Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Hari Anak Nasional

Merayakan Hari Anak Nasional dengan Komitmen Penolakan Kekerasan terhadap Anak

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 23 Juli 2022
Merayakan Hari Anak Nasional dengan Komitmen Penolakan Kekerasan terhadap Anak

Anak-anak mengikuti pawai Hari Anak Nasional yang digelar Sanggar Anak Harapan di Tanah Merah. (Foto: Diky Takyudin/Sanggar Anak Harapan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJUMLAH anak dengan gambar di wajah tampak mengacungkan kertas, layaknya tengah menggelar unjuk rasa. ‘Anak Generasi Masa Depan’ dan ‘Penuhi Hak Anak’ ialah dua dari sekian tulisan yang tertera pada kertas warna-warni yang dipertunjukkan. Beberapa anak lainnya tampak memegang tinggi-tinggi bendera Merah Putih berukuran kecil.

Anak-anak dari Sanggar Anak Harapan (SAH) itu bukan tengah berdemo. Mereka tengah berpawai merayakan Hari Anak Nasional. Yayasan Sanggar Anak Harapan (SAH) menggelar rangkaian kegiatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) mulai 23 hingga 27 Juli 2022. Pada peringatan tahun ini, Sanggar Anak Harapan memilih tema Berbagi ceria dan keberpihakan pada hak anak karena memberi bukan berarti lebih!.

BACA JUGA:

Hari Anak Nasional 2022, Momentum Penuhi Hak Anak

Beragam kegiatan seperti perlombaan untuk anak, pawai, pemutaran dan diskusi film, hingga pembuatan mural di ruang kelas Sekolah Harapan diselenggarakan di Sanggar Anak Harapan, Tanah Merah, Jakarta Utara, serta di kompleks Institut Kesenian Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat.

Uniknya, seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan ibu-ibu Tanah Merah atau orangtua anak-anak Sanggar Anak Harapan. Pendampingan terhadap orangtua menjadi kunci pendidikan karakter generasi. Hal itu juga yang selama ini telah dilakukan Sanggar Anak Harapan dalam menerapkan pendidikan bagi anak-anak di Tanah Merah.

hari anak nasional
Pawai Hari Anak Nasional di Tanah Merah yang diselenggarakan Sanggar Anak Harapan, Sabtu (23/7). Foto: Diky Takyudin/Sanggar Anak Harapan)

Direktur Sanggar Anak Harapan Leni Desinah, atau yang akrab disapa Kak Desboy, menjelaskan penyelenggaraan pendidikan dan ruang aman jadi bekal untuk melindungi anak dari kekerasan. Dengan keyakinan itu, semangat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) menjadi momentum istimewa untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak.

Kegiatan peringatan Hari Anak Nasional merupakan bentuk perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan hak anak agar bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Sasaran utama kegiatan ini yakni anak-anak, orangtua, dan pemangku kebijakan di lingkungan sekitar, khususnya di wilayah RW 09 Kampung Tanah Merah, Jakarta Utara.

“Melalui rangkaian kegiatan di Hari Anak Nasional, kami mengajak orangtua, pendamping, dan pemangku kebijakan agar ikut serta dan berkomitmen penuh dalam perlindungan anak terhadap berbagai bentuk kekerasan,” kata Desboy di Jakarta, Jumat (22/7).

Secara khusus, ia menegaskan dukungannya terhadap Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) yang diinisiasi DPR RI. Perlindungan terhadap anak di dalam segala sektor kehidupan tentunya akan bermuara pada kesejahteraan anak. Meski demikian, kesejahteraan ibu selaku orangtua juga perlu diperhatikan dan dijamin pemerintah maupun dunia usaha.

BACA JUGA:

Telusuri Bahaya Depresi Pada Anak

“Jangan sampai hak para ibu untuk bekerja dan mengaktualisasikan diri terancam. Atau ibu bahkan mendapatkan intimidasi ketika mengambil cuti hamil dan melahirkan,” kata Desboy.

Pemerintah bersama DPR RI juga perlu memikirkan nasib para ibu yang tidak bekerja. Mereka juga perlu tetap terjamin kesejahteraannya melalui lingkungan yang aman dan sehat. Jaminan itu perlu dilindungi payung hukum yang mengikat sehingga masyarakat memiliki kewajiban untuk melindungi para ibu hamil, melahirkan, dan menyusui.

“Oleh karena itu, suami atau orangtua atau mertua perlu juga memahami bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif bagi ibu yang hamil, melahirkan, serta tengah menyusui,” imbuhnya.

Sanggar Anak Harapan merupakan rumah pendidikan yang berada di kawasan Tanah Merah. Sanggar ini tepatnya beralamat di Jl Mandiri 1 Kampung Tanah Merah, No 06, RT 01 RW 09, Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Padatnya penduduk Tanah Merah menyebabkan gesekan antarindividu semakin tinggi. Itu menjadi salah satu sumber kekerasan. Tidak jarang, anak-anak di Tanah Merahmenerima perlakuan kekerasan dan terpaksa mengikuti kemauan orangtua mereka untuk ikut mencari nafkah hingga dini hari. Hal itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

hari anak nasional
Kegiatan Lomba Mewarnai pada peringatan Hari Anak Nasional di Tanah Merah yang diselenggarakan Sanggar Anak Harapan, Sabtu (23/7). (Foto: Diky Takyudin/Sanggar Anak Harapan)

Di kawasan itu tak tersedia sarana prasarana memadai yang mudah dijangkau untuk menitipkan anak di kala orangtua sedang bekerja. Kemiskinan itu mengakibatkan banyak warga di Tanah Merah mengalami kesulitan dalam mengakses pendidikan. Sanggar Anak Harapan memberi ruang bagi anak-anak di Tanah Merah untuk mengecap pendidikan.

“Yayasan Sanggar Anak Harapan berkomitmen fokus pada pendidikan anak sebagai generasi penerus dengan pendekatan berbasis hak dan nirkekerasan. Sanggar Anak Harapan secara khusus memiliki tujuan pendidikan menciptakan lingkungan ramah anak yang bebas dari kekerasan,” kata Desboy.(*)

BACA JUGA:

Kecemasan Sekolah pada Anak: Penyebab, Tanda, dan Apa yang Harus Dilakukan

#Hari Anak Nasional #Sarana Edukasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Masih banyak korban yang memilih diam karena takut kepada pelaku, merasa malu, mendapat ancaman, tidak dipercaya, atau khawatir justru disalahkan ketika melapor.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Indonesia
Hari Anak Nasional 2026, Ketua DPR Tegaskan Anak Harus Terbebas dari Bullying
Berbagai tantangan masih dihadapi anak-anak Indonesia, mulai dari stunting, putus sekolah, kekerasan, perkawinan usia dini, eksploitasi, perundungan, hingga ancaman di ruang digital.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Hari Anak Nasional 2026, Ketua DPR Tegaskan Anak Harus Terbebas dari Bullying
Indonesia
Hari Anak Nasional 2026, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Generasi Muda Lewat Edukasi Interaktif
KPK memanfaatkan Hari Anak Nasional 2026 untuk memperluas pendidikan antikorupsi melalui berbagai kegiatan interaktif bersama KemenPPPA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Hari Anak Nasional 2026, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Generasi Muda Lewat Edukasi Interaktif
Indonesia
Transjakarta Gelar Merakids 2026, Ajak Anak Belajar Transportasi Publik di Hari Anak Nasional
Transjakarta menggelar Merakids 2026 dalam rangka Hari Anak Nasional. Sebanyak 80 anak mengikuti kegiatan edukasi transportasi publik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Transjakarta Gelar Merakids 2026, Ajak Anak Belajar Transportasi Publik di Hari Anak Nasional
Indonesia
Momen Hari Anak Nasional 2026, Ancol Gratiskan Tiket Dufan hingga Sea World untuk Anak
Ancol menghadirkan program Kids Free Ticket untuk Hari Anak Nasional 2026. Anak hingga usia 12 tahun bisa mendapatkan tiket gratis rekreasi pada periode 23-26 Juli.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Momen Hari Anak Nasional 2026, Ancol Gratiskan Tiket Dufan hingga Sea World untuk Anak
Indonesia
PAM Jaya Gencarkan Program Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Gizi dan Air Bersih
PAM Jaya memperkuat program pencegahan stunting lewat edukasi gizi dan air bersih. Kegiatan itu sudah dilaksanakan di tiga titik Jakarta Utara.
Soffi Amira - Rabu, 18 Februari 2026
PAM Jaya Gencarkan Program Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Gizi dan Air Bersih
Lifestyle
Pintu Perkuat Edukasi Aset Kripto Lewat Kolaborasi Lintas Industri dengan tiket.com
Industri crypto dalam negeri terus mencatatkan pertumbuhan positif
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Desember 2025
Pintu Perkuat Edukasi Aset Kripto Lewat Kolaborasi Lintas Industri dengan tiket.com
Kuliner
Dukung Pendidikan lewat Program CSR, Roemah Koffie Serahkan 20 Komputer ke Sekolah Daerah Penghasil Biji Kopi
Perangkat tesebut diharapkan bisa menyokong kemampuan komputasi peserta didik terhadap teknologi.
Dwi Astarini - Senin, 03 November 2025
Dukung Pendidikan lewat Program CSR, Roemah Koffie Serahkan 20 Komputer ke Sekolah Daerah Penghasil Biji Kopi
ShowBiz
Karakter Film 'Jumbo' Hadirkan Warna Baru di Playlist Anak Spotify
Karakter film Jumbo hadir di Playlist Anak Spotify dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 Juli 2025
Karakter Film 'Jumbo' Hadirkan Warna Baru di Playlist Anak Spotify
Indonesia
Dapat Dana Hibah dari Tahir Foundation, Pemkot Solo Minta Museum Sains, dan Teknologi Segera Dibuka
Pemkot Solo meminta agar Museum Budaya, Sains, dan Teknologi segera dibuka. Museum itu dibangun dari dana hibah Tahir Foundation.
Soffi Amira - Kamis, 13 Maret 2025
Dapat Dana Hibah dari Tahir Foundation, Pemkot Solo Minta Museum Sains, dan Teknologi Segera Dibuka
Bagikan