Kesehatan

Mengintip Kandungan Shisha dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 01 Maret 2022
Mengintip Kandungan Shisha dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Shisha elektrik mengandung propilen glikol dan gliserol. (Foto: Unsplash/Philipp Lansing)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SHISHA kerap dijadikan sebagai rokok alternatif yang cocok jika kamu ingin berhenti merokok. Shisha juga dianggap memiliki kandungan nikotin yang lebih sedikit. Benarkah demikian?

Dibandingkan rokok biasa, shisha elektrik atau e-hookah tidak memerlukan korek api dalam penggunaannya. Shisha elektrik merupakan varian dari rokok elektronik atau vaping.

Tampilannya dapat berbentuk pena, stik, atau bahkan perangkat USB. Shisha elektrik memungkinkan penggunanya menghirup uap yang mengandung bahan-bahan tertentu, seperti perasa buah atau nikotin.

Seperti halnya shisha tradisional, shisha elektrik juga tersedia dengan berbagai varian rasa, seperti stroberi, vanila, ceri, kayu manis, dan tembakau. Shisha elektrik juga menggunakan perangkat pemanas dan penguap yang ditenagai oleh baterai. Ketika dinyalakan, pemanas akan menyala dan memanaskan cartridge berisi cairan hingga menjadi uap.

Baca juga:

Shisha Ternyata Lebih Berbahaya Dibandingkan Rokok

Mengintip Kandungan Shisha dan Dampaknya Bagi Kesehatan
Shisha tradisional dibakar menggunakan arang. (Foto: Unsplash/Awesome Sauce Creative)

Mengutip laman Alodokter, di dalam shisha elektrik terdapat cartridge atau tabung isi ulang yang berisi cairan. Cairan tersebut mengandung bahan kimia, seperti propilen glikol dan gliserol. Namun, kedua kandungan ini juga berpotensi membahayakan kesehatan.

Propilen glikol adalah cairan senyawa organik yang tidak berwarna dan tidak berbau, namun rasanya agak manis. Lembaga Pengawas Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) menyatakan bahwa senyawa ini aman jika digunakan dalam kadar rendah di dalam makanan, obat, dan kosmetik.

Meski begitu, tetap saja berbahaya jika digunakan dalam kadar yang tinggi. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi propilen glikol dalam kadar tinggi kemungkinan dapat menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan mengganggu kerja saraf otak. Uap yang mengandung propilen glikol bahkan bisa menyebabkan iritasi mata, kulit, atau paru-paru.

Baca juga:

Instagram Akan Larang Influencer Promosikan Vape? Kenapa?

Mengintip Kandungan Shisha dan Dampaknya Bagi Kesehatan
Shihsa elektrik merupakan varian dari rokok elektronik atau vaping. (Foto: Unsplash/Vaporesso)

Gliserol atau gliserin merupakan cairan kental tidak berbau dan tidak berwarna, fungsinya sebagai pelarut dari nikotin, zat kimia perisa, dan bahan pengawet dalam shisha elektrik. Cairan yang terasa sedikit manis ini dianggap tidak beracun dan sering dipakai dalam industri makanan.

Sebagai produk shisha elektrik yang dijual di pasaran diketahui mengandung nikotin. Zat yang diproduksi dari daun tembakau ini merupakan zat adiktif yang dapat memberi efek candu. Zat inilah yang membuat pecandu rokok sulit untuk berhenti. Penggunaan nikotin dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti menurunnya nafsu makan, meningkatkan denyut jantung, dan meningkatkan tekanan darah.

Pembakaran cairan shisha elektrik akan menghasilkan zat kimia beracun, seperti formaldehida, asetaldehida, dan akrolein. Kendari para produsen shisha elektrik mengklaim produknya aman digunakan, faktanya, belum banyak riset kesehatan yang dapat membuktikan bahwa shisha elektrik benar-benar aman digunakan. (and)

Baca juga:

Pelajar Tangerang Pesta Shisha, Dinas Pendidikan Jangan Tinggal Diam

#Kesehatan #Rokok #Rokok Elektronik #Vape
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Indonesia
Bea Cukai Sita 160 Juta Batang Rokok Impor Ilegal Senilai Rp 399,2 Miliar
Rokok ilegal tersebut diindikasikan merupakan impor yang dimasukkan melalui wilayah Pesisir Timur Pulau Sumatera dan sedang ditimbun di Pekanbaru.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Bea Cukai Sita 160 Juta Batang Rokok Impor Ilegal Senilai Rp 399,2 Miliar
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
Bagi-Bagi Nasi Bungkus Tolak Raperda Rokok, Simbol Perjuangan Warteg di Jakarta
Aksi bagi-bagi nasi bungkus yang dilakukan pedagang warteg ini bukan sekadar penolakan, tetapi juga simbol perjuangan pedagang kecil.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Desember 2025
Bagi-Bagi Nasi Bungkus Tolak Raperda Rokok, Simbol Perjuangan Warteg di Jakarta
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Sulit Diimplementasikan, DPRD DKI Hapus Aturan Larangan Penjualan Rokok Dekat Sekolah
DPRD DKI Jakarta menghapus aturan larangan penjualan rokok di dekat sekolah. Jadi, pasal ini tak masuk dalam Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok.
Soffi Amira - Jumat, 21 November 2025
Sulit Diimplementasikan, DPRD DKI Hapus Aturan Larangan Penjualan Rokok Dekat Sekolah
Bagikan