Kesehatan Mental

Mengenal Venustraphobia, Fobia terhadap Perempuan Cantik

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Minggu, 18 Juni 2023
Mengenal Venustraphobia, Fobia terhadap Perempuan Cantik

Beberapa orang merasa gugup ketika bertemu perempuan cantik. (Foto: Unsplash/Gian Cescon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI sebagian orang, ada suatu kondisi ketika mereka merasa gugup ketika bertemu dengan perempuan cantik. Namun, ada kondisi yang lebih buruk lagi, yaitu venustraphobia. Pada fobia ini, seseorang justru sangat sulit berada di dekat perempuan cantik hingga merasakan berbagai gejala fisik dan psikis.

Dilansir Alodokter, venustraphobia ditandai dengan rasa takut berlebih saat melihat atau berada di sekitar perempuan berparas cantik hingga merasa sulit untuk mengendalikan reaksi yang muncul.

Faktor penyebabnya belum diketahui. Namun, fobia ini diduga muncul akibat pengalaman traumatis atau memalukan terkait perempuan cantik.

Pengalaman dengan perempuan pada masa lalu ini bisa membuat seseorang tidak percaya diri hingga akhirnya muncul rasa takut berlebih.

Baca juga:

Glossophobia, Fobia yang Dimiliki Hampir Semua Orang

Mengenal Venustraphobia, Fobia terhadap Perempuan Cantik
Beberapa orang dengan fobia ini bisa merasa sangat malu akan ketakutannya yang berlebihan terhadap perempuan cantik. (Foto: Unsplash/Quynh Le Manh)

Sama seperti fobia lain, seseorang yang mengalami venustraphobia merasa cemas berlebihan dan tidak wajar saat dihadapkan pada wanita cantik.

Selain rasa cemas, takut, dan tegang, beberapa tanda venustraphobia lainnya seperti mual, sakit kepala, jantung berdebar-debar, tubuh gemetaran, keringat berlebihan, dan berusaha keras untuk menghindari.

Beberapa orang dengan fobia ini bisa merasa sangat malu akan ketakutannya yang berlebihan terhadap perempuan cantik. Rasa malunya ini bahkan bisa memaksa untuk pura-pura tidak takut pada perempuan saat berada di sekitar orang lain.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani fobia ini:

1. Terapi Perilaku Kognitif

Terapi perilaku kognitif adalah salah satu jenis psikoterapi untuk menangani fobia spesifik, termasuk venustraphobia. Terapi ini bertujuan untuk mengubah pola pikir dan respons negatif yang muncul saat seseorang dihadapkan dengan sesuatu yang membuatnya cemas berlebihan.

Melalui terapi ini, seseorang dengan venustraphobia diharapkan lebih mampu mengontrol reaksi bila berada di sekitar wanita. Terapi perilaku kognitif biasanya dijalani bersamaan dengan terapi pemaparan.

Baca juga:

Demi Profesionalisme Aktor Ini Taklukkan Fobia

Mengenal Venustraphobia, Fobia terhadap Perempuan Cantik
Obat-obatan medis juga biasanya diresepkan. (Foto: Unsplash/Christine Sandu)


2. Obat-Obatan

Untuk mengurangi gejala kecemasan karena venustraphobia, obat-obatan medis juga biasanya diresepkan. Contoh obat-obatan ini meliputi obat penenang seperti benzodiazepin. Bisa juga penghambat beta untuk mengatasi gejala kecemasan jangka pendek.

3. Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi juga bisa dilakukan untuk mengurangi rasa cemas yang muncul saat berinteraksi dengan perempuan cantik. Beberapa teknik relaksasi tersebut meliputi menarik napas dalam-dalam, menggunakan aromaterapi, atau membayangkan seolah berada di tempat yang damai dan menyenangkan.

Meski tidak menyembuhkan fobia perempuan cantik secara langsung, perawatan penting dilakukan untuk membantu penderita mengelola reaksi yang muncul dalam menghadapi rasa takut. Misalnya, tidak lagi panik atau cemas berlebihan saat melihat atau berada di sekitar perempuan cantik. (and)

Baca juga:

Trypanophobia, Fobia pada Jarum Suntik

#Wanita Cantik #Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan