tidak seperti yang di Utah, obelisk Atascadero tidak dipasang ke tanah dan dapat ambruk dengan dorongan kuat,” lanjut Allen.


Terrie Banish, wakil manajer kota Atascadero mengatakan bahwa ini memanglah sebuah misteri. Keberadaan yang tiba-tiba muncul setelah dua monolit lainnya muncul menjadi berita utama internasional.

“Kami tidak tahu bagaimana itu bisa sampai di sana. Kami tidak berencana untuk menyelidiki monumen tersebut, tetapi kami akan melepas batangan penguat yang digunakan untuk mengamankannya ke tanah,” kata Banish.

Baca juga:

Mengenal 5 Logam Terkuat di Marvel Universe

Monolit Ketiga Muncul di California
Sisa monolit logam yang berada di Gurun Utah. (Foto: ADJOHNSON/BLM UTAH)


Pihak setempat pun mendorong siapa saja yang memiliki informasi terkait monolit untuk menghubungi Departemen Kepolisian Atascadero.


Sebelumnya, monolit di Gurun utah pada 18 November 2020 oleh pejabat setempat yang tengah memantau menggunakan helikopter. Tidak ada indikasi yang jelas dari mana asalnya atau siapa yang meletakkannya di sana. Obyek logam ini disebut-sebut mirip seperti di film 2001: A Space Odyssey garapan sutradara Stanley Kubrick.

Tonggal logam kedua kemudian ditemukan di kota Piatra Neamt, Rumania. Namun beberapa hari setelah kemunculannya, monolit itu pun dilaporkan menghilang pada Selasa (1/12).

Keberadaan monolit logam ini pun sempat memicu banyak dugaan dari masyarakat, bahkan ada yang mengatakan ini adalah ulah alien. Puluhan orang pun meramaikan gurun terpencil tersebut hanya untuk melihat bangunan misterius. (and)

Baca juga:

Balai Arkeologi Temukan Papan Batu hingga Tangga Peninggalan Megalitik di Bukit Yomokho Papua

#Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Jika berhasil, ini akan menjadi kali pertama sampel dari Mars atau bulan-bulannya dikembalikan untuk dianalisis di laboratorium di Bumi.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Bagikan