Merahputih.com - Kabar baik buat kamu yang terus memantau nilai tukar rupiah hari ini, karena penguatan rupiah terhadap dolar AS akhirnya kembali terjadi berkat anjloknya harga minyak dunia.
Pada pembukaan pasar hari Rabu, kurs rupiah sukses merangkak naik 56 poin atau sekitar 0,31 persen ke posisi Rp17.925 per dolar AS, perlahan menjauhi level psikologis Rp18 ribuan.
Kondisi ini tentu jadi angin segar bagi pasar keuangan domestik yang belakangan sempat ketar-ketir melihat keperkasaan mata uang paman sam.
Baca juga:
Prediksi IHSG Hari Ini: Investor Wajib Hati-hati Ambil Posisi Jelang Penutupan Kuartal III 2026
Kalau dibedah lebih dalam, penguatan rupiah ini nggak lepas dari drama sentimen global, terutama harga minyak dunia turun tajam yang otomatis bikin beban impor energi Indonesia sedikit bernapas lega.
Selain ngandelin faktor eksternal, langkah sigap dari Bank Indonesia (BI) yang kabarnya melakukan intervensi rupiah di berbagai lini pasar juga jadi pahlawan buat menjaga stabilitas kurs rupiah hari ini.
Kombinasi minyak yang lebih murah dan strategi pertahanan all-out dari BI terbukti sukses bikin laju dolar AS sedikit ngerem.
Kenapa Harga Minyak Dunia Tiba-Tiba Merosot?

Analis dari Doo Financial, Lukman Leong, ngebocorin kalau tren positif mata uang Garuda ini sangat dipengaruhi oleh suplai energi global yang mulai membaik.
Ketegangan pasokan berangsur reda setelah Arab Saudi memutuskan buat kembali mengalirkan setengah dari kapasitas ekspor minyak mentah mereka lewat jalur pipa Timur-Barat.
Fasilitas ini sebelumnya sempat ngadat, namun sekarang sudah selesai diperbaiki pasca-serangan pesawat nirawak (drone).
Penguatan ini didukung oleh harga minyak dunia yang turun cukup besar oleh berita bahwa Arab Saudi melanjutkan kembali setengah dari ekspor minyak mentah melalui jalur pipa Timur-Barat,
jelas Lukman Leong dinukil Antara.
Kekhawatiran pasar makin adem karena lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz juga dilaporkan kembali lancar tanpa hambatan berarti. Alhasil, pasar komoditas langsung merespons dengan koreksi harga yang lumayan bikin senyum:
-
Minyak Mentah Brent: Harganya terjun 2,8 persen (turun 2,94 dolar AS) dan kini nyender di angka 102,35 dolar AS per barel.
-
Minyak Mentah WTI (West Texas Intermediate): Susut lumayan dalam sebesar 3,8 persen (turun 3,5 dolar AS) menjadi 89 dolar AS per barel.
Jurus Intervensi Bank Indonesia & Prediksi Rupiah
Waktu nilai tukar rupiah hampir menembus batas psikologis Rp18.000 per dolar AS, Bank Indonesia rupanya nggak tinggal diam. Otoritas moneter kita ini disebut-sebut langsung turun gunung melakukan intervensi di pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF), hingga Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) demi mengamankan stabilitas.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, juga punya pandangan yang sejalan. Menurutnya, tekanan pelemahan yang sempat menghantui rupiah kini mulai kempes, seiring dengan merosotnya harga emas hitam di pasar global yang meringankan sentimen negatif.
Baca juga:
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS, Skenario Intervensi BI dan Pemicu Utamanya
Lalu, gimana nasib nilai tukar buat ke depannya? Josua memberikan sedikit bocoran soal prediksi pergerakan kurs di pasar.
Hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.925–Rp18.025 per dolar AS,
ungkap Josua.
Buat kamu para pelaku usaha, investor, atau yang doyan traveling ke luar negeri, momen penguatan ini jelas jadi titik terang yang layak terus dipantau pergerakannya!