Trypanophobia, Fobia pada Jarum Suntik
Banyak orang mengalami fobia terhadap jarum suntik. (Foto: Pixabay/12019)
ANAK kecil umumnya ketakutan ketika harus berhadapan dengan jarum suntik. Namun, jika ketakutan tersebut terbawa hingga dewasa, bisa jadi seseorang sebenarnya mengidap trypanophobia atau fobia terhadap jarum suntik. Mereka umumnya akan mengalami jantung berdebar lebih kencang dari biasanya dan panik meskipun jarum suntik tersebut belum diinjeksikan ke dalam tubuhnya.
Melansir dari healthline.com, banyak faktor yang menyebabkan seseorang bisa mengidap trypanophobia salah satunya karena pengaruh orangtua. Sayangnya fobia terhadap jarum suntik ini masih dianggap sepele. Padahal trypanophobia bisa berbahaya jika seseorang terpaksa harus menjalani tindakan medis seperti operasi. Apa saja penyebabnya?
Baca Juga:
3 Hal yang Bisa Dilakukan Kalau Kamu Sudah Dapat Vaksin Penuh
1. Orangtua
Waktu kecil orangtua sering menakuti anak yang nakal dengan mengatakan, "Kalau masih nakal nanti disuntik sama dokter loh!". Alhasil anak menggambarkan jarum suntik sebagai sesuatu yang sangat menyeramkan. Cara ini memang efektif untuk menenangkan anak yang sulit diatur, tetapi pada akhirnya orangtua juga yang akan kerepotan ketika harus membawa anak untuk vaksinasi. Ternyata trauma akibat ditakuti oleh orangtua bisa terbawa hingga dewasa.
2. Reaksi negatif
Alergi tidak hanya disebabkan oleh makanan atau debu. Kamu bisa saja mengalami alergi setelah disuntik obat. Reaksi negatif tersebut bisa menyebabkan seseorang mengalami trauma terhadap jarum suntik. Meskipun dokter menggunakan jarum suntik terkecil yang tidak akan menimbulkan rasa sakit, efek traumatis tersebut akan tetap ada.
Baca Juga:
3. Rasa sakit
Sebagian orang memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap rasa sakit dan sebagian lainnya rendah. Maka, meskipun disuntik rasanya hanya seperti digigit semut, mereka yang memiliki tingkat toleransi rendah akan merasa seperti sedang disayat oleh pisau.
4. Tempramental
Orang yang memiliki karakter sensitif lebih mungkin mengalami trypanophobia. Hal ini disebabkan oleh karakter orang sensitif yang serba khawatir terhadap banyak hal termasuk jarum suntik. Mereka tidak hanya skeptis terhadap kata-kata orang lain tetapi juga tindakan secara fisik yang dikhawatirkan dapat menyebabkan efek jangka panjang. (mar)
Baca Juga:
Kisah Inspiratif Survivor Kasus 01 COVID-19 Sita Tyasutami Menghadapi Perundungan
Bagikan
Berita Terkait
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit