Menkum HAM: Kongres Internasional Kemajuan Bagi Dayak

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 26 Juli 2017
Menkum HAM: Kongres Internasional Kemajuan Bagi Dayak

Dua penari Dayak dari Sanggar Borneo Tarigas menampilkan Tarian Gunapm' dalam rangkaian kegiatan Kongres Dayak Internasional di Rumah Radakng, Pontianak. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengharapkan Kongres Dayak Internasional di Kalimantan Barat menjadi langkah maju bagi masyarakat Dayak dalam membangun pemikiran baru untuk memajukan daerah.

"Dengan kebersamaan masyarakat Dayak, kongres ini diharapkan dapat membangun pemikiran baru, demi kemajuan masyarakat dan budaya Dayak yang lebih baik lagi," kata Yasonna di Pontianak, Rabu (26/7).

Dirinya mengakui bahwa Kalbar merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam dan telah banyak menyumbangkan devisa bagi negara. Namun, jika dilihat ke daerah pedalaman yang notabenenya dihuni oleh sebagian besar masyarakat Dayak, kondisinya jelas jauh tertinggal.

"Namun, baru-baru ini pemerintah Indonesia yang berada di bawah kepemimpinan Jokowi telah membangun infrastruktur yang ada di sini dan manfaatnya mulai dirasakan oleh masyarakat," katanya.

Yasonna juga berharap, dalam kongres tersebut, tokoh masyarakat Dayak yang ada di seluruh dunia dan Indonesia khususnya agar bisa menyatukan pikiran dan pendapat bagaimana membangun komunitas masyarakat tanpa merusak ekosistem yang ada disekitarnya.

Menurutnya, pemerintah juga perlu merangkul investasi di daerah, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Tujuannya agar perusahaan yang ada bisa berkontribusi untuk kemajuan serta mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak. Jadi, kebudayaan dan tradisi yang ada di dalamnya tidak hilang dan dapat terus dilestarikan.

Kongres itu juga diharapkan dapat mengingatkan masyarakat internasional, khususnya bagi negara maju untuk menagih komitmen mereka tentang karbon kredit.

"Jangan sampai nanti ketika ada isu efek rumah kaca, masyarakat pedalaman Kalimantan yang disalahkan karena dinilai tidak bisa menjaga hutannya. Sementara negera berkembang, terus membangun tanpa memerhatikan lingkungan mereka," katanya.

Dia menegaskan, jika dunia internasional tidak mau memerhatikan masyarakat pedalaman yang kondisinya masih memprihatinkan dan mereka terus menuntut agar masyarakat terus menjaga hutan, sementara mereka tidak memberikan kontribusi, jelas itu tidak adil.

"Makanya pemerintah Indonesia jelas sangat mendukung kongres ini, karena jika masyarakat pedalaman maju, maka Indonesia juga akan maju," tandasnya. (*)

Sumber: ANTARA

#Yasonna Laoly #Suku Dayak #Kongres Dayak Internasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Yasonna Bantah Ada Perbedaan Sikap soal Mundurnya Kongres PDIP
Ketua DPP PDIP, Yasonna Laoly, membantah adanya perbedaan sikap soal mundurnya Kongres PDIP.
Soffi Amira - Kamis, 17 April 2025
Yasonna Bantah Ada Perbedaan Sikap soal Mundurnya Kongres PDIP
Indonesia
Dipecat dari Dirjen Imigrasi Terkait Informasi Harun Masiku, Ronny Sompie: Tanya Yasonna
Ronny Sompie, tidak membantah saat ditanya apakah pemecatannya berkaitan dengan pengungkapan informasi perlintasan mantan caleg PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku.
Frengky Aruan - Jumat, 03 Januari 2025
Dipecat dari Dirjen Imigrasi Terkait Informasi Harun Masiku, Ronny Sompie: Tanya Yasonna
Indonesia
KPK Minta Yasonna Laoly Proaktif Beri Informasi Buronan Harun Masiku
KPK meminta semua pihak yang mengetahui posisi Harun Masiku memberi informasi kepada KPK
Wisnu Cipto - Kamis, 19 Desember 2024
KPK Minta Yasonna Laoly Proaktif Beri Informasi Buronan Harun Masiku
Indonesia
KPK Cecar Eks Menkumham Yasonna soal Surat ke MA Minta Fatwa PAW Harun Masiku
Yasonna mengaku ditanya penyidik terkait dua poin utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 18 Desember 2024
KPK Cecar Eks Menkumham Yasonna soal Surat ke MA Minta Fatwa PAW Harun Masiku
Indonesia
Eks Menkumham Yasonna Laoly Penuhi Panggilan KPK
Yasonna Laoly memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap yang menjerat eks Caleg PDIP, Harun Masiku.
Frengky Aruan - Rabu, 18 Desember 2024
Eks Menkumham Yasonna Laoly Penuhi Panggilan KPK
Indonesia
KPK Periksa Eks Menkumham Yasonna Laoly pada Hari Ini
Sedianya Yasonna Laoly dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan suap yang menjerat eks Caleg PDI Perjuangan (PDIP), Harun Masiku pada Jumat (13/12) lalu
Frengky Aruan - Rabu, 18 Desember 2024
KPK Periksa Eks Menkumham Yasonna Laoly pada Hari Ini
Indonesia
Eks Menkumham Yasonna tidak Jadi Diperiksa Hari Ini, KPK Setuju Penjadwalan Ulang
"Untuk YSL, info dari penyidik minta dijadwalkan ulang karena sudah ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan," kata Jubir KPK.
Wisnu Cipto - Jumat, 13 Desember 2024
Eks Menkumham Yasonna tidak Jadi Diperiksa Hari Ini, KPK Setuju Penjadwalan Ulang
Indonesia
KPK Panggil Politikus PDIP Eks Menkumham Yasonna Laoly
Sebelumnya beredar kabar Yasonna bakal dipanggil KPK sebagai saksi terkait kasus eks caleg PDIP, Harun Masiku.
Wisnu Cipto - Jumat, 13 Desember 2024
 KPK Panggil Politikus PDIP Eks Menkumham Yasonna Laoly
Indonesia
PDIP Duga Yasonna Dicopot Agar Jokowi Bisa Kendalikan Golkar dan PKB
Posisi Menkumham yang sebelumnya dijabat kader PDIP Yasonna Laoly, kini diisi eks anggota DPR yang juga politikus dari Gerindra Supratman Andi Agtas.
Wisnu Cipto - Senin, 19 Agustus 2024
PDIP Duga Yasonna Dicopot Agar Jokowi Bisa Kendalikan Golkar dan PKB
Indonesia
Geser Posisi Yasonna, Menkumham Supratman Jawab Isu Pengurangan Menteri PDIP
Supratman Andi Agtas menepis anggapan bahwa pergantian posisi bernuansa politis.
Frengky Aruan - Senin, 19 Agustus 2024
Geser Posisi Yasonna, Menkumham Supratman Jawab Isu Pengurangan Menteri PDIP
Bagikan