Kesehatan

Miss V Basah Apakah Berbahaya?

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 07 September 2022
Miss V Basah Apakah Berbahaya?

Kondisi miss V basah bisa dialami oleh setiap perempuan. (freepik/drobotdean)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAHKAH kamu mengalami miss V basah? Bila iya, keadaan tersebut membuat kamu merasa tidak nyaman. Tapi jangan khawatir, vagina basah bisa dialami oleh setiap perempuan.

Melansir Healthline, ada beberapa faktor yang membuat miss V menjadi basah, salah satunya adalah karena sedang memasuki masa subur (ovulasi). Sistem reproduksi perempuan sebenarnya memiliki mekanismenya sendiri untuk dan menjaga kelembapan vagina. Caranya dengan mengeluarkan cairan dari kelenjar yang ada di dalamnya dan di leher rahim. Selain melembapkan, cairan tersebut akan membantu membersihkan miss V dari bakteri serta sel kulit mati.

Baca Juga:

Pemakaian Masker Pengaruhi Otot Wajah, Perlu Relaksasi Otot

basah
Perubahan hormonal pada masa subur akan memicu peningkatan produksi cairan dan lendir yang membasahi vagina. (freepik/freepik)

Masa subur

Masa subur pada perempuan sering kali ditandai dengan vagina basah atau lembap. Keadaan ini terjadi karena perubahan hormonal pada masa subur akan memicu peningkatan produksi cairan dan lendir yang membasahi vagina.

Jika kamu sedang merencanakan kehamilan, masa subur atau ovulasi ini adalah waktu yang tepat untuk berhubungan seksual.

'Kepengen'

Saat perempuan sedang terangsang secara seksual, miss V umumnya akan menjadi basah karena keluarnya cairan yang lebih banyak dari biasanya. Cairan ini berfungsi untuk memudahkan proses penetrasi Mr.P ke dalam saat melakukan aktivitas seksual.

Baca Juga:

Tubuh Lebih Kurus, Lebih Sehat?

basah
Keputihan sebagai mekanisme alami tubuh untuk membersihkan dan melindungi vagina dari infeksi dan iritasi. (freepik/freepik)

Keputihan

Miss V basah bisa disebabkan oleh keputihan. Ini sebenarnya umum terjadi sebagai mekanisme alami tubuh untuk membersihkan dan melindungi miss V dari infeksi dan iritasi. Selama keputihan yang terjadi tidak berbau, berwarna bening, jumlahnya tidak berlebihan, dan tidak menimbulkan keluhan apapun, kamu tidak perlu khawatir.

Namun, kamu patut waspada jika cairan yang keluar berwarna putih susu, kekuningan, hijau, cokelat, keabu-abuan, atau bahkan disertai dengan bercak darah dan gejala lain, seperti gatal serta bau tidak sedap. Pasalnya, keputihan seperti ini kemungkinan terjadi karena ada infeksi.

Miss V basah tidak berbahaya. Tapi jika basah yang dialami terasa berlebihan atau bahkan mengganggu, lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat. (DGS)

Baca Juga:

Dampak Mengonsumsi Makanan Manis Berlebihan Sebelum Tidur

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan