MerahPutih.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengharapkan Kongres Dayak Internasional di Kalimantan Barat menjadi langkah maju bagi masyarakat Dayak dalam membangun pemikiran baru untuk memajukan daerah.
"Dengan kebersamaan masyarakat Dayak, kongres ini diharapkan dapat membangun pemikiran baru, demi kemajuan masyarakat dan budaya Dayak yang lebih baik lagi," kata Yasonna di Pontianak, Rabu (26/7).
Dirinya mengakui bahwa Kalbar merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam dan telah banyak menyumbangkan devisa bagi negara. Namun, jika dilihat ke daerah pedalaman yang notabenenya dihuni oleh sebagian besar masyarakat Dayak, kondisinya jelas jauh tertinggal.
"Namun, baru-baru ini pemerintah Indonesia yang berada di bawah kepemimpinan Jokowi telah membangun infrastruktur yang ada di sini dan manfaatnya mulai dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Yasonna juga berharap, dalam kongres tersebut, tokoh masyarakat Dayak yang ada di seluruh dunia dan Indonesia khususnya agar bisa menyatukan pikiran dan pendapat bagaimana membangun komunitas masyarakat tanpa merusak ekosistem yang ada disekitarnya.
Menurutnya, pemerintah juga perlu merangkul investasi di daerah, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Tujuannya agar perusahaan yang ada bisa berkontribusi untuk kemajuan serta mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak. Jadi, kebudayaan dan tradisi yang ada di dalamnya tidak hilang dan dapat terus dilestarikan.
Kongres itu juga diharapkan dapat mengingatkan masyarakat internasional, khususnya bagi negara maju untuk menagih komitmen mereka tentang karbon kredit.
"Jangan sampai nanti ketika ada isu efek rumah kaca, masyarakat pedalaman Kalimantan yang disalahkan karena dinilai tidak bisa menjaga hutannya. Sementara negera berkembang, terus membangun tanpa memerhatikan lingkungan mereka," katanya.
Dia menegaskan, jika dunia internasional tidak mau memerhatikan masyarakat pedalaman yang kondisinya masih memprihatinkan dan mereka terus menuntut agar masyarakat terus menjaga hutan, sementara mereka tidak memberikan kontribusi, jelas itu tidak adil.
"Makanya pemerintah Indonesia jelas sangat mendukung kongres ini, karena jika masyarakat pedalaman maju, maka Indonesia juga akan maju," tandasnya. (*)
Sumber: ANTARA