Mirip Ambeien, Kenali Lebih Jauh Crohn Disease

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juli 2024
Mirip Ambeien, Kenali Lebih Jauh Crohn Disease

Crohn disease bukan sakit perut biasa. (freepik/stefamerpik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Buang air besar (BAB) berdarah kadang bernanah, sakit perut, hingga diare itu merupakan gejala umum yang ditimbulkan dari crohn disease.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Ri, disebutkan bahwa crohn adalah penyakit radang kronis pada saluran pencernaan yang dapat terjadi mulai dari mulut sampai dengan anus.

Umumnya masalah crohn disease terpusat di usus halus dan usus besar. Gejalanya meliputi sakit perut dan diare, terkadang BAB berdarah, serta penurunan berat badan.

Baca juga:

Mual dan Ingin Muntah, Mungkin Kamu Terkena Penyakit Crohn

Penyebab utama penyakit crohn belum dapat diketahui pasti, namun pengaruh lingkungan bersumbangsih besar terhadap risiko kejadian. Selain itu, faktor genetik dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh juga menjadi faktornya.

Risiko mengidap penyakit crohn makin tinggi jika pengidapnya masih berusia muda, pola hidup buruk karena merokok, makan makanan yang kadar lemaknya tinggi, riwayat keturunan, hingga seseorang yang mengonsumsi obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS).

Baca juga:

BAB Berdarah Gejala Kanker Usus

Laman Healthline melansir, ada beberapa jenis crohn disease. Jenisnya ini disesuaikan dengan lokasi pusat peradangan berada.

Pertama gastroduodenal crohn, jenis ini menyerang lambung dan duodenum yang merupakan bagian pertama dari usus kecil.

Kemudian jejunoileitis, jenis crohn ini menyerang bagian kedua dari usus yang disebut jejunum. Lalu ileitis, crohn ini menyerang ileum yang merupakan bagian terakhir dari usus kecil. Ada pula Ileocolitis, crohn jenis ini memengaruhi ileum dan usus besar. Terakhir kolitis crohn yang menyerang usus besar.

Baca juga:

Gaya Hidup Sehat Terbukti Kurangi Risiko Usus Buntu

Selain itu, crohn disease dapat muncul sebagai penyakit perianal, melibatkan fistula (hubungan abnormal antar jaringan), infeksi jaringan dalam, serta luka dan bisul pada kulit luar di sekitar anus.

Jika kondisi crohn ini terjadi, ada dua hal yang bisa dilakukan yakni melalui pemberian obat dan operasi. Dengan obat, pengidap cronh diberikan jenis obat antidiare, obat anti-inflamasi, biologis, imunomodulator.

Sementara operasi, disebutkan bahwa 80 persen orang dengan crohn disease akan memerlukan pembedahan. Jenis operasinya mulai dari strikturplasti, atau reseksi usus. (tka)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan