Menkopolhukam Ungkap Modus Transaksi Keuangan Elektronik Teroris

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 07 November 2019
Menkopolhukam Ungkap Modus Transaksi Keuangan Elektronik Teroris

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD (Antara/Zuhdiar Laeis)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menghadiri konferensi internasional tentang 'No Money For Terror' di Melbourne, Australia. Ia berbicara soal langkah-langkah pemerintah Indonesia memerangi pelaku terorisme.

Salah satunya dengan menutup saluran transaksi keungan dan informasi para pelaku. Menurut Mahfud, di tengah perkembangan dunia teknologi informasi seperti saat ini, kemudahan terhadap akses transaksi keuangan secara digital sangat terasa.

Baca Juga:

Berduka, Pegawai KPK Bersama Koalisi Masyarakat Kibarkan Bendera Kuning

“Bahwa sekarang ini dunia IT memudahkan orang melakukan transaksi keuangan melalui internet. Fakta itu memang menolong manusia untuk lebih mudah menyelesaikan urusan-urusan keuangannya,” kata Mahfud dalam keterangannya, Kamis (7/11).

Walaupun memiliki dampak yang sangat positif, namun aktivitas transaksi keuangan secara elektronik ini juga disebutkan Mahfud memiliki dampak negatif yang juga tak kalah serius.

Mahfud MD menjadi orang sipil pertama yang memegang jabatan Menko Polhukam
Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: MP/Asropih)

Tetapi pada saat yang sama sering digunakan oleh kelompok teroris untuk kegiatan terorisme seperti pembelian senjata. "Pelatihan gaya militer kelompok teroris yang dibungkus melalui transaksi bisnis atau pengiriman uang melalui kegiatan datang secara terpecah-pecah,” jelasnya.

Kemudian Mahfud juga menyebutkan bahwa persoalan semacam itu bukan hanya problem satu atau dua negara saja. Bahkan banyak negara dunia mengalami ancaman yang sama terhadap transaksi keuangan secara elektronik semacam itu.

“Seluruh dunia menghadapi ancaman transaksi finansial kaum teroris yang seperti itu,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Baca Juga:

ICW Pesimistis Kapolri Baru Bisa Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

Maka dari itu, Mahfud melalui perwakilan Negara Republik Indonesia mengatakan di depan para delegasi negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai organisasi internasional yang hadir dalam kesempatan itu, dia mengajak kepada semuanya untuk melakukan perlawanan terhadap ancaman serius itu. Yakni dengan membuat gerakan 'No Money For Terror'.

“Itulah sebabnya kita harus bertindak dengan fokus ‘No Money For Terror’,” jelas dia. (Knu)

#Mahfud MD #Teroris #Terorisme #Uang Elektronik
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
ShowBiz
Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dituduh menyatakan kesetiaan kepada Islamic State, membuat bahan peledak, dan mencoba membeli senjata secara ilegal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
 Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Indonesia
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Mahfud MD Soroti Mark Up Anggaran
Mahfud MD menyoroti persoalan klasik yang menghantui birokrasi Indonesia, yakni kebocoran anggaran.
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Mahfud MD Soroti Mark Up Anggaran
Indonesia
Mahfud MD Dorong RUU Pemilu Rampung 2027, Puan: tak Perlu Terburu-buru
Proses legislasi perlu dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari publik.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Maret 2026
Mahfud MD Dorong RUU Pemilu Rampung 2027, Puan: tak Perlu Terburu-buru
Indonesia
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
untuk aspek penegakan hukum, peran Polri tetap menjadi yang utama. Sementara itu, pelibatan TNI akan disesuaikan dengan bentuk dan tingkat ancaman terorisme yang dihadapi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut mencakup komandan senior IRGC serta perwira tinggi kepolisian yang diduga bertanggung jawab atas tindakan kekerasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Bagikan