Kesehatan

Menghindari Sakit Punggung dan Pinggang Karena Terlalu Lama Duduk

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 04 November 2020
Menghindari Sakit Punggung dan Pinggang Karena Terlalu Lama Duduk

Duduklah dengan posisi yang baik. (Foto: Unsplash/Magnet Me)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DUDUK terlalu lama ternyata dapat membuat pinggang dan punggung sakit. Ini disebabkan karena umumnya orang tidak memerhatikan posisi duduk sehingga berdampak pada kesehatan otot pinggul dan kaki. Hal ini bisa berbahaya jika tetap dilakukan terus menerus.

Dilansir dari alodokter.com, posisi tubuh saat duduk memberikan tekanan besar pada otot punggung, bahu, leher, dan tulang belakang. Ini karena posisi tubuh saat duduk menggelosor atau sambil membungkuk. Perhatikan posisi duduk kamu agar terhindar dari gangguan ini.

Baca Juga:

Jaga Kesehatan saat Musim Hujan di Tengah Pandemi


1. Posisi tubuh atas

duduk
Punggung jangan membungkuk bila duduk. (Foto: Unsplash/Annie Spratt)

Sesuaikan tinggi kursi sehingga lengan membentuk huruf L dan siku berada di samping tubuh. Posisi tersebut memungkinkan pergelangan tangan dan lengan menjadi lurus dan sejajar dengan lantai ketika mengetik.

Gunakan kursi yang mampu menopang punggung dengan baik atau coba letakkan bantal atau gulungan handuk di punggung bagian bawah saat duduk.

Duduklah dengan punggung lurus, posisi bahu ke belakang, dan bokong menyentuh bagian belakang kursi. Jaga agar posisi leher dan kepala tetap lurus namun nyaman. Selain itu, sedikit turunkan dagu dan jaga bahu tetap santai.

Apabila sering bekerja di depan komputer, usahakan layar sejajar dengan mata. Karena jika terlalu tinggi atau rendah membuat leher harus menunduk yang dapat membuat leher menjadi sakit.

Baca Juga:

5 Kebiasaan Agar Umur Panjang Tanpa Penyakit

2. Posisi tubuh bagian bawah

duduk
Jangan menyilangkan kaki sewaktu duduk. (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Posisikan lutut kamu sejajar dengan pinggul. Jika dirasa perlu, gunakanlah sandaran kaki. Selain itu, hindari menyilangkan kaki disaat duduk. Karena posisi ini dapat menimbulkan nyeri pada punggung.
Tapakkan kaki hingga menyentuh lantai. Jika tidak sampai, gunakan pijakan atau bangku kecil agar kaki bisa menjejak dengan nyaman.

3. Jangan duduk terlalu lama

duduk
Beranjaklah dari duduk dan mulailah berjalan-jalan. (Foto: Pixabay/Stocksnap)

Jika posisi duduk anda sudah benar, jangan terlalu lama duduk diam dalam posisi yang sama lebih dari 30 menit. Ubahlah postur tubuh sesering mungkin. Ada baiknya beranjak dari duduk untuk membuat tubuh menjadi lebih baik. Berjalan untuk melancarkan sirkulasi darah dan otot yang tertekan. (kna)

Baca Juga:

Mengapa Kita Kelelahan di Sore Hari?

#Kesehatan #Duduk Lama
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan