Menkes Minta Orang Tua Waspada Angka Diabetes Anak Tinggi

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 03 Februari 2023
Menkes Minta Orang Tua Waspada Angka Diabetes Anak Tinggi

Ilustrasi diabetes. (ANTARA/Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Berdasarkan laporan di 13 kota yang disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat 1.645 pasien anak penderita diabetes hingga Selasa (31/1).

Khusus golongan usia sebaran kasus diabetes pada anak mayoritas di kisaran 10-14 tahun dengan porsi 46,23 persen.

Disusul kelompok 5-9 tahun sebesar 31,05 persen dan anak 0-4 tahun sekitar 19 persen. Sisanya, tiga persen ada di rentang 14 tahun ke atas.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Terawan Raih Penghargaan Atasi Masalah Diabetes di Indonesia

Terkait hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, ada beragam risiko lanjutan apabila diabetes menyerang anak-anak.

Menurutnya, perawatan atau pencegahan yang diabaikan bisa membuat anak penderita diabetes juga mengalami stroke, gagal ginjal, hingga jantung.

“Jadi itu penting buat masyarakat diedukasi dan dididik untuk bisa identifikasi dia diabetes apa enggak,” kata Budi kepada awak media di Jakarta, Jumat (3/2)

Guna mengantisipasi agar tidak terkena diabetes, Budi menyarankan agar masyarakat rutin melakukan pengecekan gula darah serta menjaga pola makan serta rutin olahraga.

“Jadi jangan banyak-banyak makan manis-manis, yang kedua gerak bisa jalan, bisa lari, naik sepeda 30 menit sehari, 5 hari dalam seminggu, diukur HbA1C-nya (hemoglobin),” kata Budi.

Jika sudah terdeteksi menderita diabetes, Budi menyarankan agar penderita diabetes rutin minum obat dari pemerintah.

Obat tersebut dapat diperoleh secara gratis di puskesmas terdekat melalui klaim BPJS Kesehatan.

Baca Juga:

Pemerintah Siapkan Strategi Cegah Diabetes pada Anak

Menurut Budi, penderita diabetes yang rutin minum obat dan melakukan kontrol tentu akan bertahan hidup hingga usia 70-80 tahun.

Untuk itu, Budi menuturkan penting bagi masyarakat untuk diedukasi dan dididik, sehingga bisa identifikasi dirinya masing-masing termasuk terkena diabetes atau bukan. Dalam hal ini, masyarakat dapat melakukan pengecekan atau pemeriksaan hemoglobin A1c (HbA1c) secara rutin.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur rerata jumlah sel darah merah atau hemoglobin yang berikatan dengan gula darah selama 3 bulan terakhir.

Adapun gula darah disebut normal jika HbA1c di bawah 5,7 persen, dinyatakan prediabetes jika jumlah HbA1c antara 5,7–6,4 persen, dan diabetes jika jumlah HbA1c mencapai 6,5 persen atau lebih.

Sementara itu, Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI Muhammad Faizi, mayoritas penderita diabetes anak adalah perempuan dengan 59,3 persen. Sedangkan lelaki sekitar 40,7 persen.

Dia menambahkan, pada 2023 angka penderita diabetes anak di Indonesia meningkat jadi 70 kali lipat dibandingkan 2010 silam.

Jika pada 2010 angkanya sekitar 0,004 per 100 ribu orang, maka pada 2023 ada 2 anak per 100 ribu orang.

“Dan 0,004 per 100 ribu jiwa pada 2000,” kata Faizi. (*)

Baca Juga:

Kulit Gatal tanpa Sebab, Waspada Gejala Diabetes

#Kemenkes #Penyakit Diabetes
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
DPR Desak Penyidik PNS Kemenkes dan BPOM Aktif Usut Keracunan MBG
DPR RI mendesak PPNS Kemenkes dan BPOM proaktif mengusut kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
DPR Desak Penyidik PNS Kemenkes dan BPOM Aktif Usut Keracunan MBG
Indonesia
Kemenkes Buka Beban Kesehatan Erupsi Anak Krakatau, 3,3 Juta Lansia Terancam Abu Vulkanik
Kemenkes ungkap 3,3 juta lansia rawan terdampak abu vulkanik Anak Krakatau. Abu silika tajam berbahaya bagi paru-paru, mata, kulit, dan memicu risiko ISPA, stroke, hingga depresi.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Kemenkes Buka Beban Kesehatan Erupsi Anak Krakatau, 3,3 Juta Lansia Terancam Abu Vulkanik
Indonesia
Ini Tipe Masker Yang Direkomendasikan Hindari Paparan Abu Vulkanik
PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Ini Tipe Masker Yang Direkomendasikan Hindari Paparan Abu Vulkanik
Indonesia
Pemerintah Genjot Pembangunan Puskesmas, 1.988 Unit Baru Mulai Dibangun 2027
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan dasar sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 04 September 2026
Pemerintah Genjot Pembangunan Puskesmas, 1.988 Unit Baru Mulai Dibangun 2027
Indonesia
Pemerintah Buka 25 Prodi Dokter Spesialis Baru, bakal Disebar di Daerah Tertinggal
Program tersebut menjadi salah satu bentuk afirmasi bagi dokter, khususnya putra-putri daerah.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
Pemerintah Buka 25 Prodi Dokter Spesialis Baru, bakal Disebar di Daerah Tertinggal
Indonesia
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Kemenkes mencatat 9.668 kasus ISPA pada warga terdampak gempa NTT sejak 15-26 Agustus 2026. Lebih dari 185 ribu warga masih berada di pengungsian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Indonesia
Kemenkes Dirikan 2 RS Lapangan Tangani Korban Gempa NTT, Stok Obat Cukup Dalam 5 Hari
Total jumlah korban jiwa akibat gempa bumi yang menimpa Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 91 jiwa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Kemenkes Dirikan 2 RS Lapangan Tangani Korban Gempa NTT, Stok Obat Cukup Dalam 5 Hari
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta Kemenkes membenahi sistem komunikasi pelayanan pasien menyusul kasus Yurizal Tri Chaerawan yang viral.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes
Bagikan