Misi Dagang Mendag ke Nigeria, CORE: Diversifikasi Ekspor Indonesia Harus Terus Didorong

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 27 Juli 2017
Misi Dagang Mendag ke Nigeria, CORE: Diversifikasi Ekspor Indonesia Harus Terus Didorong

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kiri). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setelah Afrika Selatan, giliran 186 juta penduduk Nigeria menjadi sasaran ekspor pemerintah Indonesia. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, kesempatan tersebut sebaiknya segera dimanfaatkan oleh para pelaku usaha asal Indonesia.

"Kita jangan sampai terlambat untuk mengambil peluang ini," kata Enggartiasto di Lagos, Nigeria, Senin (24/7) waktu setempat.

Direktur Riset Center of Reforms Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan kebijakan ekspor ke negara nontradisional bagus untuk mendompleng performa ekspor Indonesia.

Pasalnya, ekspor Indonesia ke negara-negara Afrika belum sebanyak ekspor ke negara tujuan utama ekspor seperti China, India, dan negara-negara eropa.

“Bagus dan tepat sekali menurut saya, karena satu dari sisi kalau kita melihat performa ekspor kita, pertumbuhan ekspor kita ke negara-negara yang bukan mitra dagang utama kita, yang nontradisional itu termasuk negara-negara di Afrika, pertumbuhan ekspornya lebih rendah,” kata Faisal ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (27/7).

Faisal menegasakan bahwa diversifikasi ekspor harus terus didorong ke negara-negara nontradisional.

“Artinya ekspor untuk negara-negara yang bukan negara-negara tradisional, atau dalam kata lain diversifikasi ekspor itu harus terus didorong,” katanya.

Pada 2016, total perdagangan antara kedua negara mencapai 1,6 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia mencapai 310,8 juta dolar AS dan nilai impor sebesar 1,28 miliar dolar AS. Defisit bagi Indonesia sebagian besar berasal dari impor minyak dan gas.

Sementara, jika dilihat dari sektor nonmigas, sesungguhnya Indonesia mengantongi surplus 302,72 juta dolar AS. Produk ekspor nonmigas Indonesia ke Nigeria antara lain kertas, kelapa sawit, dan turunannya seperti halnya ekspor utama negara-negara Asia Tenggara ke Afrika yaitu antara lain obat-obatan dan bumbu-bumbu. (*)

#Menteri Perdagangan #Enggartiasto Lukita #Nigeria
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Juni tercatat sebesar USD 24,39 miliar, meningkat 8,68 persen jika dibandingkan dengan Mei 2026 yang sebesar USD 22,45 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Indonesia
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38 persen dan ekspor nonmigas sebesar 7,05 persen secara bulanan (MtM).
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Indonesia
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Pemerintah memastikan HET Minyakita tetap Rp 15.700 per liter. Distribusi diperkuat melalui Bulog dan ID FOOD agar pasokan minyak goreng lebih mudah diakses masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Indonesia
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia mempertahankan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Berita Foto
Raker Mendag dengan Komisi VI DPR Bahas Perjanjian Dagang dengan Canada
Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat memberikan pemaparan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 19 Mei 2026
Raker Mendag dengan Komisi VI DPR Bahas Perjanjian Dagang dengan Canada
Indonesia
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Kinerja ini terutama ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 0,98 persen yang menjadi USD 63,60 miliar.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Indonesia
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Kemendag resmi menerbitkan Permendag 11/2026 yang memperketat impor komoditas pangan seperti gandum, kacang, hingga beras pakan. Berlaku mulai 8 Mei 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Indonesia
Pantau Pasar Rawasari, Mendag Budi Santoso Sebut Harga Bahan Pokok Masih Stabil Jelang Lebaran 2026
Menteri Perdagangan, Budi Santoso memastikan, harga bahan pokok masih stabil menjelang Lebaran 2026.
Soffi Amira - Senin, 16 Maret 2026
Pantau Pasar Rawasari, Mendag Budi Santoso Sebut Harga Bahan Pokok Masih Stabil Jelang Lebaran 2026
Indonesia
Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok di Kudus Stabil Jelang Lebaran 2026
Kementerian Perdagangan turun langsung ke pasar-pasar rakyat untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bapok menjelang Idul Fitri 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Maret 2026
Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok di Kudus Stabil Jelang Lebaran 2026
Bagikan