Menteri PPPA: Pentingnya Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan
Lebih dari 50 persen UMKM di Indonesia dimiliki dan dikelola oleh perempuan. (Foto: pexels/kaboompics com
MENURUT Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga, peningkatan pemberdayaan perempuan dalam dunia kewirausahaan adalah salah satu peluang bersama untuk dapat keluar dari situasi krisis yang telah terjadi akibat adanya pandemi COVID-19.
"Bagi para perempuan, pemberdayaan ekonomi tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh pendapatan semata tetapi juga alat untuk memerdekakan diri dari jerat kekerasan dan diskriminasi yang mengikat mereka," ujar Bintang dalam acara "Perempuan Kebanggaan Indonesia, Perempuan Wirausaha" secara virtual dikutip dari Antara, Senin (8/3).
Baca juga:
Bintang mangatakan, pemberdayaan perempuan dipilih sebagai salah satu solusi bukan tanpa alasan, sebab kekuatan perempuan dalam bidang ekonomi, terkhusus pada bidang kewirausahaan sangatlah besar.
Berdasarkan Data Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Besar pada 2014-2018 di Indonesia, dari total jumlah sekitar 64 juta unit usaha, 99,99 persen usaha di Indonesia tergolong ke dalam UMKM. Serta, ada lebih dari 50 persen berbagai usaha mikro dan kecil di Indonesia, dimiliki dan dikelola oleh perempuan.
Baca juga:
Monitor Tekanan Darah Perempuan Seharusnya Dilakukan dengan Cara Berbeda
Pemerintah juga telah ikut memberikan perhatian khusus terhadap keberlangsungan UMKM selama masa pandemi ini. Perhatian tersebut seperti diadakannya program subsidi bunga, dukungan pembiayaan, dan penjaminan dana jua akan kembali dilanjutkan di 2021.
Kemen PPPA juga terus melakukan berbagai upaya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi kelompok perempuan secara luas. Pemberdayaan tersebut mulai dari menginisiasi model pengembangan Industri Rumahan (IR) sesuai dengan Peraturan Menteri PPPA Nomor 2 Tahun 2016.
Hingga saat ini, ada sekitar 3.764 pelaku usaha yang tersebar di 46 desa atau kelurahan, 21 kabupaten atau kota, dan 16 provinsi yang telah melakukan pengumpulan data kuantitatif maupun kualitatif. Data terserbut akan digunakan sebagai landasan untuk melakukan advokasi ke Kementerian/Lembaga terkait, seta untuk membangun sinergi antara UMKM dengan berbagai lembaga masyarakat yang menaungi para perempuan pengusaha.
Hari Perempuan Internasional ini diharapkan oleh Bintang agar dapat menjadi momentum dalam membangkitkan kembali semangat bersama, serta mengawal kerja-kerja pemberdayaan perempuan, terutama di bidang ekonomi. Sebab upaya dalam melakukan pemberdayaan perempuan kerja sama dan dukungan dari banyak pihak. (kna)
Baca juga:
Merespons Pandemi, Sheima Kosmetik Hadirkan Lini dengan Kandungan Antibakteri
Bagikan
Berita Terkait
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Penurunan Daya Beli Warga Akibat Pekerja Sektor Formal Minim
Anggota Komisi IX DPR Nilai Ekonomi RI Tetap Resilien meski Tekanan Global Tinggi
Fraud BI-FAST Rp 200 Miliar Terungkap, DPR Minta Pengamanan Dana dan Data Nasabah Diperkuat
Dian Sastrowardoyo: Peran Perempuan Krusial di Tengah Disrupsi Teknologi AI
Prabowo Subianto Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tenang dan Mampu Bertahan dari Gempuran Perang Dagang
Dorong Ekonomi Nasional Jelang Nataru, Pemerintah Siapkan 3 Program Salah Satunya Diskon Belanja
Pemprov DKI Luncurkan Kanal Aduan Lengkap untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
Pengusaha Diminta Jadi Kakak Asuh Koperasi Merah Putih, Pertumbuhan Tidak Dinikmati Segelintir Orang
Jokowi Pidato Forum Bloomberg New Economy Forum 2025, Paparkan Revolusi Ekonomi Cerdas