Kesehatan

Monitor Tekanan Darah Perempuan Seharusnya Dilakukan dengan Cara Berbeda

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 08 Maret 2021
Monitor Tekanan Darah Perempuan Seharusnya Dilakukan dengan Cara Berbeda

Pemeriksaan tekanan darah pada perempuan seharusnya berbeda. (foto: 123RF/akkamulator)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA kamu mengunjungi dokter, umumnya urutan pertama yang dilakukan ialah pemeriksaan tekanan darah. Angka tertera di layar menjadi penentu kondisi kesehatan. Kurang dari 120 di atas 80, atau 120/80, kesehatan kamu diukur dalam milimeter per merkuri.

Jika kamu perempuan, dokter mungkin telah menggunakan metrik yang salah untuk tekanan darahmu selama ini. Demikian menurut sebuah studi baru yang diterbitkan 15 Februari di jurnal Circulation.

Penelitian itu melihat angka pertama, tekanan darah sistolik, yang menunjukkan seberapa besar tekanan darahmu terhadap dinding arteri saat jantung berdetak. Sementara itu, kurang dari 120 milimeter per merkuri mungkin berada dalam kisaran normal untuk laki-laki, target tekanan darah sistolik untuk perempuan harus kurang dari 110 milimeter per merkuri. Demikian studi tersebut menemukan.

BACA JUGA:

Merespons Pandemi, Sheima Kosmetik Hadirkan Lini dengan Kandungan Antibakteri

Hasil penelitian tersebut mengubah cara kita melihat apa yang harus dianggap tekanan darah normal bagi perempuan, kata penulis senior Dr. Susan Cheng, direktur Institute for Research on Healthy Aging di Cedars-Sinai's Smidt Heart Institute di Los Angeles, AS.

"Kami telah memikirkan tentang tekanan darah normal pada orang dengan asumsi bahwa laki-laki dan perempuan adalah sama, padahal sebenarnya mereka jauh lebih berbeda dari yang kami sadari," kata Cheng, yang juga menjabat sebagai profesor kardiologi di Cedars-Sinai seperti diberitakan cnn.com (8/3).

Studi tersebut meneliti pengukuran tekanan darah lebih dari 27.000 peserta. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa untuk perempuan tingkat di atas 110 milimeter per merkuri dihubungkan dengan risiko mengembangkan semua jenis penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, gagal jantung dan stroke, berbeda dari hasil laporan untuk laki-laki.

Implikasinya sangat luas. Tekanan darah, seperti yang dikatakan Cheng, adalah "faktor risiko paling utama yang dapat dimodifikasi untuk semua jenis penyakit kardiovaskular yang berbeda."

Meskipun tekanan darah tinggi dapat membawa banyak risiko kesehatan, tekanan darah tinggi juga dapat dikontrol melalui diet dan olahraga, terutama ketika kamu masih muda. Faktor lain, seperti usia, jenis kelamin dan genetika, tidak "dapat dimodifikasi," kata Cheng.

Rekomendasi untuk Perempuan

tekanan darah
Tekanan darah menjadi angka pertama penentu kondisi kesehatan.(Foto: 123RF/Andriy Popov)


Pedoman tekanan darah yang digunakan dokter setiap hari yang diakui secara umum mengatakan bahwa kurang dari 120/80 milimeter per merkuri adalah kisaran yang sehat untuk semua orang dewasa. Namun, Cheng mengatakan bukan hal yang baik bahwa bidang perawatan kesehatan tidak mempersonalisasi angka ini berdasarkan jenis kelamin pasien.

Menggabungkan pentingnya tekanan darah dengan kemungkinan bahwa banyak perempuan dapat berada di atas kisaran kesehatan mereka yang sebenarnya tanpa mereka atau bahkan dokter mereka menyadarinya sepenuhnya, Cheng mendesak baik dokter maupun pasien untuk memeriksa kembali patokan angka tersebut.

"Perempuan harus benar-benar memperhatikan tekanan darah mereka dengan serius. Bahkan ketika tampaknya itu dalam kisaran normal untuk semua orang - atau benar-benar untuk laki-laki - bahkan ketika itu di bawah 120, jika di atas 110 itu sesuatu yang harus diperhatikan," katanya.

Dia merekomendasikan perempuan untuk memantau diri mereka sendiri ketika mereka sedang santai di rumah, dengan menggunakan alat pengecek tekanan darah yang secara medis diakui. Setelah melakukan tes mandiri di rumah, akan lebih mudah bagi mereka untuk menemukan rata-rata sebenarnya, ujar Cheng.

Langkah Menuju Pengobatan Lebih Personal

tekanan darah
Pengecekan mandiri di rumah bisa membantu melihat angka rata-rata.(Foto: 123RF/Javier Sanchez Mingorance)


Hasil ini adalah awal yang baik untuk apa yang perlu menyelami lebih dalam perbedaan berbasis jenis kelamin lainnya, kata Dr. Eugene Yang, profesor kedokteran di Universitas Washington, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

"Karena sifat observasi ini dan studi lain yang disorot, kami harus mematuhi pedoman yang diterbitkan untuk target tekanan darah untuk perempuan dan laki-laki," kata Yang, yang juga ketua dari American College of Cardiology Prevention of Cardiovascular Disease Section.

Cheng menambahkan, penelitian timnya tentang tekanan darah dan perbedaan jenis kelamin hanyalah puncak gunung es dari tujuan yang jauh lebih besar di bidang kesehatan: pengobatan yang dipersonalisasi.

"Ketika ingin [mencapai] tujuan utama pengobatan yang dipersonalisasi, kita benar-benar harus mulai dengan titik percabangan pertama dari apa yang membuat kita berbeda - dan itu adalah jenis kelamin," katanya.

Perlu ada pandangan yang lebih luas pada pengobatan selain dari pendekatan "satu ukuran cocok untuk semua" untuk sebagian besar manajemen faktor risiko, tambah Yang. Dan ini tidak terbatas hanya pada perbedaan berdasarkan jenis kelamin.

"Selain itu, kita perlu memperhatikan perbedaan ras dan memperkaya penelitian dengan keragaman yang cukup untuk menilai hasil berdasarkan ras," demikian Yang. (aru)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan