Merahputih.com - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disiapkan sebagai bantalan untuk meredam dampak ketidakpastian ekonomi global, termasuk gejolak harga minyak akibat perang di Selat Hormuz dan konflik Rusia-Ukraina.
Baca juga:
Presiden Prabowo Ungkap 3 Masalah Bangsa yang Harus Segera Dibereskan: Pangan, BBM, Kemiskinan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia. Menurut dia, situasi global masih penuh ketidakpastian, tetapi dampaknya terhadap Indonesia sejauh ini masih dapat diredam melalui APBN.
Alhamdulillah untuk Indonesia transmisi ini masih bisa diredam oleh buffer APBN kita,
kata Airlangga, Rabu (29/9).
Selama Harga Minyak Dunia di Bawah 100 dolar AS
Airlangga menjelaskan, selama harga minyak dunia berada di bawah 100 dolar AS per barel, pemerintah masih memiliki ruang untuk mempertahankan harga BBM subsidi.
Baca juga:
Saat ini, harga pembelian pemerintah untuk BBM nonsubsidi berada di kisaran 90 dolar AS per barel. Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga, khususnya untuk BBM bersubsidi, hingga pengujung 2026.
Kalau harga minyak di bawah 100 dolar AS per barel, sampai akhir tahun kita masih bisa pertahankan, tidak ada perubahan kenaikan harga, terutama BBM bersubsidi,
ujarnya.
Pemerintah Jaga Stok BBM Subsidi
Baca juga:
Menko Airlangga: Industri Tekstil Bukan Sunset Industry, Masih Terbuka Ruang Ekspansi
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga memastikan pemerintah terus menyiapkan stok BBM, terutama BBM subsidi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kami, pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM subsidi,
kata Bahlil.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah juga mendorong agar penyaluran BBM subsidi semakin tepat sasaran. Kebijakan tersebut diperlukan agar subsidi benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.