Moeldoko Sebut Shisanta Mampu Wujudkan TNI yang Profesional
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko saat memberikan kuliah umum di kantor Para Syndicate, Jakarta, Rabu (4/10). (MP/Fadhli)
MerahPutih.com - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko menilai untuk mewujudkan institusi TNI yang profesional dan modern, maka konsep pertahanan aliansi strategis atau sistem pertahanan rakyat semesta (Sishanta) perlu diterapkan.
Aliansi itu, kata Moeldoko, harus melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional.
"Kedepan bagaimana membangun sebuah konsep pertahanan aliansi strategis antara TNI dan masyarakat. Kalau semua menuju ke sana, maka tidak ada prajurit yang memikirkan politik," kata Moeldoko saat memberikan kuliah umum di kantor Para Syndicate, Jakarta, Rabu (4/10).
Dia menjelaskan, dalam konsep Sishanta itu terdapat tiga komponen yaitu pertama, komponen utama terdiri atas TNI dan Polri, kedua komponen cadangan terdiri atas warga negara, sumber daya alam, dan sarana serta prasarana nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat komponen utama.
Ketiga, menurut dia, komponen pendukung terdiri atas warga negara, sumber daya alam, dan sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang secara langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan.
"Komponen pendukung ini adalah sumber daya yang diinventarisasi. Lalu konsep bela negara adalah membangun jiwa masyarakat bukan fisik," katanya.
Dia menjelaskan dalam Sishanta itu, TNI harus memahami bagaimana kondisi wilayah dan ruang. Untuk itu, peran bintara pembina desa (babinsa) sangat strategis karena harus memahami berbagai hal antara lain jalan setapak, jalur logisitik, dan jalur tank.
"Misalnya di suatu daerah, siapa yang memiliki truk, bus, dan sumber daya sehingga bisa dimobilisasi untuk kepentingan pertahanan negara," katanya.
Karena itu, kata dia, di HUT TNI ke-72 ini harus dipikirkan cara untuk membangun kekuatan yang andal dan profesional.
"Perlu pemikiran strategis, bagaimana pembangunan kemampuan menghadapi ancaman, kondisi geografis, anggaran, dan perkembangan teknologi," tandasnya.
Namun, Moeldoko juga mengingatkan bahwa upaya peningkatan profesionalitas TNI harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan prajurit. (Fdi)
Baca berita terkait mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko lainnya di: Moeldoko Ungkap Pemicu Polemik Impor Senjata
Bagikan
Berita Terkait
TNI AD Turunkan Syarat Tinggi Badan Dan Naikkan Batas Usia Daftar Jadi Prajurit
Persiapan TNI Jelang HUT ke-79 yang Bakal Diikuti 100 Ribu Prajurit di Monas
Ratusan Prajurit Tiba di Balikpapan Setelah Berlayar 3 Hari Buat Upacara HUT RI di IKN
Pilot Helikopter Dibunuh OPM Sudah Dievakuasi dan Dibawa ke RSUD Timika
Wacana Pengadilan Rakyat, Moeldoko Ingatkan Jangan Pakai Cara Jalanan
Moeldoko Sebut Pemerintah Berhasil Tekan Angka Kematian Petugas Pemilu
Moeldoko Sebut Insentif Kendaraan Hybrid Tak Terlalu Penting
Moeldoko Ungkap Alasan Perkembangan Motor Listrik Lebih Lambat Dibanding Mobil Listrik
Moeldoko Curiga Ada Motif Politik Di Balik Pernyataan Agus Rahardjo
Moeldoko Minta Aparat Penegak Hukum Ambil Langkah Tegas di Kasus Rocky Gerung