Geser Posisi Yasonna, Menkumham Supratman Jawab Isu Pengurangan Menteri PDIP
Menkumham Supratman Andi Agtas. (Dok. YoutTube Setpres)
MerahPutih.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Supratman Andi Agtas menepis anggapan bahwa pergantian posisi bernuansa politis. Supratman Andi Agtas menggantikan Yasonna Laoly yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang tengah berseberangan dengan Presiden Joko Widodo.
"Tidak ada masalah, itu kan kewenangan hak prerogratif presiden. Jadi tidak ada dikotomi partai pemerintah dan lain-lain,” ungkap Supratman kepada wartawan di Istana Negara, Senin (19/8).
Supratman juga mengaku telah berkomunikasi dengan Yasonna sebelum reshuffle ini. "Saya berteman baik dengan Pak Yasonna," kata mantan ketua Badan Legislasi DPR itu.
Supratman tak mempersoalkan adanya perbedaan partai antara dirinya dan Yasonna. Supratman merupakan kader Gerindra, sementara Yasonna merupakan kader PDIP.
Baginya, penunjukan menteri merupakan hak prerogatif presiden. Dia mengakui mendapat tugas khusus di awal masa jabatannya.
Baca juga:
Profil dan Harta Supratman Andi Agtas, Menkumham Pengganti Yasonna Laoly
"Bapak Presiden mengingingkan itu dilakukan harmonisasi dan itu bisa mengintegrasikan sehingga tidak ada lagi nanti ego sektoral yang diakibatkan tumpang tindihnya suatu peraturan perundangan-undangan," jelas dia.
Supratman menjelaskan prioritas pertamanya nanti ketika menjabat sebagai Menkumham adalah melakukan reformasi di bidang hukum. Dia melihat masih ada tumpang tindih aturan satu undang-undang dengan yang lain.
Sebagai kader Gerindra, dia mengatakan presiden terpilih yang juga Ketua Umumnya, Prabowo Subianto hanya berpesan supaya menjaga terus Indonesia dan tak melakukan perbuatan tercela selama menjabat sebagai menteri.
"Itu jadi tugas yang akan kami jalankan," tutup Supratman. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
PDIP Desak Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan, Usul Gunakan E-Voting
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Kecup Prananda dan Puan ke Megawati di Peringatan HUT ke-53 PDIP