Menkes Ungkap Kekhawatiran Terjadi Lonjakan COVID-19 Pasca-Hari Raya

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 06 Oktober 2021
Menkes Ungkap Kekhawatiran Terjadi Lonjakan COVID-19 Pasca-Hari Raya

Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers PPKM yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (4/10/2021). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lonjakan kasus COVID-19 biasanya terjadi setelah hari besar keagamaan.

Maka dari itu, untuk mengantisipasi adanya lonjakan gelombang ketiga, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyiapkan sejumlah strategi.

Salah satunya dengan mengontrol aktivitas masyarakat selama Hari Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga:

PON Papua jadi Klaster COVID-19, Begini Reaksi Menpora

"Kalau pada Desember kita bisa pastikan untuk mengontrol dengan baik, maka di bulan Januari dan Februari kita berhasil aman," kata Budi dalam Seminar Sekolah Sespimti Polri Dikreg ke-30 dan Sespimmen Polri Direg ke-60 secara virtual, Rabu (6/10).

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga berharap seluruh pihak dapat bekerja sama untuk mengurangi mobilitas agar tidak terjadinya lonjakan kasus.

"Karena pada dasarnya mobilitas yang luar biasa itu akan menyebabkan lonjakan kasus COVID-19," terangnya.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Republik Indonesia Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU berbagi strategi penangangan COVID-19 dalam konferensi "Special Ministreal Conference for ASEAN Digital Public Health" pada Rabu (5/10/2021) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Republik Indonesia Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU berbagi strategi penangangan COVID-19 dalam konferensi "Special Ministreal Conference for ASEAN Digital Public Health" pada Rabu (5/10/2021) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Budi menjelaskan, lonjakan pertama pada Januari-Februari lalu disebabkan oleh kegiatan keagaman Natal dan Tahun Baru pada Desember 2020.

Lalu lonjakan kedua pada Juli-Agustus kemarin disebabkan oleh kegiatan keagamaan Idul Fitri.

"Karena semua lonjakan di kita itu terjadi sesudah acara keagamaan, bukan yang rutin yang mingguan ya, bukan tiap Jumat ke masjid atau tiap Minggu ke gereja, tetapi ritual keagamaan hari besar," kata Budi.

Potensi penularan pada kegiatan keagamaan, menurut Budi, lebih berbahaya dari kegiatan perdagangan, transportasi, pariwisata, kantor atau pabrik, dan pendidikan.

"Pertama Januari-Februari itu karena ada hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru, kita meledak bulan Juli karena ada hari besar yang namanya Lebaran," kata dia.

Baca Juga:

Pasien COVID-19 di RSDC Wisma Atlet Berkurang 14 Orang

Budi kemudian menjelaskan, belum ada sejarah di mana pandemi berakhir dalam waktu cepat, melainkan butuh waktu sekitar 5-10 tahun.

Maka dari itu, fokus utama penanganan pandemi ini yaitu menekan laju penularan virusnya.

"Bagaimana kita bisa mengendalikan laju penularan, menekan penularan agar orang yang dirawat karena COVID-19 tidak lebih banyak dibandingkan dengan kapasitas RS," tutup Budi. (Knu)

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Cukup Terkendali, Satgas Ingatkan Masyarakat Jangan Terlena

#Menteri Kesehatan #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Perkuat Kolaborasi Nasional Dukung Transformasi Sistem Kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri pembukaan forum nasional di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 30 Oktober 2026
Perkuat Kolaborasi Nasional Dukung Transformasi Sistem Kesehatan
Indonesia
Prabowo Setujui Dana Rp 20 Triliun untuk BPJS, Layanan Rumah Sakit Disorot
Prabowo meminta layanan BPJS ditingkatkan, termasuk memangkas antrean dan memastikan rumah sakit tidak membedakan pasien BPJS dengan pasien umum.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Prabowo Setujui Dana Rp 20 Triliun untuk BPJS, Layanan Rumah Sakit Disorot
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Menkes Budi Disuruh Prabowo Maju Jadi Dirjen WHO, Mundur dari Kabinet kalau Menang
Menkes Budi Gunadi Sadikin maju sebagai kandidat Dirjen WHO atas amanah Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan siap mundur dari Kabinet jika terpilih
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Menkes Budi Disuruh Prabowo Maju Jadi Dirjen WHO, Mundur dari Kabinet kalau Menang
Indonesia
Menkes Soroti Kasus Bullying terhadap Dokter, Pelaku Banyak Berasal dari Lingkungan Sendiri
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap perundungan menjadi keluhan terbesar yang dialami dokter di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Menkes Soroti Kasus Bullying terhadap Dokter, Pelaku Banyak Berasal dari Lingkungan Sendiri
Indonesia
Tekanan Darah dan Kolesterol Meningkat Usai Idul Adha, Menkes: Bukan Salah Si Kambing
Menkes menyebut, kebiasaan menambahkan santan berlebihan, garam, gula, hingga jeroan saat memasak faktor utama meningkatnya tekanan darah dan kadar kolesterol usai Idul Adha.
Frengky Aruan - Rabu, 27 Mei 2026
Tekanan Darah dan Kolesterol Meningkat Usai Idul Adha, Menkes: Bukan Salah Si Kambing
Indonesia
Menkes Ungkap 10 Persen Orang Kaya Terima PBI BPJS, Pemerintah Siap Coret
Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap temuan orang kaya terima BPJS gratis. Pemerintah akan alihkan bantuan ke masyarakat yang lebih membutuhkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
Menkes Ungkap 10 Persen Orang Kaya Terima PBI BPJS, Pemerintah Siap Coret
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
Menkes Perluas Jangkauan CKG Buntut Anak 11 hingga 14 Tahun Bunuh Diri di Awal Tahun 2026
Langkah promotif-preventif ini diambil menyusul temuan kasus tragis empat anak usia 11-14 tahun yang meninggal dunia akibat bunuh diri di berbagai wilayah Indonesia sepanjang awal tahun 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 09 Maret 2026
Menkes Perluas Jangkauan CKG Buntut Anak 11 hingga 14 Tahun Bunuh Diri di Awal Tahun 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Bagikan