MerahPutih.com - Lonjakan kasus COVID-19 biasanya terjadi setelah hari besar keagamaan.
Maka dari itu, untuk mengantisipasi adanya lonjakan gelombang ketiga, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyiapkan sejumlah strategi.
Salah satunya dengan mengontrol aktivitas masyarakat selama Hari Natal dan Tahun Baru.
Baca Juga:
PON Papua jadi Klaster COVID-19, Begini Reaksi Menpora
"Kalau pada Desember kita bisa pastikan untuk mengontrol dengan baik, maka di bulan Januari dan Februari kita berhasil aman," kata Budi dalam Seminar Sekolah Sespimti Polri Dikreg ke-30 dan Sespimmen Polri Direg ke-60 secara virtual, Rabu (6/10).
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga berharap seluruh pihak dapat bekerja sama untuk mengurangi mobilitas agar tidak terjadinya lonjakan kasus.
"Karena pada dasarnya mobilitas yang luar biasa itu akan menyebabkan lonjakan kasus COVID-19," terangnya.
Budi menjelaskan, lonjakan pertama pada Januari-Februari lalu disebabkan oleh kegiatan keagaman Natal dan Tahun Baru pada Desember 2020.
Lalu lonjakan kedua pada Juli-Agustus kemarin disebabkan oleh kegiatan keagamaan Idul Fitri.
"Karena semua lonjakan di kita itu terjadi sesudah acara keagamaan, bukan yang rutin yang mingguan ya, bukan tiap Jumat ke masjid atau tiap Minggu ke gereja, tetapi ritual keagamaan hari besar," kata Budi.
Potensi penularan pada kegiatan keagamaan, menurut Budi, lebih berbahaya dari kegiatan perdagangan, transportasi, pariwisata, kantor atau pabrik, dan pendidikan.
"Pertama Januari-Februari itu karena ada hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru, kita meledak bulan Juli karena ada hari besar yang namanya Lebaran," kata dia.
Baca Juga:
Budi kemudian menjelaskan, belum ada sejarah di mana pandemi berakhir dalam waktu cepat, melainkan butuh waktu sekitar 5-10 tahun.
Maka dari itu, fokus utama penanganan pandemi ini yaitu menekan laju penularan virusnya.
"Bagaimana kita bisa mengendalikan laju penularan, menekan penularan agar orang yang dirawat karena COVID-19 tidak lebih banyak dibandingkan dengan kapasitas RS," tutup Budi. (Knu)
Baca Juga:
Kasus COVID-19 Cukup Terkendali, Satgas Ingatkan Masyarakat Jangan Terlena