MerahPutih.com - Pencegahan stunting di Jakarta kini masuk dalam program PAM Jaya demi mendorong generasi penerus bangsa yang unggul.
Daya Wanita PAM Jaya bersama Women and Children Resilience (WCR) hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan Edukasi Gizi Cerdas dan Ketahanan Air untuk pencegahan stunting.
Ketua Women and Children Resilience (WCR), Margaretha Hanita mengatakan, bahwa program ini merupakan salah satu kegiatan yang secara serius dipantau keberlanjutannya karena menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.
Margaretga mengatakan, generasi penerus berada pada masa emas yang sangat menentukan. Oleh sebab itu, tentu ia berharap anak-anak tumbuh dengan dukungan yang positif, baik dari sisi gizi, lingkungan, maupun pola asuh.
"Edukasi kepada seorang ibu menjadi titik awal yang sangat penting, karena dari sanalah kualitas generasi masa depan dibentuk, yang pada akhirnya akan memengaruhi arah bangsa ke depan," ujar Hanita melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (16/2).
Baca juga:
Solusi Air Bersih untuk Warga Jakarta, PAM JAYA–TP PKK Salurkan Toren Gratis
Adapun, kegiatan ini telah dilaksanakan di tiga titik di Jakarta Utara, yakni di Aula Kantor Kelurahan Semper Timur, Kelurahan Penjaringan, dan Kelurahan Rorotan, dengan peserta yang terdiri dari ibu TP PKK, Dasawisma, dan kader Posyandu.
Kegiatan pertama yang diselenggarakan di Aula Kantor Kelurahan Semper Timur, Jakarta Utara, pada Selasa (10/2) lalu, dihadiri oleh Lurah Kelurahan Semper Timur, Ketua Daya Wanita PAM Jaya, dan Direktur WCR.
Melalui sesi edukasi, para peserta diajak memahami pentingnya konsep Gizi Cerdas, khususnya pemenuhan protein hewani sejak dini, sebagai kunci pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menekankan bahwa pencegahan stunting tidak bisa dilepaskan dari aspek sanitasi dan ketahanan air.
Baca juga:
Insentif untuk Daerah Berhasil Turunkan Stunting Dianggarkan Rp 300 Miliar, DPR Nilai Terlalu Besar
Akses air bersih yang memadai menjadi fondasi lingkungan sehat, sehingga anak terhindar dari penyakit infeksi yang dapat menghambat penyerapan nutrisi.
Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin menegaskan, bahwa keterlibatan Daya Wanita PAM Jaya merupakan bagian penting dari pendekatan yang lebih menyentuh keluarga secara langsung.
"Upaya menurunkan stunting tidak bisa dilakukan sendiri dan tidak bisa hanya lewat satu pendekatan. Melalui peran Daya Wanita PAM Jaya, kami ingin hadir lebih dekat dengan para ibu, berbagi pengetahuan tentang gizi dan pentingnya air bersih, karena dari keluargalah masa depan anak-anak Jakarta dibentuk," ujar Arief.
Melalui kolaborasi ini, Daya Wanita PAM Jaya berharap dapat terus menjadi bagian dari gerakan masyarakat yang peduli terhadap gizi anak dan ketahanan air, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga sehat dan lingkungan yang lebih berdaya.
Baca juga:
PAM Jaya dan MADAS Nusantara Kolaborasi Sedekah 1 Juta Al-Qur’an untuk Korban Banjir Sumatra
Kegiatan edukasi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PAM Jaya dalam mendukung Program Percepatan Penurunan Stunting yang telah dijalankan sejak 2023.
Pada 2023 lalu, intervensi dilakukan kepada 409 anak di 39 kelurahan. Sementara pada 2024, intervensi dilakukan kepada 1.129 anak di 36 kelurahan.
Lalu, program yang sama dijalankan di Jakarta Utara dan Jakarta Timur pada 2025. Selain membagikan makanan, ada pula monitoring dan edukasi untuk pencegahan stunting kepada ibu hamil dan pasangan pra nikah, serta pembagian toren air gratis. (Asp)