Amnesty International: Rentetan Teror terhadap Aktivis Ancam Kebebasan Berpendapat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Amnesty International: Rentetan Teror terhadap Aktivis Ancam Kebebasan Berpendapat

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Foto: Dok. Amnesty International Indonesia

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai rentetan teror yang menimpa sejumlah aktivis dan figur publik di penghujung tahun 2025 sebagai ancaman serius terhadap kemerdekaan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.

Usman menyatakan, serangkaian intimidasi terhadap aktivis Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, DJ Donny, Virdian Aurellio, hingga Sherly Annavita tidak dapat dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Menurutnya, aksi-aksi tersebut merupakan bentuk teror sistematis yang bertujuan membungkam kritik publik.

“Teror berupa pengiriman bangkai ayam, pelemparan telur busuk, vandalisme, serangan bom molotov, hingga serangan digital merupakan upaya menciptakan iklim ketakutan. Ini adalah serangan langsung terhadap kebebasan berekspresi warga negara,” kata Usman dalam keterangannya, Jumat (2/1).

Baca juga:

Rumah DJ Donny Dilempari Bom Molotov, Teror Berlanjut Usai Ancaman Bangkai Ayam

Ia menegaskan, pola serangan tersebut memiliki benang merah yang jelas, yakni muncul setelah para korban menyampaikan kritik terhadap buruknya penanganan bencana ekologis di Sumatra, yang diduga berkaitan dengan kebijakan pro-deforestasi.

Kritik tersebut, lanjut Usman, lahir dari solidaritas kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan, namun justru dibalas dengan intimidasi, baik secara fisik maupun digital.

Mantan Koordinator Kontras itu juga menyoroti pesan ancaman bernada represif seperti “Mulutmu Harimaumu” yang ditujukan kepada Iqbal Damanik. Menurutnya, pesan tersebut menjadi simbol menguatnya budaya anti-kritik di ruang publik.

Sementara itu, kasus teror yang menimpa Donny, Sherly Annavita, dan Virdian Aurellio menunjukkan bahwa pelaku intimidasi tidak merasa takut terhadap hukum.

“Situasi ini mencerminkan lemahnya kewibawaan negara dalam melindungi warganya. Ketika teror terjadi berulang tanpa pengusutan yang tuntas, pesan yang sampai ke publik adalah pembiaran,” ujar Usman.

Baca juga:

Amnesty International Ungkap Deretan Pasal Bermasalah di KUHAP Baru, Ada Potensi Penyalahgunaan Wewenang

Ia mengingatkan, apabila negara gagal mengungkap dan menindak para pelaku teror, maka negara secara tidak langsung merestui praktik pembungkaman kritik. Kondisi tersebut, kata Usman, memperkuat kekhawatiran Amnesty International bahwa tahun 2025 menjadi periode suram bagi penegakan hak asasi manusia di Indonesia.

“Negara wajib hadir, mengusut tuntas setiap bentuk teror, dan menjamin bahwa kritik tidak dibalas dengan kekerasan. Tanpa itu, demokrasi hanya akan menjadi slogan kosong,” pungkasnya. (Pon)

#Amnesty Internasional #Kebebasan Berpendapat #Teror
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Amnesty International: Rentetan Teror terhadap Aktivis Ancam Kebebasan Berpendapat
Amnesty International menilai rentetan teror terhadap aktivis dan figur publik di akhir 2025 sebagai ancaman serius bagi kebebasan berekspresi dan demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Amnesty International: Rentetan Teror terhadap Aktivis Ancam Kebebasan Berpendapat
Indonesia
Teror terhadap Influencer dan Aktivis, Bentuk Pembungkaman Kritis Ternyata masih Lazim di Indonesia
Aksi teror dan intimidasi terhadap pegiat media sosial, jurnalis, hingga aktivis lingkungan hidup belakangan marak terjadi di sejumlah daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Teror terhadap Influencer dan Aktivis, Bentuk Pembungkaman Kritis Ternyata masih Lazim di Indonesia
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Indonesia
Polisi Buru Dalang di Balik 'Kamila Hamdi' yang Bikin Warga Depok Geger
Pihak kepolisian memastikan bahwa setelah dilakukan penyisiran di lapangan, ancaman bom tersebut tidak terbukti
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Desember 2025
Polisi Buru Dalang di Balik 'Kamila Hamdi' yang Bikin Warga Depok Geger
Indonesia
Indonesia Kutuk Penembakan di i Pantai Bondi Sydney, KJRI Minta WNI Waspada
Konsulat Jenderal RI (KJRI) mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap waspada menyusul penembakan di Pantai Bondi tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
Indonesia Kutuk Penembakan di i Pantai Bondi Sydney, KJRI Minta WNI Waspada
Indonesia
Amnesty International Ungkap Deretan Pasal Bermasalah di KUHAP Baru, Ada Potensi Penyalahgunaan Wewenang
Amnesty International mengungkap deretan pasal bermasalah di KUHAP baru. Sebab, ada potensi penyalahgunaan wewenang.
Soffi Amira - Rabu, 19 November 2025
Amnesty International Ungkap Deretan Pasal Bermasalah di KUHAP Baru, Ada Potensi Penyalahgunaan Wewenang
Indonesia
Pimpinan Komisi X DPR Minta Polisi Usut Tuntas Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Soroti Dugaan Kasus Perundungan
Bukan hanya soal ledakan atau tindak kekerasan, melainkan bisa menjadi cerminan dari persoalan sosial dan psikologis yang lebih dalam di lingkungan pendidikan.
Dwi Astarini - Jumat, 07 November 2025
Pimpinan Komisi X DPR Minta Polisi Usut Tuntas Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Soroti Dugaan Kasus Perundungan
Indonesia
Amnesty International Indonesia Desak Pemerintah Cabut Nama Soeharto dari Daftar Calon Pahlawan Nasional
Amnesty International Indonesia menilai upaya menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Reformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Oktober 2025
Amnesty International Indonesia Desak Pemerintah Cabut Nama Soeharto dari Daftar Calon Pahlawan Nasional
Indonesia
Teror Bom Ancam 3 Sekolah Internasional di Jakarta Utara dan Tangsel, Minta Tebusan Uang hingga Kripto
Tiga sekolah internasional di Jakarta Utara dan Tangsel tengah digegerkan dengan adanya teror bom. Peneror meminta tebusan uang hingga kripto.
Soffi Amira - Kamis, 09 Oktober 2025
Teror Bom Ancam 3 Sekolah Internasional di Jakarta Utara dan Tangsel, Minta Tebusan Uang hingga Kripto
Indonesia
Kecam Penangkapan Delpedro Marhaen, Amnesty International: Negara Seharusnya Dengarkan Tuntutan Rakyat
Amnesty International Indonesia mengecam penangkapan Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen. Usman Hamid mengatakan, negara seharusnya mendengarkan tuntutan rakyat.
Soffi Amira - Rabu, 03 September 2025
Kecam Penangkapan Delpedro Marhaen, Amnesty International: Negara Seharusnya Dengarkan Tuntutan Rakyat
Bagikan