Menlu Inggris Kunjungi Israel, Peringatkan Iran akan Ada Serangan Balasan

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Rabu, 17 April 2024
Menlu Inggris Kunjungi Israel, Peringatkan Iran akan Ada Serangan Balasan

“Jelas Israel mengambil keputusan untuk bertindak,” kata Cameron kepada wartawan pada awal kunjungannya ke Yerusalem. (Foto: YouTube/Skynews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - David Cameron, Menteri Luar Negeri Inggris, mengunjungi Israel pada Rabu (17/4). Dia menyatakan telah menerima informasi tentang sikap Israel terhadap serangan rudal dan pesawat tak berawak Iran (drone) pada Sabtu tengah malam (13/4).

Menurut Cameron, Israel telah memutuskan untuk membalas serangan Iran. Ini adalah peringatan paling keras akan adanya serangan lain dalam eskalasi regional.

“Jelas Israel mengambil keputusan untuk bertindak,” kata Cameron kepada wartawan pada awal kunjungannya ke Yerusalem. “Kami berharap mereka melakukan hal ini dengan cara yang sesedikit mungkin meningkatkan ketegangan.” Demikian dilaporkan reuters.com (17/4).

Baca juga:

Luncurkan 300 Drone ke Israel, Uni Eropa Belum Siapkan Sanksi Bagi Iran

Negara-negara besar berupaya mencegah pecahnya konflik yang lebih luas di Timur Tengah setelah serangan Iran. Beberapa diantaranya mengusulkan penjatuhan sanksi kepada Iran.

Serangan Iran ke Israel Sabtu lalu adalah kali pertama bagi Iran menyerang Israel secara langsung setelah berpuluh-puluh tahun konfrontasi melalui strategi perang proksi (proxy war).

Iran melancarkan serangan tersebut sebagai tanggapan atas dugaan serangan udara Israel ke kompleks kedutaan besarnya di Damaskus pada 1 April. Serangan itu menewaskan dua jenderal dan beberapa perwira Iran lainnya.

Lebih dari enam bulan setelah perang antara Israel dengan kelompok Hamas yang didukung Iran, para diplomat sedang mencari cara untuk menghindari pertempuran langsung antara Israel dan Iran.

Baca juga:

Korsel Imbau Warganya Tunda Perjalanan ke Iran

Rudal dan drone Iran yang diluncurkan pada hari Sabtu sebagian besar ditembak jatuh oleh Israel dan sekutunya. Tak ada korban jiwa dan hanya kerusakan kecil.

Namun, Israel mengatakan mereka harus membalas untuk menjaga kredibilitas alat pertahanannya. Iran mengatakan, pihaknya menganggap masalah ini sudah selesai untuk saat ini, tapi mereka mengancam akan membalas lagi jika Israel bertindak serampangan.

Washington dan negara-negara Barat lainnya berharap sanksi ekonomi baru terhadap Iran akan membantu membujuk Israel untuk membatasi ruang lingkup pembalasannya.

Cameron mengatakan Inggris ingin melihat sanksi terkoordinasi terhadap Iran oleh negara-negara Kelompok Tujuh (G7), yang akan bertemu minggu ini di Italia.

“Mereka perlu diberi pesan yang jelas dan tegas oleh G7,” katanya. (dru)

Baca juga:

Indonesia Punya Peluang Tengahi Konflik Iran-Suriah dengan Dua Model Diplomasi

#Perang Iran-Israel #Iran #Israel #Timur Tengah
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap berperang melawan Isreal demi membela Palestina.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Dunia
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyatakan keprihatinan mendalam mengenai potensi dampak terhadap stabilitas regional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Dunia
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan jumlah korban tewas akibat aksi protes nasional di Iran telah melampaui 2.500 orang
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Indonesia
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Situasi Iran kian memanas usai ancaman invasi AS dan kerusuhan meluas. Komisi I DPR RI meminta Kemlu menyiapkan evakuasi demi keselamatan WNI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Indonesia
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Situasi keamanan Iran memanas usai ancaman invasi Amerika Serikat. Kemlu RI mengimbau WNI menunda perjalanan dan meningkatkan kewaspadaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Dunia
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Besarnya jumlah korban mengingatkan pada kekacauan yang menyertai Revolusi Islam 1979.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Indonesia
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Berdasarkan penilaian KBRI dan dengan memperhatikan kondisi di lapangan hingga Senin (12/1), evakuasi juga belum diperlukan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Indonesia
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Iran menekankan bahwa intervensi Amerika Serikat itu secara khusus melanggar prinsip kedaulatan nasional, nonintervensi dalam urusan internal negara, dan larangan ancaman atau penggunaan kekerasan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Dunia
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Kedubes Iran di Jakarta mengungkap penyebab kerusuhan massal di Iran yang menewaskan ribuan orang. Demo ekonomi disebut disusupi aksi kekerasan dan intervensi asing.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Dunia
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Sayangnya, pemadaman internet selama hampir empat hari yang diberlakukan otoritas Iran membuat sangat sulit untuk memverifikasi laporan secara independen.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Bagikan