Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Rupiah Anjlok

Menko Perekonomian Darmin Percaya Kebijakan Ekonomi Bantu Stabilisasi Rupiah

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 05 September 2018
 Menko Perekonomian Darmin Percaya Kebijakan Ekonomi Bantu Stabilisasi Rupiah

Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: MP/Yohanes Abi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Gejolak nilai tukar rupiah yang sudah mencapai tahap mencemaskan memaksa pemerintah untuk bertindak cepat menekan gejolak perekonomian nasional.

Dengan kurs rupiah yang nyaris mendekati Rp15.000 per dolar AS, maka tidak ada pilihan lain bagi pemerintah untuk mengambil langkah efektif untuk mengurangi risiko terjun bebasnya pasar saham dalam negeri.

Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan kebijakan ekonomi pemerintah bisa membantu stabilisasi nilai tukar rupiah meksi dampaknya tidak bisa dirasakan dalam waktu dekat ini.

"Kita sudah bergerak, tapi secepat-cepatnya bergerak, respons di pasar tidak kalah cepatnya. Jadi artinya perlu waktu, sehingga kita percaya hari-hari ini kurs akan lebih tenang dibandingkan hari-hari kemarin," kata Darmin saat ditemui di Jakarta, Rabu (5/9).

Darmin mengatakan kebijakan ekonomi pemerintah telah diupayakan untuk memperbaiki kinerja neraca perdagangan maupun neraca transaksi berjalan yang saat ini masih tercatat defisit dan menjadi salah satu penyebab terjadinya perlemahan rupiah.

Menko Perekonomian Darmin Nasution
Menko Darmin Nasution memberikan keterangan kepada DPR di Jakarta (ANTARA/Rival Awal Lingga)

Upaya tersebut, antara lain, dengan memperbaiki proses kemudahan berusaha melalui sistem pelayanan terpadu (OSS) untuk mendorong investasi berbasis ekspor maupun subtitusi impor dan memberikan insentif pajak kepada pelaku usaha.

Kemudian, tambah Darmin Nasution sebagaimana dilansir Antara pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar biodiesel (B20), untuk mengurangi impor BBM terutama solar dan menekan impor migas, yang selama ini rutin menjadi penyumbang terbesar defisit neraca perdagangan.

"Kalau ini berjalan, semestinya neraca perdagangan bisa selesai, pada akhir tahun. Tapi, neraca transaksi berjalan, memang belum, meski kami harapkan bisa mulai turun dari triwulan II sebesar tiga persen terhadap PDB, menjadi 2,6 persen-2,7 persen terhadap PDB, di akhir tahun," ujarnya.

Selain itu, untuk memperkuat devisa, pemerintah berupaya untuk meningkatkan gairah sektor pariwisata agar jumlah kunjungan wisatawan asing melalui pemberian KUR bagi pelaku usaha maupun jasa yang ingin berinvestasi dalam bisnis ini.

"Itu semua sudah disiapkan, tapi yang investasi mana? Iya harus pelan-pelan, kita tidak bisa paksa orang untuk investasi. Kita cuma bisa menawarkan, ada fasilitas ini dan bunganya murah," ujar Darmin.

Darmin Nasution memastikan melalui perbaikan dalam neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan secara keseluruhan, maka fundamental ekonomi akan semakin kokoh, karena pemerintah tidak bisa mengantisipasi terjadinya sentimen dari eksternal.

"Kalau ada sentimen, kita tidak bisa lagi menjawabnya dengan sentimen. Harus ada langkah konkrit juga. Di mana konkritnya, yaitu di titik lemah kita. Titik lemahnya di defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan," kata mantan Gubernur Bank Indonesia ini.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Disebut Goyah, Khofifah: Saya Tetap Dukung Pak Jokowi

#Darmin Nasution #Menko Perekonomian #Kurs Rupiah #Rupiah Anjlok #Rupiah Melemah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.083 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa. Pelemahan dipengaruhi transisi kepemimpinan BI dan ekspektasi kebijakan The Fed.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Indonesia
Pasar Waspada Sehari Setelah Bos BI Mundur, Rupiah Jeblok di Atas Rp18.070
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.070 per dolar AS sehari setelah Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur BI. Pasar bersikap hati-hati menunggu arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan baru.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Pasar Waspada Sehari Setelah Bos BI Mundur, Rupiah Jeblok di Atas Rp18.070
Indonesia
Rupiah Terancam Melemah usai Perry Warjiyo Mundur, Ekonom Beberkan Penyebabnya
Ekonom mengingatkan, Rupiah terancam melemah usai Perry Warjiyo mundur dari Gubernur BI.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Rupiah Terancam Melemah usai Perry Warjiyo Mundur, Ekonom Beberkan Penyebabnya
Indonesia
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Perbandingan menunjukkan posisi sebelumnya berada di level Rp17.936 per dolar AS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Indonesia
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Penguatan IHSG berjalan selaras dengan pergerakan kelompok saham unggulan pada papan utama perdagangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Indonesia
Rupiah Loyo Dihantam Konflik AS-Iran, Merosot Tembus Rp17.888 Per Dolar AS
Ibrahim Assuaibi menambahkan, ancaman gangguan pada perairan penting Teluk berdampak langsung terhadap rantai pasok minyak dunia
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Juli 2026
Rupiah Loyo Dihantam Konflik AS-Iran, Merosot Tembus Rp17.888 Per Dolar AS
Indonesia
IHSG Hari Ini Menguat 41 Poin, Rupiah Naik Ke Rp17.937 Per Dolar
Penguatan tajam pergerakan indeks melengkapi gairah pasar uang setelah mata uang Garuda turut bergerak menguat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
IHSG Hari Ini Menguat 41 Poin, Rupiah Naik Ke Rp17.937 Per Dolar
Indonesia
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Konflik militer terbuka antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran jadi penyebab lonjakan harga minyak mentah dan memperkuat indeks dolar AS
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 Juli 2026
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Indonesia
Dolar AS Akhirnya Tumbang, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Langsung Melesat Tajam Jelang Rapat Dewan Gubernur BI
Langkah intervensi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) turut menjaga ekspektasi inflasi tetap berada dalam koridor target Bank Indonesia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Juli 2026
Dolar AS Akhirnya Tumbang, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Langsung Melesat Tajam Jelang Rapat Dewan Gubernur BI
Indonesia
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Pembatalan pembukaan Selat Hormuz memicu kekhawatiran datangnya guncangan inflasi jilid baru akibat kenaikan biaya logistik dunia
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Bagikan