Militer Myamar Tanam Ranjau Agar Etnis Rohingya Tak Kembali

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 15 September 2017
Militer Myamar Tanam Ranjau Agar Etnis Rohingya Tak Kembali

Pengungsi Rohingya. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Amnesty Internasional menemukan bukti-bukti militer Myanmar sengaja memasang ranjau di wilayah perbatasan Rakhine. Ranjau itu ditanam untuk memaksa agar etnis Rohingya tidak kembali ke Myanmar.

"Kami memiliki bukti bahwa kelompok militer Myanmar memang telah menanam ranjau di suatu petak tanah kecil perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar," kata peneliti Amnesty Internasional Laura Haigh melalui Skype di Gedung Amnesty Internasional, Jakarta Pusat, Jumat (15/9).

Laura mengungkapkan, salah satu saksi mata menyatakan bahwa mereka melihat militer Myanmar melakukan patroli di sekitar pagar pembatas. Kemudian mereka berhenti di satu tempat dan menggali tanah untuk menanam ranjau. Kesaksian itu diperkuat lagi dengan foto-foto benda mirip ranjau.

"Salah seorang narasumber kami menyatakan bahwa mereka melihat benda seperti mangga berwarna hitam di mana ketika kami cocokkan itu sesuai dengan karakter dari ranjau," ungkap Laura.

Menurut Laura, pemasangan ranjau tersebut diduga untuk mengamankan perbatasan. Amnesty Internasional diduga pemerintah Myanmar menanam ranjau untuk memaksa etnis Rohingya tidak kembali ke Myanmar.

Sampai saat ini, Laura mengaku, pihak Amnesty Internasional belum mendapat informasi jumlah pasti warga etnis Rohingya yang menjadi korban ranjau.

"Sejauh ini ada lima orang yang terdampak dari ranjau, di mana satu di antaranya sudah meninggal dunia dan kami memiliki berita terkonfirmasi mengenai ledakan ranjau tadi malam," pungkasnya. (Asp)

Baca juga berita lainnya terkait temuan Amnesty Internasional di Myanmar: Pembakaran Desa Rohingya Dilakukan Secara Sistematis

#Krisis Rohingya #Myanmar #Amnesty Internasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Amnesty Soroti Program Bela Negara bagi Massa Demo DPR, Sebut Sarat Intimidasi
Amnesty International menyoroti program bela negara bagi warga dan pelajar yang ditangkap saat demo DPR/MPR pada 27 Agustus 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Amnesty Soroti Program Bela Negara bagi Massa Demo DPR, Sebut Sarat Intimidasi
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Diplomasi Selamatkan 2 WNI yang Disandera di Myanmar
Kementerian Luar Negeri mengungkap dua WNI berinisial AE dan S diduga disandera di Myanmar dengan tuntutan tebusan Rp 200 juta.
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Diplomasi Selamatkan 2 WNI yang Disandera di Myanmar
Dunia
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Dua kapal pengungsi Rohingya tenggelam di Myanmar. UNHCR dan IOM menduga lebih dari 500 orang tewas. Mayoritas berasal dari Cox’s Bazar, Bangladesh.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Dunia
Ledakan Dahsyat Gudang Peledak Myanmar Tewaskan 45 Orang, Warga Diimbau Donorkan Darah
Lokasi ledakan berada sekitar 3 kilometer di selatan perbatasan China yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), kelompok bersenjata yang memperjuangkan otonomi di Myanmar.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Ledakan Dahsyat Gudang Peledak Myanmar Tewaskan 45 Orang, Warga Diimbau Donorkan Darah
Dunia
Aung San Suu Kyi Dipindah ke Tahanan Rumah, Lokasi Dirahasiakan Junta Myanmar
Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dipindahkan dari penjara ke tahanan rumah.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Aung San Suu Kyi Dipindah ke Tahanan Rumah, Lokasi Dirahasiakan Junta Myanmar
Indonesia
ASEAN Sambut Rencana Myanmar Lepaskan Tahanan Politik
SEAN hanya mencatat bahwa Myanmar telah menggelar pemilu bertahap hingga Januari yang menempatkan mantan kepala militer Min Aung Hlaing sebagai presiden.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
ASEAN Sambut Rencana Myanmar Lepaskan Tahanan Politik
Indonesia
Amnesty Internasional Tak Puas dengan Dalih ‘Dendam Pribadi’ di Balik Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Usman memandang peristiwa ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan ancaman serius terhadap demokrasi
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 April 2026
Amnesty Internasional Tak Puas dengan Dalih ‘Dendam Pribadi’ di Balik Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Indonesia
Prabowo Diminta Segera Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Independen Kasus Penyerangan Aktivis
Presiden Prabowo Subianto diminta turun tangan dengan membentuk tim khusus guna memastikan keadilan bagi korban.
Frengky Aruan - Kamis, 19 Maret 2026
Prabowo Diminta Segera Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Independen Kasus Penyerangan Aktivis
Indonesia
Amnesty International Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Menertibkan’ Pengkritik Pemerintah
Amnesty International mengkritik pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, mengenai pengamat yang tidak menyukai keberhasilan pemerintah.
Soffi Amira - Selasa, 17 Maret 2026
Amnesty International Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Menertibkan’ Pengkritik Pemerintah
Indonesia
Amnesty Anggap Rencana Pengiriman TNI ke Jalur Gaza Palestina sebagai Pertaruhan yang Berbahaya
Saat banyak negara menolak, Indonesia malah mendukung lewat pengiriman pasukan ke sana.
Dwi Astarini - Sabtu, 14 Februari 2026
Amnesty Anggap Rencana Pengiriman TNI ke Jalur Gaza Palestina sebagai Pertaruhan yang Berbahaya
Bagikan