Waspada! Risiko Stunting Anak Indonesia Bisa Melonjak Tinggi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 19 Mei 2026
Waspada! Risiko Stunting Anak Indonesia Bisa Melonjak Tinggi

Anak balita dan ibu menerima bantuan makanan untuk pemenuhan gizi agar terhindar dari stunting

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta pemerintah mitigasi dampak El Nino melalui penguatan layanan kesehatan, ketahanan pangan, akses air bersih, serta sistem kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus penyakit pada anak.

Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A, Subsp.Respi(K) mengatakan fenomena El Nino “Godzilla” berpotensi meningkatkan risiko stunting dan malnutrisi pada anak akibat kekeringan panjang dan terganggunya ketahanan pangan.

Prevalensi stunting tahun 2022 menurut Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) sebesar 21,6 persen dan meningkat dengan adanya El Nino ini sampai bertambah 15-25 persen,

kata Darmawan dalam seminar daring terkait dampak El Nino terhadap kesehatan anak, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan El Nino menyebabkan musim kemarau ekstrem yang berdampak pada gagal panen dan kenaikan harga pangan. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi akses masyarakat terhadap makanan bergizi, terutama bagi anak-anak.

Dengan adanya El Nino, kekeringan dan gagal panen, maka harga pangan naik, banyak masyarakat yang tidak mampu mencukupi kebutuhan gizinya, maka terjadi malnutrisi yang baik dalam keadaan akut maupun kronik, dalam keadaan jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga terjadi stunting dan tentu akan mengganggu kemampuan intelektualitas anak-anak,

ujarnya.

Menurut Darmawan, anak-anak merupakan kelompok paling rentan terdampak perubahan iklim karena sistem imun dan kemampuan pengaturan suhu tubuh yang belum matang.

Anak kehilangan cairan lebih cepat per kilogram berat badannya dibandingkan orang dewasa,

katanya.

Selain meningkatkan risiko malnutrisi dan stunting, El Nino juga disebut berpotensi memicu lonjakan berbagai penyakit pada anak, seperti diare, pneumonia, demam berdarah dengue (DBD), hingga malaria.

Darmawan mengatakan kekeringan berkepanjangan dapat menurunkan kualitas sanitasi dan mencemari sumber air bersih sehingga meningkatkan risiko penyakit bawaan air.

Di Indonesia, seperti juga sebenarnya di berbagai negara berkembang lainnya, diare ini merupakan dua penyebab utama kematian pada balita bersama dengan pneumonia,

ujarnya.

Ia menyoroti dampak polusi udara akibat kebakaran hutan selama musim kemarau panjang. Menurut dia, partikel polutan berukuran sangat halus PM2.5 dapat menembus saluran pernapasan hingga masuk ke aliran darah dan merusak berbagai organ tubuh.

Pada anak-anak di bawah 5 tahun, paru-paru masih dalam fase tumbuh-kembang, lebih rentan terhadap kerusakan permanen,

katanya.
#Stunting #Gizi Anak #Kelaparan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Berita
SOYJOY Nutrition Award 2026 Apresiasi 213 Program Gizi, Soroti Inovasi Penanganan Stunting dan Kesehatan Masyarakat
SOYJOY Nutrition Award 2026 menghimpun 213 program gizi dari berbagai daerah. Hampir separuh program berfokus pada penanganan stunting.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
SOYJOY Nutrition Award 2026 Apresiasi 213 Program Gizi, Soroti Inovasi Penanganan Stunting dan Kesehatan Masyarakat
Indonesia
Waspada! Risiko Stunting Anak Indonesia Bisa Melonjak Tinggi
Prevalensi stunting tahun 2022 menurut Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) sebesar 21,6 persen dan meningkat dengan adanya El Nino ini sampai bertambah 15-25 persen
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 19 Mei 2026
Waspada! Risiko Stunting Anak Indonesia Bisa Melonjak Tinggi
Indonesia
PAM Jaya Gencarkan Program Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Gizi dan Air Bersih
PAM Jaya memperkuat program pencegahan stunting lewat edukasi gizi dan air bersih. Kegiatan itu sudah dilaksanakan di tiga titik Jakarta Utara.
Soffi Amira - Rabu, 18 Februari 2026
PAM Jaya Gencarkan Program Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Gizi dan Air Bersih
Indonesia
Prabowo Tegaskan Bakal Lindungi Rakyat dari Kemiskinan hingga Kelaparan
Presiden RI, Prabowo Subianto, berjanji akan melindungi rakyat Indonesia dari kemiskinan hingga kelaparan.
Soffi Amira - Minggu, 08 Februari 2026
Prabowo Tegaskan Bakal Lindungi Rakyat dari Kemiskinan hingga Kelaparan
Indonesia
Menkeu Purbaya Turunkan Insentif Stunting Bagi Pemda, Jadi Hanya Rp 300 Miliar
Nilai insentif tahun ini lebih rendah Rp 475 miliar bila dibandingkan insentif tahun lalu yang mencapai Rp 775 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 November 2025
Menkeu Purbaya Turunkan Insentif Stunting Bagi Pemda, Jadi Hanya Rp 300 Miliar
Indonesia
Insentif untuk Daerah Berhasil Turunkan Stunting Dianggarkan Rp 300 Miliar, DPR Nilai Terlalu Besar
Mestinya motivasi utama pemerintah daerah seharusnya bukan sekadar mengejar insentif, melainkan komitmen menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Insentif untuk Daerah Berhasil Turunkan Stunting Dianggarkan Rp 300 Miliar, DPR Nilai Terlalu Besar
Indonesia
Kaltim Raih Penghargaan Penurunan Stunting Terbaik di Rakornas 2025, Gibran: Kuncinya Sinergi Pusat dan Daerah
Wapres Gibran Rakabuming Raka membuka Rakornas Stunting 2025 dan menegaskan pentingnya sinergi pusat-daerah untuk mencapai target 14,2% pada 2029. Kaltim raih penghargaan terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 November 2025
Kaltim Raih Penghargaan Penurunan Stunting Terbaik di Rakornas 2025, Gibran: Kuncinya Sinergi Pusat dan Daerah
Indonesia
Sanksi Penutupan SPPG Bermasalah Jangan Sampai Rugikan Hak Gizi Harian Siswa
Keputusan pemerintah menutup sementara SPPG yang bermasalah dalam program MBG sebagai langkah korektif yang perlu diapresiasi.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Oktober 2025
Sanksi Penutupan SPPG Bermasalah Jangan Sampai Rugikan Hak Gizi Harian Siswa
Indonesia
Kesenjangan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Prabowo: Masih Banyak Anak-anak Kelaparan dan Petani Tak Bisa Jual Hasil Panen
Presiden Prabowo Subianto menyoroti ekonomi nasional yang tidak merata, meskipun tumbuh 5 persen dalam 7 tahun terakhir.
Frengky Aruan - Jumat, 15 Agustus 2025
Kesenjangan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Prabowo: Masih Banyak Anak-anak Kelaparan dan Petani Tak Bisa Jual Hasil Panen
Indonesia
Tina Toon Desak Perombakan Besar-besaran Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang Diduga Tidak Tepat Sasaran
Pemberian ASI sangat krusial
Angga Yudha Pratama - Selasa, 12 Agustus 2025
Tina Toon Desak Perombakan Besar-besaran Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang Diduga Tidak Tepat Sasaran
Bagikan